HomeBeritaBangsa Kuat karena Perbedaan

Bangsa Kuat karena Perbedaan

Aliansi Indonesia Damai- “Kita jangan mau dibodohi. Kita harus mampu berpikir cerdas, menyaring berbagai informasi, dan jangan mau diadu domba, menjunjung tinggi bhinneka tunggal ika.”

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ririn Amelia, peserta kegiatan “Halaqah Perdamaian: Belajar dari Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” yang digelar AIDA di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat, beberapa waktu silam. Kegiatan diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa utusan beberapa perguruan tinggi di Sumbar.

Baca juga Pentingnya Membicarakan Perdamaian

Menurut mahasiswi Universitas Negeri Padang itu, terorisme merupakan tindakan yang jahat, tidak hanya merugikan masyarakat kalangan bawah, namun juga merugikan bangsa dan negara. Terorisme juga menghancurkan mental generasi muda secara langsung ataupun tidak.

Ia bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini karena dapat berdialog langsung dengan mantan pelaku terorisme dan korbannya, sehingga memetik banyak pelajaran. “Sebagai generasi muda kita harus memiliki pemikiran yang cerdas untuk bisa mengatasi berbagai ancaman terorisme,” tuturnya.

Baca juga Meninggikan Islam dengan Pengetahuan

Senada dengan Ririn, Muhammad Dirwan, peserta dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, menegaskan, agar pemuda tidak terjerumus ke dalam jaringan terorisme, maka langkah yang harus dilakukan adalah membentengi diri secara pengetahuan dan menyaring setiap informasi yang datang secara teliti.

“Mahasiswa memiliki tugas yang berat. Selain harus memahami permasalahan secara akademik, kami juga harus memiliki peran di masyarakat, yaitu memberikan informasi yang edukatif,” katanya.

Baca juga Azyumardi Azra: Perkuat Resiliensi Wasathiyah

Dirwan berpesan kepada para pemuda agar selalu menjaga perdamaian. “Kita hidup di tengah masyarakat dengan berbagai macam suku, ras, dan agama. Kita juga diajarkan bahwa Indonesia memiliki sejarah perbedaan. Namun sejarah juga membuktikan kita kuat karena perbedaan,” ucapnya.

Terkait kegiatan ini, Dirwan mengaku mindset-nya berubah setelah mendengar kisah silaturahmi antara pelaku dengan korban terorisme. Awalnya ia berpikir bahwa pelaku terorisme itu identik dengan kekerasan dan tindakan di luar batas. “Pada dasarnya terorisme merupakan ancaman yang bersifat universal. Namun pertemuan antara korban dan mantan pelaku ini bisa kita kembangkan di tengah masyarakat,” katanya. [FKR]

Baca juga Dua Kutub untuk Indonesia Damai

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....