HomeInspirasiAspirasi DamaiKebersihan Sebagian dari Perdamaian

Kebersihan Sebagian dari Perdamaian

Dalam kehidupan ini, di mana pun berada pasti kita ingin tempat yang nyaman, tenteram, bersih, dan tidak jorok. Tempat yang terawat dan bersih menebarkan aura positif. Tentu kita akan betah berada di sana dan pastinya membuat perasaan kita menjadi senang dan bahagia. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap emosi kita, positif maupun negatif. Lingkungan yang kotor, apalagi bau, rawan memantik emosi negatif karena perasaan tak nyaman.

Ada banyak dalil agama yang menekankan pentingnya kebersihan. Nabi Muhammad Saw bersabda: الطهور شطر الإيمان (kebersihan adalah sebagian dari iman). Tak heran salah satu syarat sah shalat adalah bersih (suci) dari najis yang menempel di badan, pakaian, maupun tempatnya.

Baca juga Berpikir Damai sejak Dini

Rukun Islam keempat, yaitu zakat juga terkait dengan kebersihan. Filosofi disyariatkannya zakat adalah untuk membersihkan harta benda dari potensi-potensi tercampur dengan “hal yang kotor.” Caranya dengan mendermakan sebagian harta benda kepada kelompok orang yang berhak.

Bukan hanya kebersihan lahir, Islam juga mengharuskan kebersihan jiwa/batin. “Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya, lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya” (QS. As-Syams 7-10).

Baca juga Menjauhi Ranah Kekerasan

Dari dalil-dalil tersebut, sudah seharusnya kita terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan kita. Praktik paling sederhana adalah tidak membuang sampah secara serampangan. Sebab dampaknya sangat fatal jika kita membuang sampah tidak pada tempat semestinya, misalnya di kali atau selokan. Selain bisa memicu banjir, juga memicu beragam penyakit seperti demam berdarah. Sebab selokan atau kali yang kotor akan menjadi tempat berkumpulnya nyamuk dan bakteri jahat.

Membuang sampah secara sembarangan juga rentan menimbulkan konflik karena membuat orang lain terganggu, tidak nyaman, kesal, dan puncaknya marah. Saat itulah muncul emosi-emosi negatif yang dapat berdampak pada perbuatan-perbuatan buruk pula. Saat itulah keharmonisan sosial terganggu.

Baca juga Tips Menghindari Pertengkaran di Medsos

Lingkungan adalah cerminan diri kita. Hal-hal yang negatif akan muncul di lingkungan yang tidak sehat. Sebaliknya lingkungan yang bersih akan membuat kita menjadi pribadi yang baik, pikiran yang bahagia, dan hati yang damai. Maka dari itu menjaga kebersihan adalah bagian dari upaya membangun perdamaian.

Baca juga Perjumpaan Perdana Menguraikan Makna

Most Popular

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Sepekan Bersama Eks Napiter

Aliansi indonesia Damai- November 2022 menjadi salah satu bulan yang cukup...

Mengurai Amarah Meraih Bahagia

Emosi adalah luapan perasaan atau gejolak jiwa yang diekspresikan dalam tingkah...

Seni untuk Perdamaian

Seni adalah ungkapan rasa keindahan, kebahagiaan, maupun kesedihan. Ekspresinya bisa berupa...

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya. Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Oktober 2026 Pada usianya yang ke-98 tahun sejak dideklarasikan sebagai bahasa persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bahasa Indonesia menunjukkan sosok yang paradoks. Dari sisi...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....