HomeInspirasiAspirasi DamaiBerdamai dalam Kemacetan

Berdamai dalam Kemacetan

Saat berkendara di jalan raya, terkadang ada saja perkara yang membuat kita emosi. Orang lain melanggar lalu lintas, berkendara ugal-ugalan yang membahayakan orang lain, menyerobot antrean kemacetan, dan lain sebagainya.

Salah satu perilaku menjengkelkan yang sering kita jumpai di jalanan adalah melawan arus. Selain memicu kesemrawutan, tindakan itu juga membahayakan pengguna jalan lainnya. Biasanya saat kita tanya alasannya melawan arah, rata-rata jawabannya sama; ingin memotong jalan agar cepat sampai tujuan.

Baca juga Kebersihan Sebagian dari Perdamaian

Tentu ini perilaku yang salah karena selain hanya mementingkan kepentingan diri sendiri (egois), juga dapat mencelakai orang lain. Kita pasti sangat sebal menghadapi tipe orang seperti itu. Perilaku demikian rawan menyulut emosi pengguna jalan yang lain, sehingga kerap terjadi adu mulut, bahkan pertengkaran fisik di jalan raya. Walhasil bukannya cepat tiba di tujuan sebagaimana yang diinginkan, sebaliknya malah jadi terlambat parah karena mengikuti hawa nafsu amarah.

Memang susah mengendalikan emosi di kala berkendara, terlebih saat macet. Maka obat yang paling mujarab adalah melatih kesabaran. Ingat sabda Nabi Muhammad Saw:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menguasai dirinya di kala sedang marah (HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga Berpikir Damai sejak Dini

Hadis di atas menjelaskan bagaimana kita harus sabar menahan amarah. Walau sedang menghadapi kekacauan sekali pun, kita harus mengendalikan amarah. Karena marah itu adalah perbuatan setan. Tentu kita tidak mau dong menjadi bagian dari setan.

Agar terhindar dari amarah di jalanan, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, di antaranya sebagai berikut:

1. Berkendara dengan tertib

Berkendara secara ugal-ugalan selain bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain juga membuat kita bisa dimarahi atau bertengkar dengan orang lain.

Baca juga Menjauhi Ranah Kekerasan

2. Tetap mengingat Allah SWT, Ketika ada yang membuat marah

Selalu mengingat Pencipta kita adalah hal wajib dalam berkendara. Ketika ada orang lain yang berupaya memancing emosi, selekasnya kita harus beristighfar.

3. Mengingat keluarga di rumah

Kadang saat sedang berkendara, kita lupa jika ada keluarga yang merindukan dan menanti kita di rumah. Tentu kita harus berusaha untuk bisa sampai di rumah dengan selamat dan sehat.

Baca juga Tips Menghindari Pertengkaran di Medsos

4. Mengalah

Dengan mengalah kita bisa terhindar dari pertengkaran fisik atau adu mulut dengan pengendara lain yang sebenarnya lebih sering tidak memberikan manfaat.

Jadi bagi kalian yang masih suka terpancing amarah di jalan, berlatihlah kesabaran. Karena lebih enak menciptakan suasana yang aman dan damai daripada harus bertengkar satu sama lain.

Baca juga Perjumpaan Perdana Menguraikan Makna

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Belajar Bersyukur dari Kisah Korban Bom

Bersyukur bukanlah tentang mengabaikan penderitaan atau kehilangan yang dialami, tetapi lebih...

Memahami Perundungan

Fenomena perundungan dengan kekerasan sangat marak terjadi, tak terkecuali di lingkungan...

Medsos untuk Perdamaian

Menjadi agen perdamaian di zaman ini sangat mudah dan murah tetapi...

Praktik-Praktik Jihad

Jihad sering diidentikkan dengan aksi kekerasan dan tindakan ekstrem. Namun sebenarnya...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...