HomePilihan Redaksi“Tak Hanya Diriku, Dirimu...

“Tak Hanya Diriku, Dirimu pun Bisa …”

Oleh Dwi Siti Rhomdoni, penyintas Bom Thamrin 2016

Di tengah hiruk pikuk Jakarta, Kamis 14 Januari 2016 pagi, batin ini bertanya, “Ya Allah, ada apa ini, gempa bukan, ya?” Terdengar ledakan keras sampai menggetarkan lantai yang kupijak di dalam sebuah kedai kopi di Jl. MH Thamrin. Waktu itu aku dan rekan sedang rapat dengan seorang klien di kafe itu. Belum sempat bertanya ke orang sekitar apa yang terjadi, tiba-tiba terjadi ledakan kedua.

Dalam keadaan shocked (terkejut luar biasa), bingung, dan menahan sakit sekujur badan karena terjatuh menimpa benda tumpul di bagian kepala dan tengkuk, kulihat kondisi kafe sudah porak poranda. Orang-orang pada berlumuran darah. Asap yang mengepul dan banyak orang yang berhamburan menyelamatkan diri membuat pikiranku semakin kacau untuk mengetahui apa yang terjadi. Telingaku masih berdenging kencang dan teramat sakit, tidak bisa mendengar teriakan orang yang minta tolong. Hanya mampu kusaksikan samar-samar orang sibuk menyelamatkan diri. Aku merangkak di bawah meja untuk keluar dari kafe sambil memegang kepala dan leher karena rasanya ngilu sekali.

Baca juga Keikhlasan dan Pengampunan Menyembuhkan Luka: Kisah Andi Dina Noviana, Penyintas Bom Thamrin

H. Sekhudin, rekan sekerjaku, membawaku dan dua korban lainnya ke Rumah Sakit YPK Mandiri, Menteng menggunakan taksi. Di sana aku langsung mendapatkan pengobatan namun ala kadarnya saja karena peralatannya tidak lengkap. Aku dibolehkan pulang setelah mendapatkan pengobatan dari dokter, diberi obat dan teh manis. Luka memar dan lebam sudah diobati di sana tapi aku dianjurkan berobat ke rumah sakit lain yang memiliki peralatan lebih lengkap.

Sesampainya di rumah selang beberapa jam kemudian, aku rasakan sakit luar biasa di kepala dan mual di perut sampai muntah berkali-kali. Aku dilarikan ke RS Permata Hijau Jakarta Barat dan langsung ditangani dokter di Unit Gawat Darurat. Alhasil, dokter menyatakan aku mengalami patah tulang leher belakang. Rawat inap aku jalani beberapa hari. Setelah pulang, tiga hari kemudian aku diwajibkan ke rumah sakit lagi untuk kontrol.

Baca juga Berdamai dengan Diri demi Kebangkitan

Meski belum begitu sehat, aku masuk kerja lagi untuk melaksanakan tanggung jawabku di kantor, untuk mencari nafkah buat keluarga. Cuma dapat beberapa hari, aku mengalami pusing dan muntah-muntah lagi. Dengan bantuan teman dari Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) dan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) aku diantarkan ke RS Polri dr. Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

              Peristiwa Bom Thamrin menyisakan luka fisik dan trauma psikis yang cukup mendalam dan berkepanjangan bagi para korbannya, aku dan orang-orang senasib. Secara fisik luka yang kuderita memang tidak terlihat dari luar namun sangat bisa kurasakan kondisi kesehatanku tak sekuat seperti sebelum mengalami aksi teror. Rasanya aku jadi lebih rentan sakit, demam tinggi, kesemutan di anggota badan sebelah kiri, leher dan tulang belakang terasa sakit bila aku duduk satu atau dua jam saja. Keluarga dan sahabatku selalu khawatir bila aku bepergian sendiri karena kadang-kadang aku pingsan tiba-tiba. Keluar masuk rumah sakit untuk kontrol sekarang seperti sudah menjadi kebiasaan bagiku. Entah berkaitan dengan luka yang kualami atau tidak, sekarang penglihatanku menjadi agak kabur sehingga harus dibantu kaca mata silinder untuk bisa melihat secara normal.

Sakitku ini hanya sepengggal kisah dari puluhan orang korban Bom Thamrin 2016. Aku yakin yang dialami teman-teman mengakibatkan penderitaan yang kurang lebih sama. Merasa senasib atas kejadian ini kami membentuk komunitas dengan nama Sahabat Thamrin. Komunitas itu dipelopori delapan orang korban Bom Thamrin, yaitu Meissy Sabardiah, Jhon Hansen, Agus Kurnia, Muhammad Nurman Permana, Hairil Islami, Leily (istri korban meninggal), Frank Feulner, dan aku sendiri, Dwi Siti Rhomdoni atau Dwieky. Di komunitas itu kami membangun keluarga baru, merapatkan barisan untuk tidak melawan kekerasan dengan kekerasan, dan bergandengan tangan untuk mencegah terorisme atau tindakan anarkis lainnya. Kami juga memperjuangkan agar hak-hak korban dipenuhi negara, seperti hak bantuan pengobatan medis dan hak kompensasi.

Siapa pun bisa menjadi korban

Tak hanya diriku, dirimu pun bisa jadi korban

Kami Sahabat Thamrin

Mengajak dirimu untuk waspada

Mengajak dirimu untuk peduli

Mengajak dirimu untuk membuka hati

Lantas, apa yang akan kamu lakukan?

Tak hanya diriku, dirimu pun bisa jadi korban

Akankah kita terdiam?

Sahabat Thamrin mengajakmu

Bergandengan tangan rapatkan barisan

Tidak melawan kekerasan dengan kekerasan

Agar tidak ada lagi korban

Dan bisa memulihkan luka korban

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas)...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...