HomeBeritaGema Perdamaian dari SMK...

Gema Perdamaian dari SMK Sunan Ampel Malang

Aliansi Indonesia Damai- Dalam rangka menanamkan karakter damai di kalangan remaja, AIDA menggelar kampanye perdamaian di sejumlah sekolah di Malang, Jawa Timur beberapa bulan lalu. Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tak kurang dari 75 siswa-siswi dari berbagai kelas.

Dalam kesempatan tersebut, AIDA mengajak para siswa untuk menyelami makna perdamaian dari kisah korban dan mantan pelaku terorisme. Kisah korban mengajarkan tentang kebangkitan dari keterpurukan dan pentingnya memaafkan. Sementara kisah mantan pelaku terorisme mengajarkan tentang pertobatan. Di akhir kisah, para korban dan mantan pelaku menjalin rekonsiliasi dan menjadi duta perdamaian.

Baca juga Pelajar Klaten Belajar dari Mantan Pelaku Terorisme

Salah seorang siswa mengaku mendapatkan pembelajaran berharga dari kisah para duta damai tersebut. Dari sisi korban, hal yang paling membekas bagi siswa tersebut adalah keikhlasan korban untuk memaafkan pelaku. Kebesaran hati korban menginspirasinya untuk ikut memiliki jiwa pemaaf.

“(Memaafkan) itu sih boleh, harus malahan. Karena kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kalau kita membalas dengan kekerasaan, maka akan muncul lagi masalah baru. Tidak akan ketemu solusinya,” ujarnya tegas.

Baca juga Menitipkan Perdamaian pada Generasi Muda Poso

Sementara dari kisah mantan pelaku, siswa tersebut memaknai bahwa jihad tidak selalu bermakna perang. Kesimpulan tersebut ia dapati dari perjalanan hidup mantan pelaku yang pernah terjerumus dalam pemahaman yang salah, namun sekarang bertobat. “Jihad tidak harus selalu bermakna perang. Jihad bisa dilakukan dengan cara baik-baik,” ujarnya.

Siswi menyampaikan pesan dan kesan dalam kegiatan kampanye perdamaian.

Ia juga menyadari bahwa alasan mantan terorisme terjerumus dalam kekerasan adalah karena mudah terpengaruh. Ia pun mengajak peserta lain untuk selalu waspada terhadap ajakan yang menjerumuskan. “Jangan mudah terpengaruh dengan teman-teman atau sahabat yang menjerumuskan ke dalam kekerasan,” tambahnya.

Baca juga Berbagi Kisah Perdamaian Kepada Guru Pandeglang

Sejumlah siswa menilai bahwa kegiatan tersebut positif dan bermanfaat bagi siswa. “Kegiatannya cukup bagus. Dari kegiatan tadi, kami bisa menjadi penerus untuk melestarikan budaya damai di Indonesia,” ujarnya Lebih lanjut ia juga berpesan kepada teman-temannya agar dapat melaksanakan nilai-nilai perdamaian yang didapat dari kegiatan tersebut.  [FAH]

Baca juga Menyemai Virus Perdamaian di SMAN 1 Klaten

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menekankan pentingnya...

Bambang Sugianto: Pendekatan Humanis dan Sentuhan Keluarga

Aliansi Indonesia Damai– Pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme perlu...

Petugas Lapas Wajib Menguasai Profiling

Aliansi Indonesia Damai– Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berinteraksi langsung dengan...

Ikhtiar Mematahkan Ideologi Ekstrem di Balik Jeruji Besi

Oleh Laode Arham, Pegiat HAM dan Perdamaian, Alumni Pascasarjana Kriminologi Universitas...

Pentingnya Peran Multitasking dan Seni Berinteraksi

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia, Imam B. Prasodjo menekankan pentingnya peran multitasking dan seni berinteraksi bagi petugas pemasyarakatan dalam menangani warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Para petugas di lapangan menghadapi beban berat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, petugas lapas setiap hari harus menghadapi ratusan, bahkan ribuan...

Bambang Sugianto: Pendekatan Humanis dan Sentuhan Keluarga

Aliansi Indonesia Damai– Pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme perlu dilakukan dengan pendekatan humanis dan memberikan sentuhan kepada keluarga mereka. Untuk melakukan hal tersebut, metode komunikasi informal sangatlah penting. Demikian dinyatakan Wali Pemasyarakatan narapidana teroris (Wali napiter) senior, Bambang Sugianto, saat menjadi pemateri Pelatihan Penguatan Perspektif...

Petugas Lapas Wajib Menguasai Profiling

Aliansi Indonesia Damai– Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berinteraksi langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme diwajibkan untuk menguasai kemampuan profiling sebelum melakukan asesmen resmi. Hal ini bertujuan agar proses penilaian kebutuhan, penempatan, dan risiko terhadap WBP kasus terorisme berjalan lebih akurat dan tepat sasaran. Pernyataan tersebut...

Ikhtiar Mematahkan Ideologi Ekstrem di Balik Jeruji Besi

Oleh Laode Arham, Pegiat HAM dan Perdamaian, Alumni Pascasarjana Kriminologi Universitas Indonesia Dinding-dinding tinggi Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kini bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman atau penebusan dosa. Di era ini, lapas telah bertransformasi menjadi wadah pemulihan kemanusiaan—sebuah tempat di mana integrasi hidup dan perlindungan masyarakat dirajut...

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari sejumlah UPT Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di pulau Jawa mengikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 September 2026 Para pendiri Indonesia sungguh bijaksana dan visioner. Mereka merumuskan misi yang harus dilakukan sebagai kewajiban konstitusional pemerintahan Republik Indonesia untuk terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Satu di...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...