HomeBeritaForum Perdamain Dunia Berakhir...

Forum Perdamain Dunia Berakhir dengan ‘Pesan Jakarta’

Menteri Luar Negeri, Retno L. Marsudi, berbicara dalam The 7th World Peace Forum di Jakarta. [dok. akun twitter MenluRI]
Menteri Luar Negeri, Retno L. Marsudi, berbicara dalam The 7th World Peace Forum di Jakarta. [dok. akun twitter MenluRI]

Dian Septiari

THE JAKARTA POST/JAKARTA

Para peserta acara dua tahunan Forum Perdamain Dunia yang ketujuh berkomitmen untuk bekerja sama dengan mengarusutamakan pendekatan “jalan tengah” di tengah meningkatnya populisme di banyak belahan dunia.

Melalui forum tersebut, yang telah berakhir Kamis, Indonesia memperkenalkan pendekatan jalan tengah, yang menenkankan etika dan moralitas, berdasarkan tradisi dan pengalamannya dalam mempromosikan perdamaian melalui Pancasila, ideologi nasionalnya.

Utusan khusus presiden untuk dialog dan kerja sama antaragama dan peradaban, Din Syamsudin mengatakan kepada wartawan setelah acara penutupan forum bahwa para tokoh agama menyetujui “Pesan Jakarta”, yang mengajak para pemimpin untuk mempromosikan implementasi jalan tengah di komutitas masing-masing.

“Selain itu, kami juga mendorong akademisi, cendekiawan dan guru untuk melakukan penelitian dan mendidik generasi muda tentang jalan tengah,” kata dia pada Kamis.

Mantan anggota Komite Nobel Perdamaian, Gunnar Stalsett, mengatakan gagasan jalan adalah kompleks tapi sederhana.

“Semua orang memahami bahwa ini tentang toleransi, inklusi, dan kompromi. Ini bukan soal anda kalah atau menang, ini soal perjuangan antara ekstremitas dan nilai-nalai,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para peserta sepakat untuk mendorong keragaman atau kesatuan melalui jalan tengah.

Meskipun demikian, cita-cita seperti itu menghadapi tantangan-tantangan. Menurut laporan terbaru Komnas Hak Asasi Manusia, Indonesia telah mencatat peningkatan yang ajek dalam pelanggaran kebebasan beragama beberapa tahun terakhir. Ada pelarangan sekte minoritas Ahmadiyah dalam melakukan aktivitas keagamaan di Subang, Jawa Barat, dan ada pembiaran terhadap banyak organisasi yang memeras gereja-gereja di Bandung, juga di Jawa Barat, untuk urusan perizinan.

Mei tahun ini, jamaah Ahmadiyah, kebanyakan wanita dan anak-anak, harus mencari perlindungan ke kantor polisi setelah massa yang marah menghancurkan rumah mereka di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dalam upaya untuk mengusir mereka dari daerah itu.

Forum Perdamain Dunia
Forum Perdamain Dunia, Jakarta (14-16 Agustus 2018)

Din menenkankan bahwa jalan tengah tidak sama dengan mengambil sikap netral.

“Ini adalah sikap berpihak pada nilai-nilai positif dari persamaan manusia, tidak mengabaikan hak orang lain. Kita harus saling peduli satu sama lain, saling membantu, dalam aspek ekonomi, sosial dan politik,” katanya.

Professor anthropologi Universitas Boston, Robert Hefner mengatakan jalan tengah  harus mengakui prinsip-prinsip martabat manusia, kesetaraan dan inklusivitas dan harus melibatkan diskusi dan kompromi.

“Bukan mengesampingkan pendapat minoritas atau mayoritas, anda telah mendorong ke depan sesuatu yang bisa dibagi dan positif,” kata dia.

Eun Sook Jung, seorang professor di Departemen Ilmu Politik Universitas Wisconsin, mengatakan bahwa dalam sebuah demokrasi, ada perjuangan yang terus menerus antara hak-hak mayoritas dan minoritas.

“Apa yang kita saksikan sekarang di dunia adalah munculnya ekstremisme […] jadi ketika kita mengatakan jalan tengah, kita mengatakan bahwa kita mencoba untuk membuat upaya positif untuk menegakkan hak-hak mayoritas begitu juga hak hak-hak minoritas,” ujarnya, menambahkan bahwa pendekatan semacam itu, yang bertujuan untuk mengembangkan gagasan toleransi, membutuhkan sejumlah kompromi. [HPD]

 

Artikel ini diterjemahkan dari The Jakarta Post edisi 18 Agustus 2018

Most Popular

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...