HomeBeritaKomunitas Literasi Ciamis Nonton...

Komunitas Literasi Ciamis Nonton Bareng Film Tangguh

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 48 mahasiswa dari beberapa kampus di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Jawa Barat tampak antusias mengikuti Diskusi & Bedah Film “Tangguh” yang diselenggarakan komunitas literasi From Bego to Hero Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma’arif Ciamis, bekerja sama dengan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) di Gedung Serbaguna Balai Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis, Selasa (23/4/2019).

Mahasiswa yang hadir antara lain dari STAI Al-Ma’arif Ciamis, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Ar-Risalah Ciamis, Universitas Siliwangi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cabang Tasikmalaya, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, dan Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Singaparna.

“Tangguh” adalah film dokumenter produksi AIDA yang mengisahkan tentang perjalanan hidup korban aksi teror bom serta orang-orang yang pernah terlibat gerakan terorisme.

Perjuangan saat mengalami ledakan bom, serta perjalanan hidup dengan menanggung sakit dan beban menjadi cacat seumur hidup dilalui para korban dengan tidak mudah. Film “Tangguh” merekam pengakuan seorang korban Bom Kuningan 2004, yang menyebutkan bahwa dampak ledakan bom tidak hanya diderita olehnya, tetapi juga oleh anaknya. Si anak pernah mengalami perundungan oleh teman-teman sebayanya lantaran kondisi ayahnya yang menjadi cacat karena ledakan bom.

Kesedihan akibat serangan teror juga berdampak pada korban tidak langsung, yaitu keluarga yang ditinggalkan oleh korban langsung. Sebuah adegan dalam Film “Tangguh” menjelaskan keterangan janda korban Bom Bali 2002 yang menunjukkan trauma buah hatinya. Si anak tidak mau makan lauk yang dibakar karena sempat melihat jenazah bapaknya yang hitam terbakar. “Anak saya yang besar itu waktu dikasih ayam taliwang itu langsung dibuang. Nggak mau, nggak mau ini, kaya Bapak,” kata wanita berkerudung itu.

Film itu juga mengisahkan bagaimana para mantan pelaku aksi terorisme berhijrah dari jalan kekerasan menuju perdamaian. Para mantan pelaku telah mengakui kesalahan masa lalunya dan meminta maaf setulus-tulusnya kepada korban. Mereka juga berharap agar masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap paham dan ajaran keagamaan yang menyimpang seperti yang pernah mereka ikuti.

Dalam Film “Tangguh” ditekankan bahwa korban dan mantan pelaku telah melampaui kekelaman masa lalu. Mereka telah menjalin rekonsiliasi serta membangun komitmen untuk mengajak masyarakat untuk menjaga perdamaian Indonesia.

Beberapa mahasiswa tampak menutup mata dan sesekali mengernyitkan dahi saat menonton Film “Tangguh”. Mereka larut dalam kesedihan saat menyimak kisah korban.

Beberapa peserta mengaku terinspirasi atas ketangguhan dan keikhlasan yang ditunjukkan para korban. “Saya belajar banyak dari kisah korban dalam film ini. Saya merasa harus belajar  menjadi lebih kuat, tangguh, dan ikhlas dalam memaafkan. Menyimpan dendam tidak akan membuat hidup menjadi lebih tenang. Selain itu saya merasa harus lebih banyak berbuat terutama untuk mewujudkan perdamaian,” ujar mahasiswi UPI Cabang Tasikmalaya.

Dua mahasiswa STAI Al-Ma’arif Ciamis alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Mahasiswa -yang diselenggarakan AIDA di Bandung pada 6-7 April 2019- menjadi fasilitator acara Diskusi & Bedah Film “Tangguh”. Salah satunya memetik pembelajaran dari isi film tersebut. “Pemahaman agama yang salah dan sikap yang terlalu fanatik terhadap suatu ajaran dapat menggiring seseorang pada ekstremisme dan kekerasan. Oleh karena itu, sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa, kita tidak boleh hanya mempelajari sesuatu dari satu sumber saja. Kita harus banyak membuka pikiran untuk berbagai ilmu dan kajian,” ungkapnya.

Komunitas Literasi From Bego to Hero Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma’arif Ciamis, bekerja sama dengan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) menyelenggarakan Diskusi & Bedah Film “Tangguh” dengan tujuan untuk mengajak kalangan mahasiswa agar senantiasa melestarikan perdamaian, baik di lingkungan kampus maupun lingkungan sekitar. [LADW]

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas)...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...