Home Berita Silaturahmi, Upaya Penyintas Untuk Saling Menguatkan
Berita - Pilihan Redaksi - 1 week ago

Silaturahmi, Upaya Penyintas Untuk Saling Menguatkan

Aliansi Indonesia Damai- Bagi para korban aksi terorisme, baik korban langsung maupun tidak langsung, rasa sakit dan trauma menjadi bagian dalam hidup yang tak mudah untuk dihilangkan. Rasa pedih itu bahkan masih terasa hingga kini. Namun demikian, peristiwa kelam seperti itu tidak menghalangi sejumlah penyintas bom Kampung Melayu dan bom Thamrin untuk bersilaturahmi dan saling menguatkan.

Silaturahmi antar penyintas itu terwujud saat Aliansi Indonesia Damai (AIDA) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) menggelar acara “Silaturahmi dan Buka Bersama dengan Korban Aksi Terorisme” di Hotel Sahati, Jakarta pada Sabtu (25/5/2019). Sejumlah korban bom Kampung Melayu yang hadir yaitu M Tasdiq, Jihan, Susi Afitriyani (Pipit), dan Dewi Sunarti (Ibunda Agung salah seorang korban). Sementara dari korban bom Thamrin antara lain Agus Kurnia dan Dwi Siti Romdhoni, serta Ketua YPI Sucipto Hariwibowo.

Tasdiq, Pipit, Jihan dan Dewi Sunarti saling berbagi kisah kepada para penyintas yang lain. Pada kesempatan itu misalnya, Dewi Sunarti menceritakan bahwa sejak kejadian horor dua tahun lalu itu, Agung masih merasakan sakit hingga saat ini. Meskipun demikian, Agung sudah bisa beraktivitas kembali walaupun tidak senormal sebelum terkena bom. “Kini dia (Agung) sudah beraktivitas kembali. Meski kadang masih merasakan sakit saat beraktivitas seperti biasa,” tuturnya. Agung sendiri merupakan korban langsung bom Kampung Melayu pada tahun 2017 lalu. Saat ini Agung kembali bekerja sebagai sopir Kopaja M20.

Sebagai “senior”, Dwi Siti Romdhoni (Penyintas Bom Thamrin) menyampaikan bahwa dia bersedia untuk membantu para korban bom Kampung Melayu dan korban terorisme lainnya. Sementara Ketua Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), Sucipto Hariwibowo menambahkan dan menegaskan bahwa YPI akan selalu ada untuk membantu para korban terkait kebutuhan dan pemenuhan hak-haknya oleh negara, baik berupa kompensasi, rehabilitasi medis, rehabilitasi psikososial, dan lain-lain.

Silaturahmi antar penyintas ini disambut baik oleh korban dan AIDA. Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan upaya penyintas untuk saling menguatkan satu sama lain. (FS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *