HomeBeritaKemenkumham Beri Penghargaan Kepada...

Kemenkumham Beri Penghargaan Kepada AIDA

Aliansi Indonesia Damai – Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly, menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah individu dan lembaga yang menjadi mitra kerja Kemenkumham, khususnya dalam hal pengembangan dan pembinaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Salah satu lembaga yang menerima penghargaan tersebut adalah Aliansi Indonesia Damai (AIDA).

Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Menkumham kepada Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi. AIDA mendapatkan penghargaan selaku mitra kerja yang mendukung pembinaan kepribadian kepada narapidana kasus terorisme melalui program dialog dengan korban terorisme.

Penyerahan dilakukan di sela-sela seremonial peresmian Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (22/8). Acara tersebut dirangkaikan dengan peresmian Balai Pemasyarakatan Kelas II Nusakambangan, serta Rumah Susun dan Rumah Khusus bagi petugas pemasyarakatan di Lapas Karanganyar Nusakambangan.

Foto bersama Menkumham, Dirjen Pemasyarakatan, dan para mitra yang menerima penghargaan.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, menghaturkan terima kasih dan apresiasi kepada sejumlah mitra kerja yang telah membantu program-program pembinaan dan pengembangan di lembaga pemasyarakatan.

Secara terpisah, Direktur AIDA menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri, Dirjen Pemasyarakatan dan jajarannya, khususnya kepada para petugas Lapas yang sangat mendukung dan membantu kegiatan AIDA. “Semoga dengan penghargaan ini, kami lebih terpacu untuk melakukan yang terbaik dalam kegiatan-kegiatan di Lapas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkumham Yasonna Laoly menjelaskan bahwa Lapas Kelas IIA Karanganyar akan diperuntukkan bagi narapidana risiko tinggi (high risk) dengan menerapkan sistem super maximum security (SMS). Narapidana yang dianggap berisiko tinggi misalnya yang memiliki ideologi atau paham ekstrem yang sangat mendalam. “Secara keamanan, narapidana tipe ini tidak terlalu berbahaya, namun jika melihat kemampuan agitasinya dan propagandanya, secara sosial termasuk berbahaya,” katanya.

Penanganan secara khusus juga dilakukan terhadap bandar-bandar besar narkoba. Karena itu, dalam konsep penyelenggaraan pemasyarakatan, para narapidana dipisahkan oleh jenis risiko sehingga penanganannya pun disesuaikan. Narapidana Lapas SMS juga akan mendapatkan reward, antara lain pemindahan ke Lapas maximum, medium, bahkan minimum (security) jika setelah dievaluasi ada perbaikan perilaku dan penurunan ancaman risiko. [MSY]

Baca juga Direktur PAS: Sinergi Lapas dan Penyintas untuk Indonesia Damai

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...