HomeBeritaIslam Rahmat Identik Perdamaian

Islam Rahmat Identik Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Perdamaian merupakan kebutuhan hidup bagi setiap umat manusia. Atas dasar itu agama Islam hadir di muka bumi sebagai rahmat bagi kehidupan manusia dan seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin).

Demikian pesan yang disampaikan Dr. KH Hamim Ilyas saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama yang digelar AIDA secara virtual akhir Oktober lalu. Menurut dia, Islam yang dirisalahkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah agama yang menjunjung tinggi perdamaian, selaras dengan makna Islam itu sendiri.

Kehidupan umat manusia tidak akan menjadi bermakna tanpa nilai-nilai perdamaian. “Kebutuhan setiap kita adalah al-hayat al-thayyibah, yaitu kehidupan yang baik, sehingga Islam rahmatan lil ‘alamin yang otentik itu hadir dalam kerangka perdamaian,” ujar Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu.

Baca juga Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya

Dengan mengutip kandungan Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 107, ia menjelaskan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang baik, diperlukan usaha yang maksimal untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. “Indikatornya adalah lahum ajruhum ‘inda rabbihim (sejahtera), wa la khaufun ‘alaihim (damai), wa la hum yahzanun (bahagia),” ucap Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu.

Hamim menyatakan bahwa rahmat adalah ekspresi cinta untuk memberikan kebaikan yang nyata bagi kebutuhan hidup manusia. Dari kandungan ajaran Islam seperti itu, rahmat Allah akan tecermin bagi kebaikan hidup umat manusia. Allah SWT lantas mengutus Nabi Muhammad SAW semata-mata untuk memberikan rahmat. “Kata Nabi, saya diutus sebagai rahmat, tidak sebagai laknat,” tuturnya.

Baca juga Membangun Hidup Bersama dalam Damai

Lewat ajaran Islam yang demikian, Nabi kemudian membangun sistem nilai-nilai luhur kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman pada ajaran Islam yang memberikan kedamaian bagi setiap manusia. Salah satu yang paling ditekankan adalah membangun kehidupan dengan nilai-nilai kebaikan dan moralitas yang luhur.

“Untuk mewujudkan rahmat, Nabi melakukan utammima makarimal akhlak, yakni menyempurnakan akhlak, membangun sistem nilai, menjadi pendidik yang memudahkan, tidak yang menyulitkan dan tidak menjadi sulit,” katanya menambahkan.

Dengan demikian, ajaran Islam berlandaskan perdamaian yang diperuntukkan kebaikan hidup umat manusia.  “Hidup dengan damai sedamai damainya, bahagia sebahagia-bahagianya. Ini landasan agama Islam,” tuturnya memungkasi. [AH]

Baca juga Membangun Perdamaian dengan Wasathiyah

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....