HomeInspirasiAspirasi DamaiKesabaran dan Pemaafan

Kesabaran dan Pemaafan

Setiap orang pasti pernah mengalami musibah, baik itu berkaitan dengan apa yang terjadi secara alamiah atau karena faktor kesengajaan. Saat menghadapi musibah, manusia dihadapkan pada dua opsi respons: sabar atau marah. Opsi ini tak bersifat hitam-putih. Orang yang bersikap sabar belum tentu tidak marah, namun mampu meredam dan kemudian melepaskannya.

Kesabaran merupakan nilai kehidupan yang sangat mulia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sabar dimaknai dengan sikap tahan terhadap cobaan dengan tidak mudah menyerah dan patah hati. Kesabaran adalah antidot amarah. Kesabaran membuat seseorang dapat mengendalikan emosi negatif yang ada dalam dirinya.

Baca juga Menjaga Akhlak di Medsos

Kita bisa mencontoh apa yang pernah dialami oleh Ibnu Taimiyah, salah seorang ulama besar yang sangat kritis terhadap praktik tasawuf, namun masih sangat menghormati para tokoh sufi yang hidup pada zamannya. Ia yang ditahbiskan sebagai “Syaikhul Islam” pernah dipenjara karena perdebatan dan kritiknya yang sangat tajam terhadap pemerintah yang berkuasa pada zamannya.

Menurut Ibnu Taimiyah, kesabaran dan keimanan merupakan dua ajaran utama dalam Islam. Kesabaran meneguhkan keimanan seseorang, terutama ketika mendapatkan cobaan dan musibah. Walhasil dengan sikap itu, Ibnu Taimiyah justru berhasil menulis banyak karya di balik jeruji penjara. Dari ujian (mihnah) yang ditimpakan penguasa atasnya saat itu, ia tidak menaruh dendam bahkan menulis tentang tema sabar dan keimanan. Ia malah mendoakan dan memberikan maaf kepada orang yang telah membuatnya harus mendekam di balik jeruji.

Baca juga ‘Kepungan’ Menjaga Harmoni

Islam memang menekankan pentingnya sabar, terutama kesabaran dalam menjalankan perintah Allah Swt. Sifat kesabaran tidak hanya terbatas dalam ketaatan atau saat menghadapi musibah, akan tetapi juga bersabar untuk tidak melakukan kemungkaran yang bisa memberikan dampak negatif kepada orang lain. Al-Qur’an melabeli “Fasabrun Jamilun” (kesabaran itu sangat mulia dan indah).

Tidak hanya itu, para ulama salaf juga menegaskan kesabaran sebagai pokok utama dalam keberagamaan. Sebagaimana dikatakan oleh Sahal al-Tusturi bahwa bentuk kesabaran atas musibah yang terjadi dengan cara israrul mihnah wa idzharul minnah (menyembunyikan segala macam derita/cobaan, sembari memperlihatkan anugerah dan kegembiraan).

Baca juga Berdamai dengan Ketidaksukaan

Kesabaran adalah kunci untuk melewati segala macam musibah, terlebih dalam kondisi pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir. Sebagaimana pepatah, kesabaran tidak ada batasnya, maka situasi ujian pandemi sekarang sejatinya lebih sempit ketimbang kesabaran.

Kita bisa belajar dari para penyintas terorisme yang mampu bersabar atas musibah yang menimpanya kemudian memberikan maaf kepada orang yang menyebabkan dirinya terluka. Pun kepada orang-orang yang bertobat dari kelompok terorisme, mereka tidak pernah sungkan untuk meminta maaf atas apa yang telah terjadi, sekalipun mereka tidak terlibat langsung. Pemaafan memang tidak akan menggantikan apa yang sudah hilang dan pergi, akan tetapi bisa membangun masa depan yang jauh lebih baik.

Baca juga Falsafah Bugis untuk Perdamaian Bangsa

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery...

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...