HomeBeritaEkstremisme Rentan di Era...

Ekstremisme Rentan di Era Pandemi

Aliansi Indonesia Damai- Paham ekstremisme masih menjadi ancaman bagi masyarakat luas, terutama kalangan pelajar. Meski situasi pandemi, ekstremisme masih sangat rentan. Kelompok ekstrem justru gencar menyebarluaskan paham dan ajakan kekerasan di jagat maya, khususnya via media sosial. Padahal di sisi lain, kegiatan belajar mengajar (KBM) kebanyakan dilakukan secara daring. Sehingga mengharuskan pelajar lebih aktif di jagat maya.

Direktur Eksekutif AIDA, Riri Khariroh, mengingatkan hal itu kepada puluhan siswa yang mengikuti Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” pada Senin (04/10/2021). Kegiatan digelar AIDA bekerja sama dengan Kemendikbud Ristek dan tiga SMA Negeri di kota Malang, yaitu SMAN 1 Malang, SMAN 2 Malang, dan SMAN 3 Malang.

Baca juga Dialog Mahasiswa UHO Kendari dengan Ahli Terorisme

Dalam kesempatan itu Riri menekankan pentingnya nilai-nilai ketangguhan bagi generasi muda agar tidak terpapar paham ekstrem. Tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga secara mental dan spiritual. Nilai ketangguhan diyakini mampu menangkal paham ekstrem sekaligus menjadikan generasi muda sebagai duta perdamaian bagi masyarakat luas.

“AIDA sebagai lembaga yang sangat concern dengan isu perdamaian, dan Kemendikbud yang concern dengan dunia pendidikan dan karakter generasi muda, berkolaborasi untuk menumbuhkan generasi muda yang tangguh. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental dan spiritual,” ujar lulusan Ohio University, Amerika Serikat.

Baca juga Terorisme bukan Ajaran Islam

Menurut Riri, kampanye-kampanye damai penting digencarkan karena generasi muda rentan terpapar paham kekerasan. Kegiatan itu juga selaras dengan visi Kemendikbud untuk menumbuhkan karakter generasi muda yang antikekerasan. “Mas Menteri Pendidikan (Nadiem Makarim: red) selalu menekankan tiga dosa besar di dunia pendidikan; bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi ekstremisme,” kata Riri.

Saat pandemi, Riri melihat penyebaran paham ekstrem masih terjadi di media sosial. Hal itu mengindikasikan bahwa kerentanan paham ekstrem masih terjadi. “Kami melihat pesan dan propaganda yang dilakukan kelompok ekstrem untuk menghasut masyarakat, terutama generasi muda, masih berseliweran di sana-sini, khususnya di media sosial,” tuturnya.

Baca juga Wawasan Wasathiyah Tangkal Ekstremisme

Karena itu dia mengajak para siswa untuk belajar makna ketangguhan dari mantan pelaku terorisme yang insaf dan beralih ke jalan perdamaian. Ia juga mengajak menyerap makna ketangguhan dari kisah penyintas terorisme yang mampu bangkit dari keterpurukan.

Terakhir ia berharap kisah-kisah korban dan mantan pelaku tidak hanya berhenti di acara tersebut, tetapi juga mampu diterapkan inspirasi-inspirasinya dalam kehidupan sehari-hari. “Kami harapkan siswa-siswi dapat belajar dan mengambil inspirasi dari kisah-kisah para narasumber,” ujarnya memungkasi sambutan. [AH]

Baca juga Imam Besar Istiqlal: Amalkan Al-Qur’an secara Objektif

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru)...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengapresiasi Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu. “Hajatan ini cukup bermakna bagi kita...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya, Dewan Pakar HISPISI Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 03 September 2026 TOPIK ini melampaui pendidikan dalam berbagai perspektif, yang sering dibatasi pada kelompok bidang studi atau keilmuan. Pesatnya kemajuan...

Membaca Pancasila dari Bawah

Oleh Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 September 2026 Kemajemukan bangsa ini secara politis-ideologis disatukan oleh Pancasila. Sejauh ini dari kelima sila itu pembahasan paling banyak ditekankan pada sila pertama Ketuhanan yang Mahaesa, untuk menciptakan kondisi yang harmonis dari sekian ragam...

Menghargai Perbedaan dan Menjaga Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said menekankan pentingnya umat Islam menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan. Dalam Islam, kata dia, dikenal tiga jenis persaudaraan (ukhuwah) yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan keislaman), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). “Kalau kita tidak bersaudara sama-sama...

Erosi Otoritas Ilmiah

Oleh Imam Mujahidin Fahmid, Guru Besar Universitas Hasanuddin, Kepala Pusat Kajian Opini Publik untuk Demokrasi dan Pembangunan LPPM Universitas Hasanuddin Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 31 Agustus 2026 Dalam belasan tahun terakhir, kehidupan kolektif bangsa Indonesia memperlihatkan gejala yang patut dicermati, yakni menguatnya kecenderungan antisains...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...