HomeBeritaTerorisme bukan Ajaran Islam

Terorisme bukan Ajaran Islam

Aliansi Indonesia Damai- AIDA bekerja sama dengan  Pondok Pesantren An-Nahdlah, Makassar, menggelar Diskusi dan Bedah Buku La Tay’as: Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya secara daring, Minggu (26/9/2021).

Salah satu narasumber kegiatan adalah Bukhari Muslim, Pembina Ponpes An-Nahdlah, yang juga alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian AIDA yang digelar beberapa waktu sebelumnya. Bukhari mengucapkan terima kasih kepada AIDA yang telah memberinya kesempatan mengetahui kisah korban dan mantan pelaku terorisme.

Baca juga Wawasan Wasathiyah Tangkal Ekstremisme

Dalam hematnya, AIDA telah membuat formula metodologis dalam menghadapi permasalahan terorisme melalui kisah korban dan mantan pelaku. Dengan pendekatan ibroh, publik diharapkan mengambil pembelajaran dari kisah dua pihak tersebut.

“Dari situ kita menyadari, ternyata aksi terorisme itu bahaya sekali. Selama ini kita hanya mendengar sekilas jumlah korban dari media, padahal kisah sebenarnya lebih menyentuh,” tutur Bukhari.

Baca juga Imam Besar Istiqlal: Amalkan Al-Qur’an secara Objektif

Ia mengaku sedih ketika mendengar ada korban terorisme yang kehilangan anggota tubuh, mengalami kerusakan organ, hingga kehilangan orang terkasih. Padahal sebagian korban hanya sekadar melintasi lokasi ledakan, lalu terkena dampaknya. Bukhari semakin yakin bahwa aksi terorisme adalah perbuatan yang keliru, merugikan, dan bukan ajaran Islam.

Bukhari berkaca pada sejarah perjuangan Islam. Menurut dia, umat Islam diperbolehkan menggunakan kekerasan hanya dalam keadaan sedang membela diri. Ayat-ayat yang mengandung unsur kekerasan seperti peperangan turun karena Nabi dan sahabatnya mengalami kezaliman yang luar biasa dari kelompok Quraisy yang zalim.

Baca juga Dialog Ulama Sulsel dengan Penyintas Bom Thamrin

“Nabi hendak dibunuh, pengikutnya disiksa, diboikot sampai tiga tahun lamanya. Sehingga mau tidak mau harus melakukan perlawanan,” tuturnya.

Oleh karena itulah Bukhari menekankan pentingnya memahami dalil agama berdasarkan konteks historisnya. Ia mengkritik pihak yang menyalahartikan ayat tertentu untuk melegitimasi aksi-aksi kekerasan. “Al-Qur’an menggunakan kata qaatilu, itu maknanya saling berperang. Beda sama qatala yang artinya membunuh secara sepihak,” katanya menjelaskan.

Ia juga mengutip kisah Nabi Muhammad Saw dalam peristiwa Fathu Makkah. Nabi menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Orang-orang Quraisy yang pernah menyakiti beliau pun dimaafkan. Padahal kalau terobsesi dengan dendam, bisa saja Nabi membalas orang-orang yang telah menyakitinya. “Dari situ terlihat bahwa kekerasan bukanlah sebuah tujuan, tapi langkah awal untuk perdamaian,” ujar Bukhari. [FAH]

Baca juga Penyintas Bom Ajak Ulama Sulsel Bangun Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat...

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari sejumlah UPT Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di pulau Jawa mengikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 September 2026 Para pendiri Indonesia sungguh bijaksana dan visioner. Mereka merumuskan misi yang harus dilakukan sebagai kewajiban konstitusional pemerintahan Republik Indonesia untuk terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Satu di...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...