HomeBeritaMenuju Generasi Remaja yang...

Menuju Generasi Remaja yang Tangguh

Aliansi Indonesia Damai- Menjadi generasi yang tangguh merupakan keniscayaan. Tantangan di masa depan tak mudah. Generasi remaja yang tangguh harus disiapkan untuk menjadi tulang punggung masa depan perdamaian Indonesia.

Demikian pesan yang disampaikan aktivis perdamaian, Fahmi Suhudi, saat menjadi fasilitator dalam kampanye damai AIDA di SMAN 8 Pekanbaru, Riau, Senin (23/10/2022). Ia menekankan, generasi remaja mesti memersiapkan diri untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih damai.

Baca juga Generasi Tangguh SMK Islamiyah Ciputat

Dalam hematnya, ancaman narasi kekerasan, terutama di kalangan remaja masih terus terjadi. “Generasi yang tangguh adalah pribadi yang tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Bisa berdamai dengan diri sendiri dan menatap masa depan yang lebih damai,” ujar Fahmi.

Acara bertema “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” itu dihadiri tujuh puluhan siswa dari berbagai latar belakang. Melalui kegiatan tersebut generasi remaja diharapkan mampu menyerap kisah-kisah inspiratif dari pertobatan mantan pelaku terorisme dan kebangkitan para korbannya. Harapannya generasi muda lebih peduli dan memahami makna perdamaian.

Baca juga Generasi Pembelajar SMK Al-Hidayah Ciputat

Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengungkapkan, saat ini tantangan generasi remaja cukup kompleks, sebab di era media sosial setiap individu dapat menyampaikan pikiran-pikirannya, termasuk provokasi dan kebencian. Kenyataan ini merupakan ancaman perdamaian. “Tantangan generasi remaja kini adalah mengubah kebencian menjadi cinta, terutama kepada kelompok yang berbeda,” ujarnya.

Ancaman yang tak kalah menantang di mata Fahmi adalah gerakan dan paham ekstrem. Gerakan ekstrem gemar merekrut kalangan remaja untuk melakukan aksi-aksi kekerasan. Bila itu terjadi, yang paling dirugikan bukan hanya para korban yang harus menanggung luka dan kehilangan orang-orang tersayang, tetapi juga masa depan generasi bangsa.

Baca juga Pesan Damai Siswa SMKN 7 Tangsel

“Generasi remaja wajib mewaspadai berbagai ajakan yang menyerukan kepada aksi kekerasan. Bisa saja itu dibalut oleh paham atau ideologi agama yang mengesankan itu diperbolehkan. Namun jauh panggang dari api, ternyata menimbulkan banyak korban dan berdampak kepada kerusakan moral dan fasilitas publik,” kata Fahmi dengan tegas.

Ia berharap generasi remaja di Riau mampu bersama-sama menyuarakan perdamaian. Meski terkesan kecil, gerakan yang dilakukan secara kolektif diyakini dapat memberikan dampak positif bagi perdamaian.“Generasi Riau bisa membangun komunitas dan berjejaring dalam menangkal potensi kekerasan. Mulai dari lingkup terkecil, terdekat, seperti pertemanan, per-koncoan, sekolah, dan di tempat-tempat umum,” ujar alumni Ponpes Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan itu memungkasi paparan. [AH]

Baca juga Menginspirasikan Ketangguhan di SMAN 2 Surakarta

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...