HomeBeritaKekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah

Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menggelar safari kampanye perdamaian di lima sekolah di Kota Malang beberapa waktu lalu. SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk diadakan kegiatan “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh.” Sesuai tema, kegiatan bertujuan untuk menguatkan karakter ketangguhan pelajar terhadap pelbagai tantangan serta mendorong mereka agar aktif menggelorakan perdamaian.

Sebanyak 80 siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang aktif berpartisipasi dalam Diskusi Interaktif. Mereka tampak khusyuk menyimak penuturan kisah korban dan mantan pelaku terorisme. Dari kisah korban, para siswa mengambil pelajaran tentang ketangguhan saat ditimpa musibah. Pribadi tangguh mesti mampu bangkit dari keterpurukan, seberat apa pun derita yang menimpa. Pun dari sisi mantan pelaku, para siswa menyerap pembelajaran bahwa setiap insan pasti pernah melakukan kesalahan. Sebaik-baik orang yang berbuat salah tak lain ialah yang belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terjatuh pada kesalahan yang sama di masa depan.

Baca juga Siswa SMKN 1 Singosari Malang: Teroris ‘Korban’ Ketidaktahuan

Riuh ramai menggema saat para peserta mendiskusikan isu yang dilontarkan fasilitator. Mereka berdiskusi dalam kelompok-kelompok, saling mengutarakan gagasan dan wawasan.  Pun ketika para siswa berpacu menjawab kuis trivia seputar pembelajaran, mereka tampak bersemangat.

Seorang siswi mengaku mendapatkan pembelajaran berharga dari kisah korban dan mantan pelaku yang diulas dalam kegiatan. Ia berkesimpulan bahwa kekerasan bukanlah solusi atas segala macam persoalan. “Makin mengerti bahwa semua permasalahan tidak harus diselesaikan dengan kekerasan,” ujarnya. Dalam benaknya, berkaca dari pengalaman Sudirman A. Talib, penyintas aksi teror Bom Kuningan 2004, apabila kekerasan kemudian dibalas dengan kekerasan yang sama maka yang terjadi bukan permasalahan selesai, justru sebaliknya timbul masalah baru yang lebih besar. Kesumat hampir pasti berlarut-larut dari para pihak yang bertikai.

Baca juga Membina Kedamaian di Sekolah dari Kisah Penyintas dan Pelaku

Pandangan lain tentang kiat membangun dan menjaga perdamaian dari kisah korban dan mantan pelaku disampaikan oleh siswa lainnya. Ia mengaku, “Saya dapat menambah ilmu tentang pentingnya berdamai dengan orang lain dan berdamai dengan diri sendiri. Karena, jika tidak bisa berdamai dengan diri sendiri maka juga tidak akan bisa berdamai dengan orang lain.”

Semangat para siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang dalam menyuarakan perdamaian layak menjadi inspirasi bagi para pelajar di seluruh Indonesia. Membangun perdamaian merupakan kewajiban bersama seluruh elemen bangsa. Terkhusus bagi generasi pelajar, perdamaian sudah semestinya menjadi kultur yang harus dijunjung tinggi dalam ekosistem pendidikan. [YNWA]

Baca juga Ketangguhan Memfilter Informasi

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...

Penyesalan Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut. “Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar...

Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin

Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil...

Menjaga Relevansi Program Studi lewat Transformasi

Oleh Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Mei 2026 Setiap tahun perguruan tinggi Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana. Namun, banyak di antaranya kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai. Wacana penataan program studi yang dilontarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)...

Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Iswanto, eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah mengaku ia bersama rekan-rekannya di komunitas Yayasan Lingkar Perdamaian aktif merangkul dan mengajak mereka yang masih berpemikiran ekstrem untuk kembali ke jalan perdamaian. “Saya berusaha supaya mereka tidak melakukan aksi kekerasan lagi, bahkan yang masih...

Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menerima banyak tantangan saat hijrah dari pemikiran ekstrem ke pemikiran moderat (wasathiyah) dan kembali ke jalan perdamaian. “Dahulu kami terjerumus ke pemikiran radikal, terus kembali atau berubah pemikirannya,...

Takfir Harus Berdasarkan Dalil Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery, mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, mengaku dirinya pernah keliru dalam menetapkan vonis kafir (takfir) kepada orang atau kelompok lain yang memiliki pemahaman kegamaan berseberangan dengan dirinya maupun kelompoknya. Menurut dia, kelompok Jamaah Ansharud...

Memaknai Ulang Hari Kartini: Kesetaraan adalah Rasa Aman

Oleh Dina Diana, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 20 April 2026 Setiap tahun kita merayakan Hari Kartini dengan semangat emansipasi, pendidikan, dan kemajuan perempuan. Di hari itu kita mengenang keberanian Ibu Kartini dalam mengekspresikan idenya tentang dunia yang lebih adil untuk...

Bersyukur Diberi Kesempatan Kedua

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan kedua oleh Allah Swt. Meski tubuhnya terluka akibat terkena ledakan bom terorisme namun ia masih bisa selamat dan sembuh. Rasa bersyukur itu juga yang mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan akibat aksi...