Home Publikasi Berita Foto Mengetuk Pintu Rahmat-Mu
Berita Foto - Pilihan Redaksi - 2 weeks ago

Mengetuk Pintu Rahmat-Mu

Oleh Pandu Dwi Laksono (Penyintas Bom Kampung Melayu 2017)

Puisi ini pernah dimuat Newsletter SUARA PERDAMAIAN Edisi XXXV Januari 2023

Hamba yang menjadi manusia

Hamba yang menyusuri jalan setiap sudut bumi

Hamba yang terkadang taat, terkadang lalai

Mencari di mana letak harapan itu berada

Aku hamba yang selalu bertanya-tanya kepada Tuhanku

Tuhan, skenario apa yang Engkau buat?

Tuhan, apakah hamba antagonis atau protagonis?

Tuhan, bukankah Engkau Maha Pengasih, Maha Penyayang?

Tuhan, apakah hamba terlalu lancang kepada-Mu?

Hamba hidup di antara redup dan sunyi

Menapak dan berjalan di atas sesuatu yang tipisnya seperti helaian rambut

Manusia lain hanya membuat gaduh dan ketakutan

Dibuat semakin cemas, semakin berlarut

Seketika ada guncangan dahsyat

Hati hamba sedetik dua detik bergetar hebat

Getaran asa ternyata yang hamba rasakan

Yang menggetarkan alam semesta dan ‘arsy

Tandanya, Tuhan telah menjawab pertanyaan hamba

Dijawab melalui relung hati sanubari

Dari sini hamba tahu bahwa hati lebih luas dari semesta

Syukur hamba atas besarnya karunia dan rahmat-Mu. Aamiin.

*Puisi di atas ditulis Pandu sebagai refleksi untuk mengenang peristiwa yang dialaminya, tragedi teror bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada 24 Mei 2017. Ia sedang bertugas mengamankan pawai remaja masjid menyongsong bulan Ramadan kala itu. Ledakan bom menodai khusyuknya umat Islam yang menanti datangnya bulan suci malam itu. Sebagai anggota kepolisian, ia bergegas memberi pertolongan kepada korban yang terkapar. Di luar dugaan, ledakan bom kedua terjadi, menyebabkan luka di beberapa bagian tubuhnya. Kepada redaksi Pandu menitipkan harapan agar seluruh bangsa Indonesia bahu-membahu melestarikan perdamaian di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *