HomeBeritaDirjen Pemasyarakatan: Sinergi Korban,...

Dirjen Pemasyarakatan: Sinergi Korban, Pamong, dan Mantan Napiter

Pelatihan untuk para pamong warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada awal September 2019 lalu terasa lebih istimewa dari pelatihan biasanya. Pelatihan yang diselenggarakan AIDA dan Ditjenpas tersebut memunculkan “gagasan baru” dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, yakni sinergi korban, pamong dan mantan narapidana teroris (napiter) dalam membangun perdamaian di Indonesia, khususnya di Lapas. 

Hadir untuk memberikan sambutan dan pengarahan, Dirjenpas perempuan pertama itu  menyampaikan bahwa dalam membina WBP dan tahanan di Lapas dan Rutan, khususnya kasus terorisme, wali atau pamong memiliki peran yang sangat vital guna mencegah tersebarnya paham kekerasan. Ia menilai bahwa salah satu pendekatan yang tepat dalam pencegahan paham ekstrem  adalah dengan memahami kisah korban. 

“Penting untuk dipahami oleh teman-teman yang berhadapan langsung dengan WBP untuk memiliki kesadaran bagaimana penderitaan korban saat itu atau pada saat ditinggal orang terkasih, sehingga nantinya WBP juga bisa tahu bahwa apa yang diyakininya adalah bukan sesuatu yang benar,” ungkapnya.

Baca juga Kemenkumham Beri Penghargaan Kepada AIDA

Sri Puguh juga sangat terkesan dengan kehadiran dua mantan WBP terorisme yaitu Choirul Ikhwan dan AF yang dalam pelatihan ini juga berkenan untuk membagikan kisah perjalanan mereka dari paham kekerasan menuju jalan perdamaian.

Ia berpesan, “Pertemuan-pertemuan seperti ini sangat penting buat kami untuk bisa memahami lebih utuh. Harapan kami selain dari sisi korban, bersama AIDA dengan Pak AF atau Mas Choirul yang sudah pernah belajar di lapas, kita bersama-sama bisa berkontribusi untuk mendapatkan cara pendekatan yang baik.”.

Sri Puguh berharap sinergi AIDA, Pamong, Korban dan juga Mantan Pelaku terorisme akan memberikan dampak positif bagi pencegahan terorisme. “Dengan kolaborasi antara AIDA dan Bapak/Ibu sekalian saya yakin akan membantu percepatan pembinaan di Lapas.” 

Tidak cukup di situ, Sri Puguh mengusulkan pengalaman sinergi tersebut dapat dikembangkan untuk penanganan WBP kasus lain seperti kasus narkoba dan korupsi, dimana kebanyakan dari mereka tidak merasa bersalah atas perbuatannya. Katanya, “Saya berharap pengalaman bapak-ibu ini bisa juga diterapkan untuk membina para koruptor yang tidak merasa bersalah dengan perbuatannya. Untuk itu dari forum ini saya harap kita dapat menemukan formula yang lebih tepat untuk membina WBP lainnya.”

Baca juga “Kasih Sayang Orang Tua Mengalahkan Itu Semua”

Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi sangat mengapresiasi gagasan dan usulan Dirjenpas tentang pengembangan dialog korban dan pelakunya tersebut. Yang utama adalah kemampuan para pamong dalam menggunakan kisah korban sebagai perspektif dan “amunisi” mereka dalam melakukan pembinaan kepada WBP. “Pelatihan ini dilaksanakan agar para pamong bisa memiliki perspektif dan kemampuan menjadi jembatan dari silaturahmi dan dialog antara korban dan WBP,” tegas alumnus universitas al Azhar, Kairo Mesir tersebut. 

Pelatihan Tingkat Lanjut Penguatan Perspektif Korban bagi Petugas Pemasyarakatan: Belajar Dari Pengalaman Dialog WBP Terorisme-Korban tersebut dihadiri oleh 20 petugas pemasyarakatan yang terdiri dari 14 perwakilan petugas lapas dari berbagai daerah serta 6 orang staf Ditjenpas. Dalam pelatihan ini mereka saling berbagi pengalaman dalam membina WBP di lapas masing-masing, termasuk saat mengikuti kegiatan silaturahmi dan dialog antara WBP kasus terorisme dengan korban yang diselenggarakan oleh AIDA. 

Dalam kegaiatan ini salah satu korban aksi terorisme, Nanda Olivia Daniel korban Bom Kuningan 2004) juga berbagi pengalaman saat pertama kali bertemu dan berdialog dengan napiter di Lapas. Selain Nanda, korban lain yang hadir membagikan kisahnya adalah  Jihan Thalib (korban Bom Kampung Melayu 2017) dan Wenny Anggelina (korban Bom Surabaya 2018). [LADW)]

Baca juga Keluarga Berperan Penting dalam Menjaga Kedamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...