Aliansi Indonesia Damai- Para korban Bom Bali 2002, sangat berat memikul beban dan derita kehilangan sosok suami sekaligus tulang punggung keluarganya. Hal itu dirasakan para korban selama bertahun-tahun seorang diri. Mereka pun terpaksa memikul peran ganda sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anaknya.
Hal itulah yang dirasakan salah satu...
Oleh Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen
Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 April 2026
Era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serius menempatkan kesejahteraan guru menjadi salah satu prioritas utama. Kemudian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjabarkannya lewat visi ”Guru Hebat,...
Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia
Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026
Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan.
Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...
Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme.
Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...
Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016
Oktober…
Bagiku adalah bulan penuh cerita
Derita, duka, dan air mata
Cintaku, harapanku…
Hangus terbakar api angkara
Lenyap terkubur abu nestapa
Kini kudatang di pusaramu
Kupandang indah ukiran namamu
Kupanjatkan doa untukmu
Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku
Ingin aku mendekapmu di pelukku
Meski tak kuasa tanganku...
Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain.
“Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...
Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia
Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...
Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia
Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026
Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali.
Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....
Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang
Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026
Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...
Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...
Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute
Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026
Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....
Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia
Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026
Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...