Suara Korban
Kisah Penyintas, Menolak Menyerah dari Musibah
ALIANSI INDONESIA DAMAI – Aksi terorisme selalu menimbulkan kerusakan dan korban. Tak satu pun ingin mengalami dampaknya. Namun, jika sudah menjadi garis hidup, siapa pun tidak kuasa untuk mengelaknya. Pengalaman itu dialami oleh Sucipto Hari Wibowo, seorang pegawai perusahaan swasta di Jakarta. Pada 9 September 2004, ia menjadi korban aksi…
Read More »Ni Kadek Ardani, Bangkit dari Keterpurukan
ALIANSI INDONESIA DAMAI – Tragedi Bom Bali II yang terjadi pada 1 Oktober 2005 silam, menyisakan pilu bagi korbannya. Ni Kadek Ardani, salah seorang korban Bom Bali II mempunyai kenangan pahit yang tak pernah terlupakan. Dia tidak hanya mengalami luka berat di sebagian anggota tubuhnya, tetapi juga harus rela kehilangan…
Read More »“Ujian yang Kita Hadapi Tak Melebihi Kekuatan Kita”
Albert Christiono Simatupang ialah salah satu korban ledakan bom yang terjadi di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, 9 September 2004. Sebuah mobil bermuatan bom meledak tepat di depan gedung Kedutaan yang berlokasi di Jl. HR Rasuna Said kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Investigasi polisi menyebutkan bahwa kelompok teroris Jemaah…
Read More »Kekerasan Bukanlah Jalan Terbaik
Tragedi Bom Bali I terjadi pada 12 Oktober 2002. Peristiwa ini merupakan aksi terorisme terbesar yang pernah terjadi di Indonesia sampai saat ini. Ledakan bom tersebut bukan hanya sempat mengguncang Indonesia tapi juga menjadi sorotan dunia internasional. Di balik itu semua tentunya kejadian itu meninggalkan luka dan duka yang…
Read More »“Anak-anak Jadi Pengobat Luka”
Wayan Leniasih, 39, ialah janda korban Bom Bali 2002. Suaminya, Kadek Sukerna, menjadi salah satu korban tewas dalam ledakan besar di Jl. Legian tak jauh dari objek wisata populer Pantai Kuta pada 12 Oktober 2002. Sepeninggal suami, suka duka kehidupan, termasuk tantangan dalam membesarkan putra-putrinya, harus dia hadapi seorang diri.…
Read More »Menata Kembali Kepercayaan Diri
Harapan Tita Apriyantini bekerja di bidang pariwisata sempat pupus ketika ia terkena ledakan bom terorisme di Hotel JW Marriott Jakarta, 5 Agustus 2003 silam. Ledakan bom itu menewaskan 14 korban jiwa dan ratusan luka-luka termasuk dirinya. Wanita muda itu mengalami luka bakar serius di kedua tangan. Beberapa bagian tubuhnya terkena…
Read More »Menolak Menjadi Bangsa Pelupa
Kendati mengalami penderitaan yang luar biasa, Mulyono sadar bahwa musibah yang menimpanya adalah ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Dia meyakini musibah tersebut adalah cara Tuhan menaikkan derajatnya.
Read More »Kejadian Tak Terlupakan Sepanjang Hidup
Selain mengakibatkan luka fisik, ledakan bom juga membuat Dwi dan adiknya mengalami trauma psikologis. Dwi mengaku takut untuk pergi ke tempat keramaian dan kawasan sekitar ledakan bom.
Read More »Perjuangan Menghilangkan Trauma
Setelah banyak bertemu dengan teman-temannya sesama korban, Vivi pun sedikit demi sedikit bisa bangkit. Kepercayaan dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain mulai tumbuh.
Read More »Kekuatan Harapan dan Doa
Dia teringat bahwa seberat apa pun ujian yang diberikan Yang Maha Kuasa, manusia mesti berkeyakinan bisa keluar dari cobaan itu sebab Tuhan Maha Kasih. Dari keyakinan itulah muncul semangatnya untuk sembuh dari luka akibat bom.
Read More »










