HomeBerita"Kukira Aku Akan Mati":...

“Kukira Aku Akan Mati”: Kisah Korban Teror Bom Kereta di London

Jumat (15/9/2017) pukul 08:20 warga Inggris dikejutkan dengan serangan teror di satu gerbong kereta di Stasiun Parsons Green, Fulham, barat daya London. Sebuah bom dengan kemasan ember meledak mengeluarkan api hingga melukai para penumpang.
Insiden ini menjadi serangan teror kelima di tahun 2017 yang melanda negeri Ratu Elizabeth setelah sebelumnya terjadi teror di Westminster (22 Maret), Manchester Arena (22 Mei), London Bridge dan Borough Market (3 Juni), dan Finsbury Park Mosque (19 Juni).
Saat ledakan di dalam kereta di Parsons Green terjadi, para saksi mengatakan mereka melihat banyak penumpang yang mengalami luka bakar parah. Banyak juga yang terluka karena tertindih orang-orang yang terpental karena ledakan.
Sesaat peristiwa terjadi foto-foto para korban tersebar secara viral di media massa dan media sosial. Setidaknya 29 orang terluka akibat dari ledakan tersebut. Tidak ada korban tewas dalam peristiwa ini. Di antara para korban adalah seorang anak sekolah.
Dok. The Sun – Petugas penyelamat memberikan perawatan kepada korban yang mengalami luka bakar.
Seorang saksi mata, Emma Steveton, mengatakan seorang wanita hamil terjebak dalam tumpukan manusia dan seorang anak wajahnya terbentur lantai. “Kejadian yang sangat mengerikan. Ada sekitar tiga lapis manusia di bawah saya. Yang paling membuat trauma adalah bahwa badan orang-orang menimpa saya, lalu saya berpikir, kukira aku akan mati,” ujarnya.
Korban lain, Peter Crowley, mengunggah beberapa foto yang menunjukkan wajah dan rambutnya terbakar setelah kengerian yang dia sebut sebagai “bola api” menyambar kepala para penumpang di dalam gerbong.
Dok. The Sun – Seorang korban yang terbakar rambutnya menceritakan kejadian saat diwawancara televisi.
Seorang konsultan teknologi media, Richard Aylmer-Hall, yang saat itu sedang duduk di kereta District Line mengungkapkan kengerian saat peristiwa tersebut terjadi.  Pria berusia 53 tahun itu mengatakan “tiba-tiba ada kepanikan, banyak orang berteriak, atau bahkan menjerit. Ada seorang perempuan di stasiun yang mengatakan dia melihat sebuah tas, lalu sebuah ledakan. Saya melihat seorang perempuan menangis, ada banyak teriakan-teriakan,” kata dia.
Sejumlah taksi di London Barat menunjukkan kepedulian tepat saat kejadian itu terjadi, mereka memberikan layanan gratis bagi para korban serangan teror di stasiun kereta di Parsons Green. Salah satu perusahaan angkutan yang memberikan layanan itu adalah Hayber Cars.
“Seluruh pengemudi kami memberikan layanan kepada para korban tanpa dipungut bayaran,” ujar juru bicara perusahaan kepada The Independent, seraya menambahkan beberapa pengemudi yang shift malam kembali bekerja pada pagi hari.
Perusahaan taksi lainnya, Uber, juga memberikan layanan tanpa bayaran kepada para penumpang yang ingin melakukan perjalanan akibat insiden di kereta. Bahkan perusahaan ini mengembalikan uang pelanggan yang terlanjur dibayarkan.
Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) melalui kantor berita propagandanya Amaq mengklaim bertanggungjawab atas peristiwa ledakan tersebut.
Kementerian Luar Negeri mengimbau kepada Warga Negara Indonesia yang berada di London untuk waspada pasca serangan terror ledakan yang berasal dari benda di dalam ember putih yang diletakkan di gerbong belakang kereta tersebut.
“Kemlu dan KBRI London masih terus mengikuti perkembangan aksi teror di London,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir kepada JawaPos.com, Jumat (15/9).
Armanatha Nasir memastikan tak ada WNI dalam teror tersebut. Pihaknya juga mengumumkan Hotline KBRI London untuk mencari informasi di nomor kontak +44207881221235.(SWD)
Sumber: mirror, sun,the telegraph, tempo, suara pembaruan, jawa pos, bbc

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...

Membangun Semangat Perdamaian di Kalangan Santri

Aliansi Indonesia Damai - Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustazah menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (31/01/2026). Sebanyak 60 santri...