HomeBeritaAktivis Aisyiyah Pejuang Pendidikan...

Aktivis Aisyiyah Pejuang Pendidikan Damai

Aliansi Indonesia Damai- Aktivis Aisyiyah Muhammadiyah sebagai pejuang bagi keluarga dan masyarakat diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai perdamaian bagi anak-anaknya. Pendidikan damai sejak dini dinilai penting untuk membentuk karakter masyarakat yang cinta damai.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas Jawa Tengah, Nasiyah, mengatakan, perempuan aktivis Aisyiyah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter masyarakat di lingkungan masing-masing. Peran aktivis Aisyiyah diharapkan tidak hanya mewujud bagi keluarga semata, akan tetapi juga bagi masyarakat umum.

Baca juga Peran Aisyiyah dalam Membangun Perdamaian

Dia mengungkapkan, semua aktivis Aisyiyah, dari tingkat cabang hingga ranting, adalah aktivis dakwah. “Di sini juga ada teman-teman aktivis Aisyiyah dari guru-guru PAUD, di mana mereka adalah orang pertama yang memberikan pendidikan bagi anak-anak didiknya. Mudah-mudahan diskusi ini akan membawa sesuatu yang benar-benar bermanfaat,” kata Nasiyah saat memberikan sambutan dalam bedah buku La Tay’as: Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya, yang digelar AIDA secara daring bekerja sama dengan PD Aisyiyah Banyumas, Rabu (24/12/2020).

Nasiyah menekankan, pengetahuan akan dunia terorisme secara lebih luas penting bagi para aktivis dakwah. Terlebih lagi, aksi-aksi kekerasan mengatasnamakan agama masih kerap terjadi di Indonesia. Ia pun menyayangkan klaim dari kelompok ekstrem yang acapkali menganggap cara keberagamaannya lebih baik dari yang lain. “Mereka yang melakukan aksi terorisme merasa keislamannya lebih afdhal,” ungkapnya.

Baca juga Muslim Milenial dalam Pembangunan Perdamaian

Ia berharap aktivis Aisyiyah mampu menyerap wawasan baru dari diskusi ini dan dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Ibu-ibu Aisyiyah adalah ibu pejuang sepanjang waktu, dua puluh empat jam memerjuangkan keluarga, memerjuangkan masyarakatnya. Mudah-mudahan acara ini dapat memberikan pengetahuan baru bagi kita,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu  Peneliti Kajian Terorisme Universitas Indonesia, Solahudin, Ketua Umum PD Aisyiyah Banyumas, Zakiyah, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Banyumas, Mintarti, Mantan Pelaku Terorisme, Choirul Ihwan, Penyintas Bom Bali 2002, Hayati Eka Laksmi, dan penulis buku La Tay’as, Hasibullah Satrawi. [AH]

Baca juga Dakwah Perdamaian sebagai Peran Keumatan Aisyiyah

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...