HomeOpiniKeutamaan Bersikap Kaya

Keutamaan Bersikap Kaya

Oleh Wiwit Tri Rahayu
Alumni Ponpes Ar-Risalah Lirboyo Kediri

َمَكتُوبٌ في التًورَاةِ الحَرِيصُ فَِقيرٌ وَإنْ كانَ مالِكَ الدٌنْياَ وَالمُطِيْعُ ِللهِ تَعَالىَ مُطاعٌ لِلنًاسِ وَإنْ كانَ مَمْلُوْكًا وَ القَانِعُ غَنِيٌّ وَ إنْ كانَ جائِعاً

“Tertulis di dalam Taurat, orang yang tamak adalah orang miskin, meskipun dia pemilik dunia. Orang yang taat kepada Allah akan disenangi manusia, meskipun ia seorang hamba sahaya. Dan orang yang qana’ah adalah orang kaya, meskipun ia kelaparan.”

Kalimat tersebut merupakan riwayat dari Wahab bin Munabbih Al Yamani yang tercantum dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad. Kekayaan yang sesungguhnya justru dimiliki oleh mereka yang menguasai sifat qana’ah. Mereka merasa cukup dengan segala sesuatu yang dimilikinya serta legawa atas bagiannya, karena percaya bahwa semua itu adalah rahmat Allah SWT.

Baca juga Keistimewaan Musibah

Sifat qana’ah sangat dianjurkan dalam Islam karena akan membantu kita untuk terus menerus mengingat siapa kita di dunia. Kita hanyalah hamba Allah. Kekayaan ataupun kemiskinan materi di dunia dunia tidaklah kekal. Semuanya adalah bagian dari rahmat Sang Pencinta bagi hamba-Nya. Kewajiban kita hanyalah mensyukurinya. 

Jika hati kita sedang merasa kurang, akan sangat baik untuk tetap bersyukur karena Allah telah mengatur apa-apa yang menjadi milik hamba-Nya. Kadar rezeki manusia di dunia sesungguhnya sudah diatur oleh Allah. Kelebihan atau kekurangan yang mungkin kita rasakan sesungguhnya adalah kelayakan yang Allah tentukan. 

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada para hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di muka bumi. Akan tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahateliti lagi Mahamelihat terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya” (Q.S. As-Syura: 27)

Baca juga Mengimunisasi Remaja

Jika kita lihat dari aspek psikologis, perasaan atas cukupnya rezeki yang diberikan akan menjadikan hidup lebih tenang dan hati lebih bersih. Sehingga kualitas dan tingkat kebahagiaan dalam hidup akan meningkat. Kita tidak lagi disibukkan oleh perasaan iri dengki yang selalu ingin membandingkan apa yang orang lain punya. Hidup diliputi perasaan syukur. Telah tertulis jelas dalam Al-Qur’an, barang siapa yang bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah, niscaya Allah akan melebihkan nikmat tersebut.

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih” (Q.S. Ibrahim: 7)

Pun sebaliknya, jika kita sedang merasa lebih, alangkah baiknya kita selalu mengingat bahwa apa yang kita miliki saat ini bisa hilang dalam sekejap atas kuasa Allah SWT. Tidak heran jika kemudian muncul perkataan ‘di atas langit masih ada langit’.

Baca juga Bersyukur Pantang Mengeluh

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia memiliki kesombongan di hatinya, pun mungkin hanya sebesar biji sawi. Perasaan sombong bukan melulu tentang apa yang kita ucapkan ataupun apa yang kita lakukan, tapi juga tentang apa yang kita pikirkan. Kendati hanya hati yang merasa bahwa diri ini lebih dari orang lain, sudah menunjukkan bahwa masih ada kesombongan dalam diri. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah SAW:

 لا يَدْخُلُ الجَنّةَ مَنْ كانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقاَلُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. فقال رَجُلٌ: إنّ الرّجُلَ يُحِبُّ أنْ يَكُونَ َثوْبُهُ حَسَناً، وَنَعْلُهُ حَسَناً؟ فقال: إن الله جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ. اَلِكبْرُ بَطَرُ الحَقِّ، وغَمْطُ النّاسِ

“Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi.’ Lalu seorang lelaki bertanya, ‘Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?’ Beliau menjawab bahwa sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR Muslim No. 91).

Baca juga Guru dan Pendidikan Karakter

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...