HomeBeritaDukungan Pertobatan Mantan Teroris

Dukungan Pertobatan Mantan Teroris

Aliansi Indonesia Damai- Tidak ada manusia yang tidak bisa berubah. Inilah yang dialami oleh Choirul Ihwan, mantan pelaku ekstremisme kekerasan. Ia bertahun-tahun mendekam di penjara akibat perbuatannya. Kisahnya berawal dari ajakan temannya, sering berdiskusi, dan banyak membaca buku-buku mengenai paham-paham kekerasan. Ditambah dengan hubungan dengan keluarganya yang kurang hangat.

Choirul menuturkan perjalanan hidupnya dalam acara Pengajian Daring Bedah Buku La Tay’as: Ibroh dari Kehidupan Teroris dan Korbannya, yang digelar AIDA bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas, Rabu (23/12/2020).

Baca juga Perjumpaan Aktivis Aisyiyah dengan Penyintas Bom Bali

Irul, sapaan akrab Choirul, sempat bergabung dengan sejumlah organisasi keagamaan sebelum kemudian bersama teman-temannya memutuskan membentuk kelompok sendiri bernama Jamaah Taliban Melayu. Selama dalam kelompok tersebut ia mengikuti pelatihan semimiliter.

Salah seorang rekannya terlibat dalam penyerangan markas Polres di salah satu kota di Jawa Tengah. Akibat perbuatannya ia sempat melarikan diri ke luar Jawa untuk bersembunyi, sebelum kemudian tertangkap pada tahun 2013 dan menjalani hukuman penjara.

Baca juga Aktivis Aisyiyah Pejuang Pendidikan Damai

Saat dalam masa pelarian, Irul mengalami perubahan secara bertahap. Ia mulai mempertanyakan pemahaman-pemahaman kekerasan yang selama itu ia anut. Saat mendekam di balik jeruji penjara, Irul terus melakukan refleksi. Kesadarannya untuk berubah kian menguat saat dipertemukan dengan korban terorisme pada tahun 2017 di Lapas Porong Jawa Timur.

Dari pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, ia menyadari bahwa berjihad dengan berbuat kerusakan tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya malah menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat dan mencoreng citra agama. Setelah bebas, Irul bersama korban aktif menyuarakan perdamaian ke khalayak luas.

Baca juga Peran Aisyiyah dalam Membangun Perdamaian

Salah satu peserta mengapresiasi pertobatan Irul dan menekankan pentingnya mendukung mantan pelaku terorisme yang telah bertobat. Para stakeholder, termasuk tokoh-tokoh agama harus menyadarkan dan meyakinkan masyarakat bahwa Allah mahapemaaf, termasuk memaafkan para teroris yang sudah bertobat. “Mantannya juga harus melakukan pendekatan ke masyarakat. Bertobat dan sadar akan kesalahannya,” ucapnya.

Peserta lain menanyakan tentang konsekuensi yang diterima Irul saat memutuskan keluar dari kelompoknya. Irul mengaku sempat mendapatkan intimidasi namun tidak menyurutkan komitmen perubahannya. “Saya sudah dikafirkan oleh teman-teman saya, bahkan diancam dibunuh. Insya Allah ke depan saya akan tetap di sini menyampaikan perdamaian,” katanya menegaskan. [FIK]

Baca juga Muslim Milenial dalam Pembangunan Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Butuh Proses untuk Bangkit dari Keterpurukan

Aliansi Indonesia Damai- Bulan Chrisanti adalah seorang penyintas aksi terorisme pengeboman...

Dari Mashhad, Pesan tentang Perdamaian

Oleh Sugiono, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Ikhlas dan Memaafkan Menyembuhkan Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Korban bom terorisme selain mengalami luka fisik namun...

”Noise in Education”: Kegaduhan Pengelolaan Pendidikan Kita

Oleh Sandewa Jopanda, Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Universitas Padjadjaran Artikel ini berasal dari...

Butuh Proses untuk Bangkit dari Keterpurukan

Aliansi Indonesia Damai- Bulan Chrisanti adalah seorang penyintas aksi terorisme pengeboman Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, yang terjadi pada 9 September 2004. Peristiwa tersebut membekaskan trauma fisik dan psikologis mendalam baginya. Bulan, begitu sapaan akrabnya, selama bertahun-tahun berjuang untuk menyembuhkan trauma psikologis yang dialaminya. Menurut dia...

Dari Mashhad, Pesan tentang Perdamaian

Oleh Sugiono, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Juli 2026 Pada 1970-an, di sebuah penjara di Teheran, seorang ulama muda berbagi sel dengan seorang tahanan muda. Tahanan itu tampak menutup diri dan hampir tidak mau makan. Ia mengaku punya kekhawatiran bahwa...

Ikhlas dan Memaafkan Menyembuhkan Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Korban bom terorisme selain mengalami luka fisik namun juga menderita trauma psikologis. Selama bertahun-tahun, korban terorisme berjuang untuk mengobati luka fisiknya dan trauma psikologisnya sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Salah satu penyintas bom Thamrin 2016, Andi Dina Noviana mengaku mampu mengatasi trauma yang dialaminya...

”Noise in Education”: Kegaduhan Pengelolaan Pendidikan Kita

Oleh Sandewa Jopanda, Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Universitas Padjadjaran Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 10 Juli 2026 Sepuluh bulan yang lalu, riset lapangan yang saya lakukan mengenai Sekolah Rakyat membuka kotak pandora. Selama ini dugaan masyarakat lebih kurang bernada negatif (kalau tidak ingin kita sebut liar). Misalnya...

Menatap Masa Depan dan Survive

Aliansi Indonesia Damai- Luka fisik yang dialami korban terorisme tak bisa sepenuhnya sembuh dan kondisinya seperti sedia kala meski telah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Hal itu yang dialami Pandu Dwi Laksono, salah satu korban bom Kampung Melayu Jakarta. Pandu mengaku awalnya tidak mudah bagi dirinya...

Anak Menyimpan Kesedihannya

Aliansi Indonesia Damai- Dampak bom terorisme tak hanya dirasakan Ni Luh Erniati semata yang kehilangan suami sekaligus tulang punggung keluarganya. Sejak suaminya I Gede Badrawan, meninggal dunia terkena ledakan bom terorisme di Sari Club Legian Kuta, 12 Oktober 2002 silam, ia terpaksa menjadi ibu sekaligus ayah untuk...

Berbagi Cerita Bisa Mengatasi Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Derita para korban bom terorisme tak hanya mengalami luka fisik menahun dan cacat seumur hidupnya tetapi juga menderita trauma psikologis. Gangguan mental yang dirasakan para korban pun tak sebentar tapi berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang dialami penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda...

Pikirkan Dampaknya Sebelum Amaliyat

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda Olivia Daniel berpesan kepada anggota jaringan terorisme untuk memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan dari aksi pengeboman (amaliyat). Dampak aksi pengeboman tak hanya merusak sarana, tetapi juga melukai bahkan menewaskan orang-orang yang berada...

Terorisme Tidak Membela Tuhan dan Agama

Aliansi Indonesia Damai- Aksi pengeboman yang dilakukan kelompok jaringan terorisme sama sekali tidak untuk membela Tuhan maupun membela agama. Tindak terorisme merupakan tindak kesalahan dan ditentang oleh para ulama. Pernyataan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 3 – Terakhir)

Sejak saat itu, Choirul mulai bertanya pada dirinya sendiri: “Apakah aku ini terjangkiti paham Khawarij?” Pertanyaan yang lahir dari keraguan di dalam akal sehatnya. Terbit dari hati yang mulai mendengar suara kebenaran yang selama ini ia kubur. Betapa dirinya telah melampaui batas sehingga hampir semua orang yang...

Kelompok Teroris Salah Menafsirkan Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Kejahatan atas nama agama berupa pengeboman dan perampokan untuk dana jihad (fa’i) karena adanya kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. Sebab Alquran itu la raiba fih (tidak ada keraguan di dalamnya). Karena itu, kita yakin bahwa Alquran tidak ada salahnya. Demikian ditegaskan mantan Amir Jamaah Ansharud...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 2)

Liku-liku hidup menjadi aktivis dari satu organisasi ke organisasi lain mengantarnya pada kelompok teroris bernama Jamaah Taliban Melayu (JTM) pada 2008. Dari kelompok ini Choirul menerima doktrin yang sangat ekstrem, setiap orang yang memiliki KTP dianggap kafir. Masih kuat di ingatannya bagaimana ia dahulu mengafirkan orang tua...