HomeBeritaInspirasi Damai Siswa SMK...

Inspirasi Damai Siswa SMK Muhammadiyah Sukoharjo

Bunga matahari bunga sakura
Buah mangga ada tiga
Walaupun Indonesia beraneka rasa
Tapi kita tetap satu jua

Aliansi Indonesia Damai- Pantun di atas dibuat salah seorang siswa SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dalam Dialog Interaktif Belajar Bersama menjadi Generasi Tangguh yang dilaksanakan AIDA secara daring pada Senin (25/01 2021). Pantun tentang kebinekaan itu disampaikan usai Tim Perdamaian AIDA yang terdiri dari mantan pelaku dan korban terorisme memaparkan kisahnya.

Mantan pelaku terorisme yang hadir adalah Kurnia Widodo. Ia menuturkan sepenggal perjalanan hidupnya bersama kelompok ekstremisme kekerasan hingga kemudian memutuskan bertobat, serta beralih mengampanyekan perdamaian. Kurnia terlibat dengan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) sejak duduk di bangku SMA dan terus berlanjut hingga menempuh kuliah di Bandung. Ia bahkan sempat terlibat pelatihan militer dan peracikan bom sebagai bentuk persiapan jihad.

Baca juga Dialog Siswa SMAN 6 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Salah seorang peserta lantas menanyakan kepada Kurnia, “Bagaimana agar remaja seperti kami terhindar dari propaganda terorisme yang dapat mengancam keutuhan NKRI?”

Kurnia menjelaskan, yang terpenting dan harus dilakukan remaja adalah berhati-hati terhadap hoaks yang berisi ujaran kebencian. Selain itu remaja tidak perlu bersikap fanatik pada ustaz atau paham tertentu. “Dalam hal pertemanan juga harus cerdas dalam bergaul. Mana teman yang dapat membawa  dampak positif dan mana teman yang justru mengajak untuk melakukan kerusakan,” ujarnya mengingatkan.

Baca juga Dialog Pelajar MAN 2 Klaten dengan Penyintas Bom

Peserta lain bertanya tentang cara mengenali seseorang yang ingin mengajak kepada paham ekstremisme. Kurnia mengungkapkan, kelompok ekstremisme kekerasan tidak identik dengan ciri fisik seperti jenggot lebat, cadar, atau jubah. Mereka dapat dikenali dari pemahamannya.

”Biasanya mudah sekali mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan ideologinya. Mereka selalu mempunyai pandangan bahwa mereka tengah berada di lingkungan jahiliyah. Menganggap Indonesia adalah negara kafir, sehingga orang-orang yang bekerja di pemerintahan juga kafir dan halal untuk dibunuh,” tuturnya.

Baca juga Berbagi Ketangguhan kepada Siswa SMKN 1 Tulung Klaten

Selain belajar dari pengalaman Kurnia, para peserta juga mendapatkan pembelajaran dari Nugroho Agung Laksono, korban Bom Kampung Melayu 2017. Urat Tendon kaki kanannya terputus akibat serpihan bom. Ia menjalani operasi dan pemulihan yang cukup lama. Walhasil Agung harus berhenti kerja sebagai seorang sopir angkot selama beberapa bulan yang mengakibatkan perekonomian keluarganya merosot.

Pria 21 tahun itu sejak usia belasan tahun  telah bekerja demi membantu perekonomian keluarganya setelah sang ayah meninggal. Karena itu, meski cederanya belum pulih total, ia nekat kembali bekerja karena enggan membebani ibunya.

Di sesi akhir kegiatan, seorang peserta mengaku mendapatkan pembelajaran berharga dari Kurnia dan Agung. “Dari Pak Kurnia kita belajar tentang bagaimana kita harus membentengi diri. Tidak boleh mudah terpengaruh orang lain. Dari Kak Agung, kita sebagai manusia harus bisa memaafkan sesama. Allah saja bisa memaafkan hamba-Nya, kenapa kita tidak? Dan juga kita sebagai anak harus bisa berbakti kepada orang tua,” ujarnya. [FL]

Baca juga Menghindari Doktrin Kekerasan

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru)...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengapresiasi Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu. “Hajatan ini cukup bermakna bagi kita...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya, Dewan Pakar HISPISI Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 03 September 2026 TOPIK ini melampaui pendidikan dalam berbagai perspektif, yang sering dibatasi pada kelompok bidang studi atau keilmuan. Pesatnya kemajuan...

Membaca Pancasila dari Bawah

Oleh Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 September 2026 Kemajemukan bangsa ini secara politis-ideologis disatukan oleh Pancasila. Sejauh ini dari kelima sila itu pembahasan paling banyak ditekankan pada sila pertama Ketuhanan yang Mahaesa, untuk menciptakan kondisi yang harmonis dari sekian ragam...

Menghargai Perbedaan dan Menjaga Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said menekankan pentingnya umat Islam menghargai perbedaan dan menjaga persaudaraan. Dalam Islam, kata dia, dikenal tiga jenis persaudaraan (ukhuwah) yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan keislaman), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan). “Kalau kita tidak bersaudara sama-sama...

Erosi Otoritas Ilmiah

Oleh Imam Mujahidin Fahmid, Guru Besar Universitas Hasanuddin, Kepala Pusat Kajian Opini Publik untuk Demokrasi dan Pembangunan LPPM Universitas Hasanuddin Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 31 Agustus 2026 Dalam belasan tahun terakhir, kehidupan kolektif bangsa Indonesia memperlihatkan gejala yang patut dicermati, yakni menguatnya kecenderungan antisains...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...