HomeBeritaDirektur AIDA: Tokoh Agama...

Direktur AIDA: Tokoh Agama Benteng Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Peran dan kontribusi tokoh agama dalam mencegah infiltrasi paham dan gerakan ekstrem di Indonesia sangat vital. Karena itu, keterlibatan tokoh agama dalam pembangunan perdamaian diharapkan makin nyata di tengah-tengah munculnya aksi-aksi kekerasan. Walaupun masih pandemi Covid-19, ekstremisme kekerasan masih menjadi ancaman nyata.

Direktur Eksekutif AIDA, Riri Khariroh, mengatakan, tokoh agama menjadi benteng pertahanan masyarakat dalam mencegah paham dan gerakan ekstrem. Melalui dakwah dan keteladanan tokoh agama, persoalan sosial yang dihadapi masyarakat diharapkan tidak sampai menimbulkan gesekan-gesekan yang melahirkan kekerasan. Sebab konflik sosial adalah lahan subur bagi tumbuhnya paham dan gerakan ekstrem.

Baca juga Ulama Sulsel Prihatin Ekstremisme Agama

“Tokoh agama menjadi banteng masyarakat dan umat agar tidak terjerumus ke dalam ekstremisme. Tokoh agama bisa membantu menjawab persoalan-persoalan yang ada di hadapan masyarakat dengan mauidhotul hasanah atau dakwah-dakwah yang baik. Tentu dengan tafsir yang membawa rahmatan lil alamin dan narasi yang positif,” kata Riri saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama, Selasa (24/08/2021).

Di hadapan puluhan tokoh agama dari Sulawesi Selatan itu, Riri menekankan peran strategis tokoh agama dalam mencegah konflik sosial. Meski kondisi pandemi, ancaman kekerasan masih nyata. Hal itu bisa dilihat dari berbagai kasus kekerasan yang masih terjadi akhir-akhir ini, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Tidak hanya itu, kelompok yang prokekerasan bahkan menggunakan situasi pagebluk sebagai momentum untuk melakukan aksi-aksinya.

Baca juga Ketangguhan Istri Korban Bom Kuningan

“Tokoh agama punya peran strategis untuk membangun gerakan nyata untuk mencegah umat dari pengaruh kelompok yang prokekerasan dan ekstremisme. Apalagi dalam kondisi pandemi mereka terus berupaya menebar kebencian, menghasut, dan juga merekrut masyarakat sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Riri juga menjelaskan pendekatan ibroh yang dilakukan AIDA dalam pembangunan perdamaian melalui kisah-kisah rekonsiliasi mantan pelaku terorisme dan korbannya. Pendekatan itu penting disampaikan tokoh agama karena berbasis pengalaman langsung dari pelakunya sekaligus dampak nyata yang harus dialami para korbannya. Ia berharap tokoh agama bisa bersinergi dengan AIDA dalam mengampanyekan nilai-nilai perdamaian.

Baca juga Bersinergi Melawan Provokasi Kekerasan

“AIDA fokus dalam perdamaian melalui peran mantan terorisme dan korbannya. Kami berharap tokoh agama menjadi elemen yang strategis untuk bekerjasama dengan AIDA untuk mewujudkan Indonesia yang damai, yang saling menghormati satu sama lain, dan mewujudkan negara yang toyyibatun warobbun ghofur,” ucap Riri memungkasi. [AH]

Baca juga Pentingnya Saling Menyalehkan

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...