HomeBeritaMemupuk Ketangguhan Generasi Muda

Memupuk Ketangguhan Generasi Muda

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menggelar safari perdamaian ke sejumlah sekolah di kota Malang, medio Maret silam. Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMAN 1 Bululawang, Malang (17/3/2022). Kegiatan dikemas dalam bentuk Diskusi Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Drs, Suhartono, M.Pd, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dua hal. Pertama, kegiatan itu dinilai bermanfaat bagi aspek pemahaman non-akademik pelajar. Kedua, konsep kegiatan yang interaktif dianggap ideal dikembangkan bagi para pelajar. “Jujur, tidak ada waktu khusus bagi kami untuk mengadakan kegiatan seperti ini dengan konsep yang sangat bagus ini,” ujarnya.

Baca juga Pelajar SMKN 2 Singosari Belajar Ketangguhan

Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 siswa-siswi pilihan itu juga dinilai bagus untuk memupuk karakter generasi muda. Para pelajar yang hadir diharapkan menjadi pionir dan teladan ketangguhan bagi siswa lainnya. “Siswa yang hadir ini adalah pilihan, sebagian besar aktif di OSIS. Kami berharap anak-anak bisa bekerjasama dan mampu memberikan energi yang positif untuk siswa lain,” ungkapnya.

Di tengah perubahan zaman yang ditandai dengan majunya teknologi dan informasi, para pelajar diharapkan mampu menjawab tantangan-tantangannya. Minimal, tidak terjebak pada sikap dan perilaku menyimpang dan sampai melakukan aksi-aksi kekerasan. “Di luar sana banyak sekali pengaruh-pengaruh negatif. Karena itu kegiatan ini membantu kami untuk mewujudkan generasi hebat dan tangguh,“ ucapnya.

Baca juga Spirit Damai Korban dan Mantan Pelaku Terorisme

Ia pun mengakui, pihak sekolah tidak mungkin dapat mengontrol sepenuhnya apa yang dilakukan para siswa di luar sekolah. Karena itu, dibutuhkan nilai-nilai ketangguhan agar generasi muda mampu membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif. “Karena kami dari pihak sekolah memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengawasi anak-anak menghadapi tantangan perkembangan zaman,” katanya.

Pihak sekolah juga menilai, aspek non-akademis penting dikembangkan oleh pelajar. “Secerdas dan sepintar apa pun anak-anak di akademis, tetapi pengetahuan seperti ini tetap harus diberikan kepada mereka. Semoga setelah ini anak-anak kami bisa lebih mengenal mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk masa depannya. Bismillahirohmanirrohim acara ini resmi dimulai,” ujarnya memungkasi sambutan sembari membuka acara. [AH]

Baca juga Belajar Ketangguhan di SMK Cendika Bangsa Malang

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...

Direktur Pontren Apresiasi Halaqah Alim Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengapresiasi Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, di Kota Medan pertengahan Agustus lalu. “Hajatan ini cukup bermakna bagi kita...

Mendesain Pendidikan Kemanusiaan di Era Disrupsi

Muhammad Turhan Yani Guru Besar dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya, Dewan Pakar HISPISI Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 03 September 2026 TOPIK ini melampaui pendidikan dalam berbagai perspektif, yang sering dibatasi pada kelompok bidang studi atau keilmuan. Pesatnya kemajuan...