HomeBeritaDamai dari Juntinyuat

Damai dari Juntinyuat

Aliansi Indonesia Damai- Pagi itu Rabu (22/2/2023) gerimis turun menyambut Tim AIDA ketika memasuki pintu gerbang utama SMAN 1 Juntinyuat Indramayu. Mayoritas siswa sedang mengikuti kegiatan belajar di jam pertama.

Selepas jam 8 pagi, calon peserta kegiatan “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” mulai mendatangi aula di lantai 2 gedung sekolah tersebut. 80 peserta pun hadir membentuk lingkaran 6 kelompok. Kepala Sekolah dan 2 guru juga ikut mendampingi jalannya kegiatan tersebut.

Baca juga Kepala SMKN 1 Arahan Indramayu: Perdamaian Awal Kebahagiaan

Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Juntinyuat, Udin Sudiana Karnadisastra, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak sekolah. “Kegiatan yang dirancang oleh AIDA sangat berarti bagi kami, khususnya generasi muda yang bisa dicetak mulai sekarang menjadi generasi tangguh, dan siap untuk menyebarkan perdamaian.”

Baginya, menjaga dan merawat perdamaian adalah kewajiban kita bersama. Ia berpesan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan sepenuh hati. “Anda beruntung nanti ikut diskusi dan menyaksikan bagaimana kita belajar kira-kira apa yang dilakukan terbaik untuk bekal hidup ke depan,” katanya.

Baca juga Waka Kesiswaan SMKN 1 Krangkeng: Untuk Kedamaian, Hindari 3M!

Lebih jauh ia meminta para peserta kegiatan agar mengamalkan nilai-nilai perdamaian di mana pun mereka berada. “Mudah-mudahan menjadi salah satu titik awal menuju apa yang dicita-citakan kita semua, yaitu kita selalu hidup dalam kondisi perdamaian. Ini nanti diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di mana saja kita berada. Bagaimana kita bersikap untuk menjaga perdamaian.”

Udin Sudiana baru menjabat dua bulan di sekolah tersebut. Ia mendapatkan amanat untuk memperbaiki dan memajukan sekolah di jalur pantura Jawa Barat tersebut. Ia mengungkapkan, perbaikan harus mencakup aspek kurikulum, proses belajar mengajar, karakter siswa dan guru, serta sarana dan prasarana.

Kegiatan AIDA di SMAN 1 Juntinyuat merupakan bagian dari rangkaian safari perdamaian di Indramayu Jawa Barat pada Februari 2023 lalu. Dari lantai dua sekolah tersebut, terlihat hamparan padi yang mulai menguning di belakang sekolah. Sementara di ujung pandangan mata, nampak tepian pantai utara laut Jawa. Sekolah ini menawarkan keindahan dan kedamaian. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambahkan semangatnya. [LA]

Baca juga Gawai Seluler Tantangan Hidup

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya. Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Oktober 2026 Pada usianya yang ke-98 tahun sejak dideklarasikan sebagai bahasa persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bahasa Indonesia menunjukkan sosok yang paradoks. Dari sisi...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....