HomeBeritaMenebalkan Ketangguhan Menjauhi Keburukan

Menebalkan Ketangguhan Menjauhi Keburukan

Aliansi Indonesia Damai- Generasi pelajar harus terus mengasah potensi ketangguhan dalam dirinya. Ketangguhan diri yang kuat akan membentengi dari perilaku dan pemahaman yang menyimpang.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Beber, Cirebon, Dartum Ipung Kusmawi, menegaskan pesan tersebut saat membuka acara “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang digelar AIDA awal Maret 2023 lalu.

“Mudah-mudahan ini semakin mempertebal ketangguhan kita untuk menjauhi segala hal yang kurang baik, khususnya bagi siswa-siswi SMAN 1 Beber,” katanya.

Baca juga Damai Itu Indah

Dalam kegiatan tersebut, 80 siswa SMAN 1 Beber menyimak kisah ketangguhan dari sosok-sosok inspiratif, yakni korban aksi teror bom serta mantan pelaku aksi terorisme yang telah bertobat. Dari kisah korban, para peserta menyerap nilai pantang menyerah dari musibah.

Sementara dari mantan pelaku terorisme para pelajar dapat meneladani pentingnya mengubah perilaku buruk di masa lalu menjadi kebaikan di masa sekarang dan terus meningkat hingga masa depan.

Baca juga Kepala SMKN 1 Kota Cirebon: Jagalah Negeri Polychromatic Ini

Lebih lanjut Dartum menjabarkan, menginjak usia remaja yang dikatakan sebagian ahli psikologi sebagai masa pencarian jati diri, pelbagai informasi baru mungkin ditangkap sebagai hal yang menarik di benak pelajar. Pada fase inilah kehati-hatian dan kematangan berpikir seorang pelajar diuji.

Bila ketangguhan dalam dirinya cukup terasah, maka remaja akan mampu menolak serta menghindar dari ajakan-ajakan yang mengarah pada perilaku negatif apalagi pelanggaran hukum.

Baca juga Menjadi Generasi Muslih

Dalam hematnya, membina diri untuk menjadi pribadi yang tangguh tidak gampang. Pribadi tangguh ialah yang kuat dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Dartum mengingatkan bahwa kemauan keras yang menentukan seseorang akan sukses menjadi tangguh atau tidak.  “Kembali lagi kepada konsekuensi niat dan minat kita, apakah kita mau menjadi pribadi yang tangguh,” ujarnya.

Dartum mengaku bersyukur lingkungan SMAN 1 Beber subur akan pepohonan rindang yang menyebabkan cuaca di sekitarnya cukup adem. Ia pun berharap kenyamanan suasana di sekolah tersebut meresap ke ranah psikologis anak-anak didiknya, sehingga ilmu-ilmu yang didapatkan dalam kegiatan teraplikasi dalam gerak laku mereka. [MLM-LH]

Baca juga Kesepahaman untuk Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Terorisme Nyata Adanya

Aliansi Indonesia Damai- Jika ada yang beranggapan terorisme itu konspirasi dan rekayasa pemerintah, maka pernyataan tersebut tidak benar. Terorisme benar nyata adanya. Demikian dinyatakan Mulyono, penyintas korban bom Kuningan 2004 dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan...

Belajar (Kembali) Menghormati Bahasa

Oleh Acep Iwan Saidi, Guru Besar Semiotika Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Oktober 2026 Pada usianya yang ke-98 tahun sejak dideklarasikan sebagai bahasa persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), bahasa Indonesia menunjukkan sosok yang paradoks. Dari sisi...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....