HomeBeritaPelajar SMA di Bogor...

Pelajar SMA di Bogor Belajar Ketangguhan dari Korban dan Mantan Pelaku

Aliansi Indonesia Damai (AIDA) kembali menyambangi kota hujan Bogor, Jawa Barat pada pertengahan Januari lalu (16-18/1/2024) menindaklanjuti acara Dialog Interaktif: “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di lima sekolah beberapa bulan sebelumnya. Agenda tindak lanjut tersebut dilaksanakan dalam rangka menjaga silaturahmi, berdiskusi, dan saling berbagi pengalaman dengan 129 siswa terpilih (70 perempuan dan 59 laki-laki) dari SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5 dan SMAN 8 Kota Bogor.

Sebagaimana lazimnya suasana kota Bogor yang tenang, santai tapi gesit, kegiatan di lima sekolah tersebut juga berlangsung dalam suasana yang rileks dan gembira namun tetap serius. Para siswa umumnya masih mengingat pembelajaran yang didapatkan dalam kegiatan Dialog Interaktif meski telah berlalu dua bulan.

Baca juga Siswa SMAN 1 Bulu Sukoharjo Belajar dari Korban dan Mantan Ekstremis

Menurut pengakuan para siswa peserta Dialog Interaktif, kisah korban dan mantan pelaku terorisme yang disampaikan dalam kegiatan sangat berkesan dan menarik. Sebagian siswa masih mengingat kisah mereka, bahkan mampu menceritakan ulang kisah mereka kepada keluarganya.

Misalnya, salah seorang siswa dari SMAN 2 Bogor mengaku, “Saya menceritakan bahwa ada kejadian pengeboman di Jakarta yang memakan korban jiwa. Dan, menceritakan cerita teroris yang sudah bertobat.”

Di setiap sekolah, siswa merasakan dampak dan perubahan positif dalam diri mereka setelah mengikuti Dialog Interaktif. Salah seorang siswa dari SMAN 3 Bogor mengaku, dahulu sebagai anak muda ia sering emosional dan membalas perundungan yang dia terima dengan melakukan perundungan terhadap temannya. Seorang siswa di SMAN 4 Bogor menyampaikan bahwa dengan kegiatan AIDA ia menjadi semakin mewaspadai pesan atau ajakan dari kelompok radikal di lingkungan sekitar atau di media sosial. 

Baca juga Kepala SMAN 1 Setu: “Perdamaian Jangan Hanya Jargon!”

Selain itu, para siswa juga dapat mengambil pembelajaran dari kisah korban dan mantan pelaku terorisme yang sudah bertobat. Seorang siswa dari SMAN 8 menyampaikan bahwa pelajaran yang bisa dia ambil adalah tentang perdamaian dengan menjauhkan diri dari ajakan kepada kekerasan. Sementara itu, siswa di SMAN 5 menyampaikan, “Yang masih saya ingat sampai saat ini adalah perdamaian bukanlah satu hal yang hanya digunakan untuk menjadi solusi namun perdamaian harus selalu menjadi prinsip dasar dalam kehidupan.” Ia sangat menghayati makna perdamaian yang disampaikan oleh narasumber korban dan mantan pelaku terorisme.

Pembelajaran dari kisah korban dan mantan pelaku terorisme nampaknya selalu tidak ada habisnya bagi para generasi muda Bogor tersebut. Beberapa siswa mengaku bisa lebih menghargai perbedaan atau bertoleransi dengan yang lain, dan merasa bisa lebih memaafkan sesama.

Baca juga Tangguh Menyikapi Masalah

Pembelajaran-pembelajaran tersebut merupakan nilai-nilai ketangguhan yang telah disampaikan AIDA melalui kisah korban dan mantan pelaku terorisme. Menguatkan karakter ketangguhan pelajar itulah tujuan besar yang ingin dicapai dari Dialog Interaktif. Pihak sekolah, guru, orang tua, dan siswa perlu terus memupuk semangat ketangguhan tersebut agar tercipta generasi bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas di tahun-tahun yang akan datang. [LA]

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa...

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...

Penyesalan Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut. “Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar...

Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin

Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil...

Menjaga Relevansi Program Studi lewat Transformasi

Oleh Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Mei 2026 Setiap tahun perguruan tinggi Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana. Namun, banyak di antaranya kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai. Wacana penataan program studi yang dilontarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)...

Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Iswanto, eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah mengaku ia bersama rekan-rekannya di komunitas Yayasan Lingkar Perdamaian aktif merangkul dan mengajak mereka yang masih berpemikiran ekstrem untuk kembali ke jalan perdamaian. “Saya berusaha supaya mereka tidak melakukan aksi kekerasan lagi, bahkan yang masih...

Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menerima banyak tantangan saat hijrah dari pemikiran ekstrem ke pemikiran moderat (wasathiyah) dan kembali ke jalan perdamaian. “Dahulu kami terjerumus ke pemikiran radikal, terus kembali atau berubah pemikirannya,...