HomeBeritaBersatu dalam Perbedaan

Bersatu dalam Perbedaan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menggelar kegiatan Dialog Interaktif: “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 6 Bekasi akhir Januari lalu. Kegiatan ini digelar dalam rangka membentuk karakter ketangguhan di kalangan pelajar. Pihak SMAN 6 Bekasi pun menyambut baik kegiatan ini sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan hidup.

Kepala SMAN 6 Bekasi, Dra. Hj. Sumartini, M.M., menyebutkan ada dua hal penting yang perlu dipupuk dalam diri pelajar, yaitu ketangguhan dan kebersamaan. Ia meminta agar dua hal ini dapat menjadi dasar bagi para anak didiknya dalam menjalani kehidupan.

Baca juga Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Bicara Tentang Pentingnya Perdamaian

“Kebersamaan itu sangat penting artinya bagi kita, anak-anak sekalian. Bersama bukan berarti semuanya harus sama. Indonesia memang dilahirkan dalam perbedaan. Beda agama, beda suku, beda bahasa, beda adat istiadat. Ketika kita bisa bersatu dan bersama dalam perbedaan, justru itu hal luar biasa,” ujarnya.

Sumartini juga menyoroti aspek ketangguhan dalam diri siswa yang hidup di era serba gawai (gadget) seperti sekarang. Ia menyayangkan kondisi anak muda saat ini yang dimudahkan oleh teknologi, namun justru membuat mereka cenderung lebih rapuh bila dibandingkan dengan generasi semasa gawai belum booming. “Hidup adalah masalah. Jadi, ketika ada masalah bukan lari, tapi hadapi masalah itu dengan baik,” katanya berpesan kepada para siswa peserta Dialog Interaktif.

Baca juga Pelajar SMA di Bogor Belajar Ketangguhan dari Korban dan Mantan Pelaku

Lebih lanjut ia pun memperingatkan anak didiknya agar menjauhi praktik-praktik kekerasan, seperti perundungan (bullying). Pelbagai kasus bullying sekarang menjadi masif sejak maraknya penggunaan media sosial. Banyak orang berubah hidupnya ke arah yang negatif akibat dampak dari bullying itu. Kepala SMAN 6 Bekasi itu juga berpesan kepada para siswa agar terus memperkuat mental dan iman agar tidak lemah dalam menghadapi problem kehidupan, termasuk bullying yang berpotensi muncul di lingkungan sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus AIDA, Hasibullah Satrawi, menggambarkan betapa mengerikannya dampak dari aksi kekerasan. Ia menyoroti konflik di Ukraina dan Gaza yang sampai saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Yang ada, konflik itu malah terus meluas dan mengakibatkan dampak lanjutan.

Baca juga Kepala SMAN 1 Setu: “Perdamaian Jangan Hanya Jargon!”

“Kalau sudah perang satu negara, tidak akan sempat kalian menuntut ilmu seperti ini. Sudah tidak sempat juga kita bisa bicara-bicara seperti ini. Jadi, ada kebutuhan yang kuat bagi kita akan ketangguhan, bahkan mungkin melebihi kebutuhan kita akan makan pagi ini,” kata Hasib berseloroh. [FAH]

Baca juga Kisah Korban Menginspirasi Pelajar Sixtam untuk Tangguh

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...