HomeBeritaKorban adalah Bukti Hidup...

Korban adalah Bukti Hidup Dampak Destruktif Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sudirman A. Talib, salah seorang korban aksi teror bom di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, 9 September 2004 silam, berbagi kisahnya di hadapan seratus tokoh agama Islam dari pelbagai organisasi dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir Mei lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) NTB dalam rangka menguatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kedamaian dan keharmonisan masyarakat.

Baca juga Merekatkan Ukhuwah Kebangsaan dan Kemanusiaan

Dalam kegiatan, Sudirman menunjukkan bahwa dirinya ialah saksi hidup betapa buruknya kerusakan yang diakibatkan aksi terorisme. Ledakan bom mobil di depan tempatnya bekerja mengakibatkan luka teramat berat bagi fisiknya. Ia menceritakan, dari ledakan bom ia hampir kehilangan dua tangannya. Serpihan bom menembus ke banyak titik di tubuhnya.

Dua tahun pascatragedi, bola mata sebelah kirinya terpaksa diangkat lantaran terinfeksi dan rusak. Terdapat serpihan kecil benda asing yang bersarang di matanya. Ia pun terpaksa merelakan diri untuk menyandang disabilitas sepanjang hidup akibat aksi teror.

Baca juga Memahami Ayat Kauniyah di Balik Perubahan Zaman

Sudirman juga didiagnosa mengalami masalah saraf di kepala yang sulit disembuhkan. Hingga kini ia diwajibkan terus mengonsumsi sejumlah obat saraf yang ditentukan dokter untuk menahan sakit. Jika ia tak meminum obat sarafnya setiap hari maka fungsi tubuhnya akan terganggu. Peristiwa itu sangat membuat Sudirman terpuruk.

Pria asal Bima tersebut menceritakan dirinya terkena ledakan bom saat menjalankan tugasnya sebagai petugas pengamanan Kedutaan. “Waktu itu saya tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba tubuh saya terlempar dan terjatuh, sekujur tubuh saya penuh darah,” tuturnya.

Baca juga Tokoh Agama Berperan Penting Tangkal Ideologi Kekerasan

Namun, seiring berjalannya waktu, Sudirman berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya. Ia mampu bangkit atas dukungan keluarga dan orang-orang terdekatnya. Ia pun kembali bekerja di Kedutaan Besar Australia hingga sekarang. “Beruntung lingkungan kerja di Kedutaan positif dan sangat mendukung pemulihan saya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi, menegaskan bahwa pendekatan ‘ibroh sangat penting dikedepankan dalam melihat fenomena terorisme. Menurut dia, jika terorisme dipandang dengan pendekatan fikih maka kejahatan tersebut adalah tindakan yang berseberangan dengan Islam. “Namun, di sini kita mencoba melihat fenomena terorisme melalui perspektif ‘ibroh. Aksi terorisme telah mengakibatkan banyak penderitaan bagi para korban,” tuturnya.

Hasibullah mengungkapkan, AIDA telah mendampingi sejumlah korban terorisme sejak 2013 hingga sekarang. Menurutnya, korban langsung maupun korban tidak langsung sama-sama menderita akibat terorisme. Bahkan, penderitaan korban berlangsung secara berkepanjangan. Selain itu, terorisme juga mencoreng citra Islam. [FAH]

Baca juga Merekatkan Ukhuwah Pemuka Agama Melalui Ibroh

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dari Mashhad, Pesan tentang Perdamaian

Oleh Sugiono, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Ikhlas dan Memaafkan Menyembuhkan Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Korban bom terorisme selain mengalami luka fisik namun...

”Noise in Education”: Kegaduhan Pengelolaan Pendidikan Kita

Oleh Sandewa Jopanda, Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Universitas Padjadjaran Artikel ini berasal dari...

Menatap Masa Depan dan Survive

Aliansi Indonesia Damai- Luka fisik yang dialami korban terorisme tak bisa...

Dari Mashhad, Pesan tentang Perdamaian

Oleh Sugiono, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Juli 2026 Pada 1970-an, di sebuah penjara di Teheran, seorang ulama muda berbagi sel dengan seorang tahanan muda. Tahanan itu tampak menutup diri dan hampir tidak mau makan. Ia mengaku punya kekhawatiran bahwa...

Ikhlas dan Memaafkan Menyembuhkan Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Korban bom terorisme selain mengalami luka fisik namun juga menderita trauma psikologis. Selama bertahun-tahun, korban terorisme berjuang untuk mengobati luka fisiknya dan trauma psikologisnya sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Salah satu penyintas bom Thamrin 2016, Andi Dina Noviana mengaku mampu mengatasi trauma yang dialaminya...

”Noise in Education”: Kegaduhan Pengelolaan Pendidikan Kita

Oleh Sandewa Jopanda, Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Universitas Padjadjaran Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 10 Juli 2026 Sepuluh bulan yang lalu, riset lapangan yang saya lakukan mengenai Sekolah Rakyat membuka kotak pandora. Selama ini dugaan masyarakat lebih kurang bernada negatif (kalau tidak ingin kita sebut liar). Misalnya...

Menatap Masa Depan dan Survive

Aliansi Indonesia Damai- Luka fisik yang dialami korban terorisme tak bisa sepenuhnya sembuh dan kondisinya seperti sedia kala meski telah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Hal itu yang dialami Pandu Dwi Laksono, salah satu korban bom Kampung Melayu Jakarta. Pandu mengaku awalnya tidak mudah bagi dirinya...

Anak Menyimpan Kesedihannya

Aliansi Indonesia Damai- Dampak bom terorisme tak hanya dirasakan Ni Luh Erniati semata yang kehilangan suami sekaligus tulang punggung keluarganya. Sejak suaminya I Gede Badrawan, meninggal dunia terkena ledakan bom terorisme di Sari Club Legian Kuta, 12 Oktober 2002 silam, ia terpaksa menjadi ibu sekaligus ayah untuk...

Berbagi Cerita Bisa Mengatasi Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Derita para korban bom terorisme tak hanya mengalami luka fisik menahun dan cacat seumur hidupnya tetapi juga menderita trauma psikologis. Gangguan mental yang dirasakan para korban pun tak sebentar tapi berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang dialami penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda...

Pikirkan Dampaknya Sebelum Amaliyat

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda Olivia Daniel berpesan kepada anggota jaringan terorisme untuk memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan dari aksi pengeboman (amaliyat). Dampak aksi pengeboman tak hanya merusak sarana, tetapi juga melukai bahkan menewaskan orang-orang yang berada...

Terorisme Tidak Membela Tuhan dan Agama

Aliansi Indonesia Damai- Aksi pengeboman yang dilakukan kelompok jaringan terorisme sama sekali tidak untuk membela Tuhan maupun membela agama. Tindak terorisme merupakan tindak kesalahan dan ditentang oleh para ulama. Pernyataan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 3 – Terakhir)

Sejak saat itu, Choirul mulai bertanya pada dirinya sendiri: “Apakah aku ini terjangkiti paham Khawarij?” Pertanyaan yang lahir dari keraguan di dalam akal sehatnya. Terbit dari hati yang mulai mendengar suara kebenaran yang selama ini ia kubur. Betapa dirinya telah melampaui batas sehingga hampir semua orang yang...

Kelompok Teroris Salah Menafsirkan Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Kejahatan atas nama agama berupa pengeboman dan perampokan untuk dana jihad (fa’i) karena adanya kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. Sebab Alquran itu la raiba fih (tidak ada keraguan di dalamnya). Karena itu, kita yakin bahwa Alquran tidak ada salahnya. Demikian ditegaskan mantan Amir Jamaah Ansharud...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 2)

Liku-liku hidup menjadi aktivis dari satu organisasi ke organisasi lain mengantarnya pada kelompok teroris bernama Jamaah Taliban Melayu (JTM) pada 2008. Dari kelompok ini Choirul menerima doktrin yang sangat ekstrem, setiap orang yang memiliki KTP dianggap kafir. Masih kuat di ingatannya bagaimana ia dahulu mengafirkan orang tua...

Redefinisi Sukses Pendidikan

Oleh DS Priyarsono, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 28 Juni 2026 Baru-baru ini di jagat maya beredar poster-poster pengumuman dari sejumlah SMA yang menampilkan prestasi para lulusannya. Yang menarik, prestasi yang ditampilkan bukan keberhasilan diterima di universitas...