Pilihan Redaksi
Penyimpangan Pemahaman Agama Kelompok Ekstrem (Bagian 2- Selesai)
Mukhtar menjelaskan setiap aksi atau amaliyat yang dilakukan kelompok ekstrem mengandung unsur memberi semangat terhadap pendukungnya (tahridh). Setiap aksi yang dilakukan satu kelompok diharapkan bisa menjadi pemicu (trigger) bagi kelompok ekstrem lainnya untuk melakukan aksi serupa. Aksi yang dilakukan tersebut sebagai bentuk pengamalan Surat Al-Anfal ayat 60; “Persiapkanlah untuk (menghadapi)…
Read More »Pentingnya Melestarikan Perdamaian di Lombok
Aliansi Indonesia Damai- Puluhan Alim ulama di Pulau Lombok berkolaborasi untuk meramu metode dakwah yang lebih efektif untuk membangun kesadaran (awareness) umat akan pentingnya melestarikan perdamaian. Ajakan tersebut disampaikan manajer program Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Muhammad Laila Maghfurrodhi, dalam kegiatan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Mataram,…
Read More »Menyebarkan Semangat Perdamaian di SMAN 2 Samarinda
Aliansi Indonesia Damai- Awal Mei lalu, AIDA menggelar kampanye perdamaian yang dikemas dalam bentuk Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 2 Samarinda. kegiatan ini diikuti 50 siswa perwakilan kelas dan organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Kegiatan menghadirkan narasumber Tim Perdamaian AIDA, yang terdiri atas unsur korban dan…
Read More »Tantangan Kembali ke Jalan Perdamaian
Bagi seseorang yang pernah bergabung dalam kelompok ekstrem, lalu memutuskan keluar dari jaringan tersebut, banyak aral yang harus dihadapi dan dilalui. Kecaman hingga ancaman teror dari anggota jaringan masa lalunya kerap diterimanya. Ancaman dan kecaman tersebut tak hanya sesaat, melainkan berlangsung terus menerus dari waktu ke waktu. Bahkan, ancaman tersebut…
Read More »Saling Menghargai untuk Menjaga Perdamaian
Aliansi Indonesia Damai- Dwi Siti Rhomdoni, seorang korban Bom Thamrin, 14 Januari 2016 silam, mengajak pelajar untuk mengedepankan sikap saling menghargai sesama untuk menjaga perdamaian. Menurutnya, sikap saling menghargai dan bertoleransi sangat penting karena Indonesia memiliki keberagaman yang luar biasa. “Kita harus paham bahwa kita hidup di negara demokrasi dan…
Read More »Penyimpangan Pemahaman Agama Kelompok Ekstrem (Bagian pertama)
Sikap dan perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya, termasuk soal keagamaan. Agama sebagai entitas keyakinan seseorang sangat membutuhkan pemahaman yang baik dan benar sehingga tidak ada penyimpangan dalam memahami dan mempraktikkannya. Ada sebagian pemeluk agama yang pernah mengalami penyimpangan dalam memahami ajaran agamanya, salah satunya Mukhtar…
Read More »Pelajar Perlu Mengenali Ciri Ekstremisme
Aliansi Indonesia Damai- Kurnia Widodo, mantan pelaku terorisme, mengimbau pelajar perlu mengenali ciri-ciri orang yang terpapar paham ekstrem sehingga bisa terhindar dari pengaruhnya. Menurutnya, mengenali seseorang yang sudah terpapar paham ekstrem tidak bisa melalui penampilannya, baik pakaiannya maupun penampilan fisiknya seperti berjenggot, berjidat hitam atau bercadar. “Kita tidak bisa mengidentikkannya…
Read More »Menguatkan Kesadaran Bersama tentang Pentingnya Perdamaian
Aliansi Indonesia Damai- AIDA bekerja sama dengan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) menyelenggarakan Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada akhir Mei lalu. Seratus tokoh dari kalangan pengasuh pondok pesantren, mubalig, dan ormas Islam di Pulau Lombok menghadiri kegiatan tersebut. Dalam kegiatan…
Read More »Miskomunikasi dan Empati
Miskomunikasi terkadang menjadi pemicu konflik, baik dalam hubungan pribadi, profesional, maupun hubungan sosial. Karena itu, sangat penting seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang jelas dan efektif. Apalagi di era digital, melalui kecanggihan teknologi informasi kita dapat berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain kapan pun dan di mana pun tanpa sekat geografis…
Read More »Korban adalah Bukti Hidup Dampak Destruktif Terorisme
Aliansi Indonesia Damai- Sudirman A. Talib, salah seorang korban aksi teror bom di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, 9 September 2004 silam, berbagi kisahnya di hadapan seratus tokoh agama Islam dari pelbagai organisasi dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhir Mei…
Read More »










