Suara Korban
Mereka yang Menolak Takluk (Bag. 3)
Sebagian dari mereka pernah berada dalam titik terdekat dengan ajal kematian. Namun seperti difirmankan Allah Swt, ajal manusia memang tidak bisa diundurkan atau sebaliknya dimajukan, barang sejengkal. Beberapa lainnya harus kehilangan sosok-sosok terkasih; “separuh nafasnya”. Para penyintas terorisme dari lintas negara berikut berhasil sembuh dari cedera fisiknya dan atau trauma…
Read More »Mereka yang Menolak Takluk (Bag. 2)
Sebagian dari mereka pernah berada dalam titik terdekat dengan ajal kematian. Namun seperti difirmankan Allah Swt, ajal manusia memang tidak bisa diundurkan atau sebaliknya dimajukan, barang sejengkal. Beberapa lainnya harus kehilangan sosok-sosok terkasih; “separuh nafasnya”. Para penyintas terorisme dari lintas negara berikut berhasil sembuh dari cedera fisiknya dan atau trauma…
Read More »Mereka yang Menolak Takluk (Bag. 1)
Aliansi Indonesia Damai- Sebagian dari mereka pernah berada dalam titik terdekat dengan ajal kematian. Namun seperti difirmankan Allah Swt, ajal manusia memang tidak bisa diundurkan atau sebaliknya dimajukan, barang sejengkal. Beberapa lainnya harus kehilangan sosok-sosok terkasih; “separuh nafasnya”. Para penyintas terorisme dari lintas negara berikut berhasil sembuh dari cedera fisiknya…
Read More »Tafakur Menyembuhkan Lukanya
“Dalam Islam memang boleh membalas cubitan dengan cubitan, namun akan lebih mulia jika mampu memaafkan.” Aliansi Indonesia Damai- Mata kanan Iswanto Kasman hilang akibat ledakan bom mobil di depan kantor Kedutaan Besar Australia, tahun 2004 silam. Pelbagai macam material bom juga sempat bersarang di beberapa bagian tubuhnya. Ia mengaku mentalnya…
Read More »Perjuangan Korban Bom Menjadi Ibu Tunggal (Bag. 2-Terakhir)
Dua tahun sebelum peristiwa bom yang merenggut nyawa suami Yuni Arsih dan Wartini, aksi tak berperikemanusiaan juga terjadi di Pulau Dewata. Bom berdaya high explosive menerjang kawasan Legian, Kuta, Bali, pada 12 Oktober 2002. Banyak perempuan harus kehilangan suaminya akibat peristiwa yang terkenal sebagai Bom Bali 2002 itu. Mereka dituntut…
Read More »Perjuangan Korban Bom Menjadi Ibu Tunggal (Bag. 1)
Aliansi Indonesia Damai- Tak hanya mencederai fisik dan psikis banyak korban, serangan teror bom di pelbagai lokasi di Indonesia juga menghilangkan jiwa-jiwa tak bersalah. Sebagian jiwa yang terenggut adalah “separuh nafas” bagi pasangan hidup dan anak-anaknya. Kehilangan tulang punggung keluarga tentu sangat menyesakkan. Namun para perempuan berikut pantang takluk atas…
Read More »Penyintas Bom Kuningan Berjuang Melawan Trauma
Aliansi Indonesia Damai- Sebelum 09 September 2004, Yunik tidak pernah menggunakan angkutan transportasi umum saat bepergian. Namun karena beberapa hal, pagi itu ia tidak ikut serta dalam mobil pembawa makanan katering seperti biasanya. Ia tak pernah menyangka pengalaman pertamanya itu berubah menjadi peristiwa pahit yang akan teringat sepanjang hayat dan…
Read More »Sempat Diduga Pengebom, Keluarga Korban Bangkit dari Kesedihan
Aliansi Indonesia Damai- “Dek, itu ada bom meledak di daerah Kuningan.” Reni Agustina Sitania masih mengingat betul perkataan almarhumah ibunya itu 15 tahun silam. Spontan Reni langsung ikut menonton televisi yang mengabarkan peristiwa pengeboman di depan kantor Kedutaan Besar Australia, Jalan HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan. Keluarga langsung dihinggapi…
Read More »Penyintas Bom Bali Menjadi Ibu Sekaligus Bapak
Aliansi Indonesia Damai- Ni Luh Erniati baru saja menidurkan dua buah hatinya, Putu Agus Eriawan Kusuma (Putu) dan Made Bagus Arya Dana (Made), saat ledakan keras terdengar dari bilik indekosnya. Disangkanya gardu listrik yang meledak. Beberapa saat berikutnya, tetangga indekos mengetuk pintu kamar dan menanyakan apakah suaminya bekerja malam itu.…
Read More »Penyintas Bom Bali Menjadi Bapak Sekaligus Ibu
Aliansi Indonesia Damai- Tak pernah terbayang dalam benak I Wayan Sudiana menjadi bapak sekaligus ibu bagi anak-anaknya yang masih belia. Namun peristiwa teror Bom Bali 2002 membuatnya harus menghadapi kenyataan itu. Sang istri, Widayati, meninggal dunia dalam musibah itu. Marah, trauma, hingga takut keluar rumah berbulan-bulan pernah menghinggapi Wayan. Namun…
Read More »










