ALIANSI INDONESIA DAMAI – AIDA

  • ALIANSI INDONESIA DAMAI – AIDA
  • Home
  • Artikel
    • Tajuk
    • Berita
    • Opini
  • Inspirasi
    • Aspirasi Damai
    • Suara Mantan Pelaku
  • Suara Korban
  • Publikasi
    • Berita Foto
    • Buku
    • Newsletter
    • Siaran Pers
    • Video
  • Jaringan
  • Tentang Aida
  • Kontak
Home Suara Korban (page 12)

Suara Korban

  • Penyintas Bom Mengejar Sarjana (bag. 2)

    Linda Astri DW 12/04/2020
    0 0
    Pilihan Redaksi

    Berbeda dengan Jihan, Pipit, dan Desmonda yang memang berstatus mahasiswa saat terkena musibah ledakan bom, tiga orang berikut ini malah memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana usai mengalami musibah Bom Kuningan 2004. Padahal kondisi fisiknya tak lagi sempurna, selain tentu saja usia yang “kelewat” mengingat sudah bertahun-tahun sebelumnya mereka…

    Read More »
  • Penyintas Bom Mengejar Sarjana (bag. 1)

    Akhwani Subkhi 11/04/2020
    0 0
    Pilihan Redaksi

    Aliansi Indonesia Damai- Peristiwa teror bom di pelbagai tempat di Indonesia  nyaris memupuskan banyak impian penyintasnya. Sebagian dari mereka terpaksa mengubur cita-citanya karena keterbatasan fisik dan ekonomi, namun tak sedikit yang menolak takluk. Salah satu impian penyintas adalah menempuh pendidikan setinggi mungkin, setidaknya jenjang sarjana. Redaksi merangkum segelintir kisah penyintas…

    Read More »
  • Penyintas Bom Bali: Lawan Kekerasan dengan Menebar Kebaikan

    Linda Astri DW 08/04/2020
    0 0
    Pilihan Redaksi

    Aliansi Indonesia Damai- Sekira pukul 6 petang, Ni Made Kembang Arsini baru saja membereskan meja dan kursi bekas tamu di Menega Cafe, Jimbaran, Bali. Ketika menuju dapur, baru berjalan sekitar lima langkah, ia merasa tangan kanannya seperti tertembak benda tumpul hingga membengkak dan telinganya berdengung kencang. “Bom!! Bom!! Bom!!”. Meski…

    Read More »
  • Penyintas Bom Kampung Melayu: Berprasangka Baik Atas Takdir (Bag. 2-Terakhir)

    Redaksi AIDA 05/04/2020
    0 0
    Pilihan Redaksi

    Tasdik diminta berpindah ke sepeda motor polisi agar lebih cepat tiba di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ia melihat banyak korban luka yang sedang mendapatkan penanganan dokter. “Saya langsung mendapatkan pertolongan pertama. Punggung, kaki, tangan semua mendapatkan banyak jahitan. Kemudian di-rontgen dan scan,” ujarnya. Karena cedera di bagian tangan…

    Read More »
  • Penyintas Bom Kampung Melayu: Terkena Ledakan Kala Menolong Korban (Bag. 1)

    Ahmad Hifni 04/04/2020
    0 0
    Pilihan Redaksi

    Aliansi Indonesia Damai- Masih lekat betul dalam ingatan Tasdik Saputra musibah yang menimpanya 3 tahun silam. Saat hendak membantu mengevakuasi korban ledakan, ia justru terkena ledakan yang kedua sehingga mengalami luka di sekujur tubuhnya. Banyak orang malah berhamburan lari menjauh dari titik ledakan karena ketakutan. Beruntung seorang tukang ojek membantunya.…

    Read More »
  • Kesetiaan Istri Korban Bom

    Linda Astri DW 31/03/2020
    0 0
    Suara Korban

    Aliansi Indonesia Damai- Ledakan bom di depan kantor Kedutaan Besar Australia tahun 2004 masih menyisakan luka menganga bagi para korban dan keluarganya. Di tengah segala keterbatasan, beberapa orang begitu setia mendampingi orang-orang tercinta menjalani masa kritis secara tulus. Sejumlah perempuan bahkan enggan menikah lagi selepas kepergian suaminya. Wartini adalah salah…

    Read More »
  • Penyintas Bom Kuningan: Enggan Mendendam (Bag. 2-Terakhir)

    Fahmi Suhudi 29/03/2020
    0 0
    Suara Korban

    Selama menjalani masa perawatan, Syamsi Fakhrul mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, ia juga mendapatkan bantuan dari Kedubes Australia. Pihak Kedutaan bahkan pernah menawarkan bantuan pengobatan di Singapura. Tawaran itu ditolaknya lantaran tidak mendapatkan restu dari orang tua. “Orang tua menolak. Jika meninggal, susah ditahlilkan pihak keluarga,”…

    Read More »
  • Penyintas Bom Kuningan: Bersyukur Masih Hidup (Bag. 1)

    Fahmi Suhudi 28/03/2020
    0 0
    Suara Korban

    Aliansi Indonesia Damai- Syamsi Fahrul mengalami cedera parah akibat ledakan Bom Kuningan 2004. Sesaat pascaledakan, ia merasakan sakit sekali di bagian perutnya. Ternyata perutnya robek karena terkena serpihan bom. Ususnya sempat terburai keluar. Karena infeksi, dokter terpaksa memotong organ pencernaannya itu. Syamsi sempat merasa di ambang kematian dan bersikap pasrah…

    Read More »
  • Korban Bom Kuningan: Pulih berkat Keluarga

    Novi 27/03/2020
    0 0
    Suara Korban

    Aliansi Indonesia Damai- Dulu ia hidup penuh kebahagiaan.  Tumbuh dalam keluarga yang harmonis penuh suka cita. Namun peristiwa Bom Kuningan tahun 2004 sempat merenggut kebahagiaan itu. Ia harus menjalani perawatan intensif karena mengalami cedera parah, bahkan salah satu bagian tubuhnya hampir saja diamputasi.  Sudjarwo adalah anak keempat dari enam bersaudara.…

    Read More »
  • Mengambil Hikmah dari Musibah

    Fasihatu Lazima 24/03/2020
    0 0
    Suara Korban

    Aliansi Indonesia Damai- “Saya pikir waktu itu kiamat, ya Allah besar banget suaranya. Ya Allah apakah ini akhir hidup saya,” ungkap Fitri Supriati, korban Bom Kuningan tahun 2004. Dengan suara parau, Fitri berkisah tentang peristiwa mengerikan pagi itu dalam salah satu kegiatan AIDA. Saat kejadian, Fitri dan suami serta beberapa…

    Read More »
Previous page Next page

TERBARU

  • 3 days ago

    Tantangan Perdamaian di Tahun 2026

  • 4 days ago

    Solahudin: ISIS Targetkan Merekrut Anak-anak

  • 5 days ago

    Meningkatkan Misi Perdamaian Pembimbing Kemasyarakatan

  • 6 days ago

    Menguatkan Perspektif Korban di Kalangan PK Bapas

  • 7 days ago

    Bapak Solahudin…

  • 2 weeks ago

    ”Reengineering” Pendidikan Harmoni dan Refleksi Akhir Tahun

  • 2 weeks ago

    Pandit Terorisme Itu “Pensiun Dini”

AIDA didirikan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih damai melalui peran korban dan mantan pelaku terorisme

Alamat: Komplek Siaga Baru No. D6 RT/RW 09/05 Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510, Indonesia
Email: sekretariat@aida.or.id
Phone: +62-812 1935 1485
© Copyright 2019 - Aliansi Indonesia Damai (AIDA)