HomeBeritaTobias Ellwood, adik korban...

Tobias Ellwood, adik korban bom Bali coba selamatkan korban teror London

Anggota parlemen, Tobias Ellwood, yang kakaknya tewas sebagai korban bom Bali, berusaha menyelamatkan nyawa polisi yang ditikam pelaku dengan pernafasan buatan.

Ellwood, yang juga dikenal sebagai pejabat di Kementerian Luar Negeri, dinyatakan sebagai “pahlawan” setelah muncul fotonya sedang memberikan pertolongan pertama kepada perwira polisi Keith Palmer, salah satu korban serangan teror London pada hari Rabu (22 Maret).

Palmer ditikam oleh penyerang, yang kemudian ditembak polisi. Ellwood, anggota parlemen Partai Konservatif dan mantan perwira militer, tersebut memberikan bantuan pernafasan kepada Palmer di New Palace Yard, Westminster. Lima orang, termasuk perwira polisi dan penyerang, tewas. Paling sedikitnya 40 orang terluka, termasuk tiga perwira lainnya.

Saksi mata menggambarkan terjadinya kepanikan, sementara penyerang ditembak beberapa kali saat dia mendekati perwira polisi kedua di dekat Gedung Parlemen.

Petugas kesehatan berusaha menyelematkan nyawanya dan korbannya di halaman berbatu di depan parlemen.

Korban bom Bali

Ellwodd, yang saudara laki-lakinya tewas pada pemboman teroris Bali tahun 2002, adalah salah satu orang yang segera memberikan bantuan kepada Palmer. Saudaranya yang bekerja sebagai guru saat itu sedang berada di Bali untuk menghadiri sebuah konferensi dan tewas saat bom meledak di daerah hiburan malam Kuta.

Rekannya selama 20 tahun, anggota parlemen dari kelompok Konservatif, Adam Afriyie, mengatakan kepada BBC dirinya melihat Ellwood menuju tempat kejadian meskipun polisi sudah mengeluarkan perintah mencari tempat aman.

Sejumlah foto memperlihatkan tangan dan wajah anggota majelis rendah tersebut itu berlumur darah saat berusaha menekan luka perwira polisi.

Foto doc bbc: Peta lokasi kejadian

Pujian

Anggota dari Partai Konservatif, Ben Howlett, mengirim tweet: “Tobias Ellwood benar-benar pahlawan karena apa yang dia telah lakukan untuk membantu polisi sore ini!” Sementara itu, pemimpin partai Liberal Demokrat, Tim Farron mengatakan: “Hari ini, Tobias membawa nama baik bagi para anggota parlemen.

“Dia benar-benar pahlawan, sejujurnya. Dia melampaui segala hal dan melakukan semampunya untuk menyelamatakan seorang perwira polisi.”

Ketua Partai Buruh, Jeremy Corbyn juga memuji Ellwood dengan mengatakan: “Rasa terima kasih kami kepada polisi dan layanan darurat yang bertugas dengan berani dan pihak-pihak lain, termasuk anggota parlemen Tobias Ellwodd, yang membantu korban cedera dan sekarat.”

Anggota parlemen untuk Bournemouth East sejak tahun 2005 tersebut, menjadi Pejabat Kementerian Luar Negeri pada tahun 2014, dengan spesialisasi di antaranya pada masalah Timur Tengah, Afrika dan anti terorisme. Ellwood adalah mantan kapten Royal Green Jackets yang pernah bertugas di Kuwait. (AM)

 

 

sumber: bbc.com

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Guru, Pekerjaan atau Profesi?

Oleh Anindito Aditomo, Chen Yidan Fellow, Harvard Graduate School of Education; Pengajar Program Doktoral Psikologi Universitas Surabaya Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Juli 2026 Anak bungsu saya memasuki halaman sekolah dengan langkah kecil yang diberani-beranikan. Maklum, pagi di pengujung musim panas itu adalah hari pertama...

Butuh Proses untuk Bangkit dari Keterpurukan

Aliansi Indonesia Damai- Bulan Chrisanti adalah seorang penyintas aksi terorisme pengeboman Kedutaan Besar Australia di Kuningan, Jakarta Selatan, yang terjadi pada 9 September 2004. Peristiwa tersebut membekaskan trauma fisik dan psikologis mendalam baginya. Bulan, begitu sapaan akrabnya, selama bertahun-tahun berjuang untuk menyembuhkan trauma psikologis yang dialaminya. Menurut dia...

Dari Mashhad, Pesan tentang Perdamaian

Oleh Sugiono, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 Juli 2026 Pada 1970-an, di sebuah penjara di Teheran, seorang ulama muda berbagi sel dengan seorang tahanan muda. Tahanan itu tampak menutup diri dan hampir tidak mau makan. Ia mengaku punya kekhawatiran bahwa...

Ikhlas dan Memaafkan Menyembuhkan Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Korban bom terorisme selain mengalami luka fisik namun juga menderita trauma psikologis. Selama bertahun-tahun, korban terorisme berjuang untuk mengobati luka fisiknya dan trauma psikologisnya sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Salah satu penyintas bom Thamrin 2016, Andi Dina Noviana mengaku mampu mengatasi trauma yang dialaminya...

”Noise in Education”: Kegaduhan Pengelolaan Pendidikan Kita

Oleh Sandewa Jopanda, Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Universitas Padjadjaran Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 10 Juli 2026 Sepuluh bulan yang lalu, riset lapangan yang saya lakukan mengenai Sekolah Rakyat membuka kotak pandora. Selama ini dugaan masyarakat lebih kurang bernada negatif (kalau tidak ingin kita sebut liar). Misalnya...

Menatap Masa Depan dan Survive

Aliansi Indonesia Damai- Luka fisik yang dialami korban terorisme tak bisa sepenuhnya sembuh dan kondisinya seperti sedia kala meski telah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Hal itu yang dialami Pandu Dwi Laksono, salah satu korban bom Kampung Melayu Jakarta. Pandu mengaku awalnya tidak mudah bagi dirinya...

Anak Menyimpan Kesedihannya

Aliansi Indonesia Damai- Dampak bom terorisme tak hanya dirasakan Ni Luh Erniati semata yang kehilangan suami sekaligus tulang punggung keluarganya. Sejak suaminya I Gede Badrawan, meninggal dunia terkena ledakan bom terorisme di Sari Club Legian Kuta, 12 Oktober 2002 silam, ia terpaksa menjadi ibu sekaligus ayah untuk...

Berbagi Cerita Bisa Mengatasi Trauma

Aliansi Indonesia Damai- Derita para korban bom terorisme tak hanya mengalami luka fisik menahun dan cacat seumur hidupnya tetapi juga menderita trauma psikologis. Gangguan mental yang dirasakan para korban pun tak sebentar tapi berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang dialami penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda...

Pikirkan Dampaknya Sebelum Amaliyat

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kedutaan Besar Australia Jakarta, 09 September 2004, Nanda Olivia Daniel berpesan kepada anggota jaringan terorisme untuk memikirkan terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan dari aksi pengeboman (amaliyat). Dampak aksi pengeboman tak hanya merusak sarana, tetapi juga melukai bahkan menewaskan orang-orang yang berada...

Terorisme Tidak Membela Tuhan dan Agama

Aliansi Indonesia Damai- Aksi pengeboman yang dilakukan kelompok jaringan terorisme sama sekali tidak untuk membela Tuhan maupun membela agama. Tindak terorisme merupakan tindak kesalahan dan ditentang oleh para ulama. Pernyataan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan saat menjadi narasumber kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”...

“Apakah Saya Khawarij?” (Bag. 3 – Terakhir)

Sejak saat itu, Choirul mulai bertanya pada dirinya sendiri: “Apakah aku ini terjangkiti paham Khawarij?” Pertanyaan yang lahir dari keraguan di dalam akal sehatnya. Terbit dari hati yang mulai mendengar suara kebenaran yang selama ini ia kubur. Betapa dirinya telah melampaui batas sehingga hampir semua orang yang...

Kelompok Teroris Salah Menafsirkan Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Kejahatan atas nama agama berupa pengeboman dan perampokan untuk dana jihad (fa’i) karena adanya kesalahan dalam menafsirkan ayat Alquran. Sebab Alquran itu la raiba fih (tidak ada keraguan di dalamnya). Karena itu, kita yakin bahwa Alquran tidak ada salahnya. Demikian ditegaskan mantan Amir Jamaah Ansharud...