HomeBeritaSilaturahmi Korban dengan Tokoh...

Silaturahmi Korban dengan Tokoh Agama

Dua pekan lalu Aliansi Indonesia Damai (AIDA) menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme di Kalangan Tokoh Agama di Bandung, Jawa Barat. Kyai, ustaz, dan aktivis dakwah dari berbagai ormas Islam di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat hadir menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para peserta tentang pentingnya sudut pandang korban terorisme dimunculkan dalam aktivitas dakwah di masyarakat. Direktur AIDA, Hasibullah Satrawi, mengatakan bahwa korban terorisme memiliki potensi besar dalam mengampanyekan perdamaian di masyarakat. Melalui kesaksian para korban, masyarakat dapat mengetahui dan merasakan dampak destruktif aksi terorisme, sekaligus memahami pentingnya memelihara perdamaian.

Dalam kegiatan tersebut AIDA menghadirkan para korban terorisme untuk berbagi kisah. Mereka adalah Mulyono, korban aksi teror bom di depan Kedutaan Besar Australia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada 9 September 2004, serta Tamin, korban bom di Hotel JW Marriott Jakarta 5 Agustus 2003.

Secara bergantian Mulyono dan Tamin menceritakan pengalaman masing-masing saat terkena ledakan bom. Sambil menunjuk rahang bagian bawahnya Mulyono memperlihatkan bekas luka yang diakibatkan ledakan bom yang menimpanya 13 tahun lalu. Sementara itu, Tamin mengaku bersyukur terhalang sebuah mobil saat bom meledak. Meskipun tidak mengalami luka, dia mengaku sangat trauma bila teringat kejadian Bom JW Marriott atau saat menyaksikan berita aksi teror di media massa.

AIDA juga menghadirkan Tim Perdamaian yang terdiri atas penyintas dan mantan pelaku terorisme yang telah berekonsiliasi. Penuturan penyintas dan mantan pelaku yang telah saling memaafkan diharapkan dapat memperkaya wawasan para aktivis dakwah dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kedamaian serta menjauhi paham-paham kekerasan.

Anggota Tim Perdamaian dalam kegiatan tersebut terdiri atas Endang Isnanik (penyintas Bom Bali 2002) dan Kurnia Widodo (mantan pelaku terorisme). Endang ialah janda almarhum Aris Munandar yang meninggal dunia saat sedang mencari nafkah menjadi penyedia jasa transportasi di kawasan Legian, Bali. Sementara itu, Kurnia ialah mantan anggota kelompok teroris jaringan Cibiru, Bandung.

Sepeninggal suami, Endang harus menghidupi anak-anaknya seorang diri. Di samping bersedih karena kehilangan suami, dia mengaku banyak mengambil hikmah dari tragedi Bom Bali. Dia mengaku semakin tersadarkan untuk selalu berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kurnia telah menjalani hukuman penjara dan kini memutuskan untuk meninggalkan dunia kekerasan. Dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan AIDA pada 2016 dia dipertemukan dengan sejumlah korban terorisme. Dia mengaku bersedih mengetahui bagaimana nasib para korban yang menderita akibat aksi teror.

Sebagian peserta menyampaikan kesan dan pesan mengikuti kegiatan ini. Seorang peserta mengatakan bahwa tantangan dakwah di era teknologi informasi serba maju seperti saat ini menuntut para aktornya untuk bersinergi menangkal gelombang ujaran kebencian yang masif di dunia maya.

“Tugas berat kita semua di kalangan pendakwah untuk juga terlibat dakwah di dalam konteks media sosial dan, katakanlah, dunia modern,” kata dia.

Dia juga berterima kasih kepada AIDA yang mengenalkan perspektif korban terorisme kepada para tokoh agama. Kesaksian para korban menurutnya dapat menggugah hati umat sekaligus menyadarkan untuk memahami ajaran agama secara utuh. [MLM] (SWD)

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Melawan Kemungkaran Tidak dengan Kekerasan

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Blimbingrejo Jepara Hery Huzaery mengajak para ustaz dan santrinya untuk tidak melakukan kekerasan maupun perusakan bila melihat kemungkaran, kedzaliman maupun ketidakadilan. Menurut dia, siapa pun tidak setuju dengan kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan namun menyikapinya harus sesuai dengan kemampuan yang...

Indonesia: Bukan Negara Agama, Bukan Negara Sekuler

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik IndonesiaArtikel ini dimuat di Kompas.id, 21 Februari 2026Menarik untuk dikaji posisi NKRI. Apakah termasuk negara agama atau negara sekuler, atau mungkinkah disebut sebagai Negara Pancasila? Negara agama ialah suatu negara yang mencantumkan salah satu agama sebagai dasar konstitusi. Sedangkan negara sekuler...

Negara Hadir Mendukung Pesantren

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag menyatakan negara telah hadir untuk mendukung pondok pesantren. “Kita melihat bukti-bukti negara telah hadir di pondok pesantren,” ujar Basnang saat berbincang dengan redaksi di kantornya Jakarta dua pekan lalu.Basnang menjelaskan bukti...

Orientasi Pesantren Terwujudnya Indonesia Harmoni

Aliansi Indonesia Damai- Ke depan setiap pesantren siapa pun pendirinya harus selalu berorientasi pada terwujudnya Indonesia yang harmoni, Indonesia yang damai, Indonesia yang toleran.Pernyataan tersebut ditegaskan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama, Dr. H. Basnang Said, M.Ag saat berbincang dengan redaksi di kantornya...

Mungil-mungil Tangguh

Oleh Susi Afitriyani Mungil-mungil tangguh,Kau begitu kuat saat cobaan harus menghantam hidupmu,Kau yang masih begitu mungil, tapi kau mengajariku cara untuk tetap semangat dan tersenyum,Meski tubuhmu terlihat lemah akan tetapi jiwamu begitu tangguh,Haii,,, kau si mungil tangguh yang kelak akan menjadi penggantiku,Aku percaya jiwamu lebih kuat dari diriku,Dan...

Puasa dan Kedermawanan Otentik

Oleh Asyari, Guru Besar Ekonomi, Ketua Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Umat, FEBI UIN BukittinggiArtikel ini sudah terbit di Kompas.id, 17 Februari 2026Kasus bunuh diri YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada 29 Januari 2026 dan sebelumnya, AA (44), seorang...

Arsitektur Pendidikan Tinggi Indonesia

Oleh Badri Munir Sukoco, Guru Besar Manajemen Strategi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Founder, Center for Dynamic Capabilities Universitas AirlanggaArtikel ini terbit di Kompas.id, 13 Februari 2026Atensi Presiden Prabowo Subianto pada pembangunan sumber daya manusia Indonesia sangatlah besar, terutama pendidikan tinggi. Belum setahun, Presiden telah melakukan tiga kali...

Tetap Tangguh di Era Bencana

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda musibah. Banjir, cuaca ekstrem (hujan disertai badai), tanah longsor, kebakaran hutan, abrasi laut, gempa bumi dan pergeseran tanah menimpa masyarakat di sejumlah daerah.Bencana datang silih berganti menghantam beberapa wilayah, menelan korban jiwa, menghancurkan rumah dan infrastruktur yang menimbulkan kerugian materil yang...

Belajar Berkesadaran

Oleh Doni Koesoema A, Pemerhati Pendidikan, Mahasiswa Doktoral Universitas Negeri JakartaArtikel ini terbit di Kompas.id, 06 Februari 2026 Belajar berkesadaran adalah kunci keberhasilan pendidikan berkualitas. Bila belajar diibaratkan sebuah perjalanan, ini adalah langkah pertamanya. Sayangnya, langkah pertama ini sering kali terlewatkan.Transformasi belajar yang lebih fundamental inilah yang dilakukan...

Santri Diingatkan untuk Mempertahankan NKRI

Aliansi Indonesia Damai - Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah KH Saefudin Zuhri mengingatkan santri-santriwatinya untuk tidak menjadi pemberontak maupun teroris. Menurut dia, akidah ahli sunnah wal jamaah melarang menjadi pemberontak dan teroris kepada pemerintah yang sah.“Haram ya jangankan menjadi teroris, memberontak kepada pemerintah yang sah...

Membangun Semangat Perdamaian di Kalangan Santri

Aliansi Indonesia Damai - Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustazah menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (31/01/2026). Sebanyak 60 santri...

Menebar Benih Perdamaian di Jepara

Aliansi Indonesia Damai- Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerja sama dengan alumni Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama ustaz Hery Huzaery menyelenggarakan Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh Kehidupan Korban dan Mantan Pelaku Terorisme” di Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara, Jawa Tengah pada Sabtu (17/01/2026). Sebanyak 56 asatidz/asatidzah...