HomeBeritaDialog Mahasiswa UIN Padang...

Dialog Mahasiswa UIN Padang dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- Kurnia Widodo, mantan aktivis kelompok ektremisme kekerasan, dihadirkan sebagai narasumber dalam pengajian daring “Generasi Milenial dan Pembangunan Perdamaian” yang digelar AIDA, Sabtu (5/12/2020). Kegiatan diikuti 204 peserta yang mayoritas mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Kurnia membagikan kisah perjalanannya bergabung dengan kelompok ekstremisme kekerasan hingga akhirnya menempuh jalan perdamaian. Bergabung sejak duduk di bangku SMA di Lampung, pemahamannya kian menguat kala melanjutkan kuliah di Bandung. Ia rajin mengikuti kajian yang digelar oleh kelompoknya.

Baca juga Dialog Mahasiswa UIN Padang dengan Penyintas Bom

Lebih jauh ia bahkan melakukan pelatihan militer dan merakit bom sebagai bentuk persiapan jihad. Akibatnya, ia ditangkap polisi dan harus menjalani hukuman penjara di Lapas Cipinang selama beberapa tahun.

Selama menjalani hukuman, Kurnia terus membuka ruang dialog dengan banyak pihak, baik dengan petugas Lapas maupun ustaz-ustaz di luar kelompoknya. Melalui proses itu secara perlahan Kurnia melakukan refleksi dan memutuskan bertobat. Ia bertekad keluar dari kelompoknya dahulu.

Kurnia juga dipertemukan dan berdialog dengan sejumlah korban aksi terorisme. Dialog itu semakin menguatkan komitmennya. Bahkan kini Kurnia bergabung dalam Tim Perdamaian AIDA  untuk mengampanyekan perdamaian bersama dengan korban bom.

Baca juga Muslim Milenial dalam Pembangunan Perdamaian

Beberapa pertanyaan muncul dari peserta. Salah satunya tentang perasaan Kurnia saat masih berada dalam kelompok esktrem. “Saya ketika masuk itu merasa sombong, merasa paling benar bahwa kelompok kita adalah kelompok yang dijanjikan surga,” ujarnya merespons.

Pertanyaan lain dari peserta adalah tentang langkah yang dilakukan Kurnia untuk menghilangkan stigma buruk dari masyarakat setelah bebas dari Lapas. Kurnia mengaku bersyukur ditangkap saat di luar rumah, sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa ia terlibat dalam kelompok ekstrem.

Baca juga Jihad untuk Perdamaian

Meski demikian Kurnia tetap berusaha membebaskan diri dari stigma negatif yang melekat pada dirinya. Salah satunya adalah dengan melakukan hal yang bertolak belakang dengan kiprahnya di dunia ekstremisme pada masa lalu.

“Saya tidak lagi berhubungan dengan teman-teman yang masih ada di dalam jaringan tersebut. Saya juga mendirikan sebuah yayasan, Lingkar Perdamaian Bandung. Komunitas baru yang menampung teman-teman yang baru keluar (tahanan) dan kembali pada NKRI,”  ujarnya. [LADW]

Baca juga Generasi Milenial Duta Perdamaian

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....