HomeBeritaGenerasi Muda Cerdas Bermedsos

Generasi Muda Cerdas Bermedsos

Aliansi Indonesia Damai- Peran dan kontribusi generasi muda bagi pembangunan perdamaian di Indonesia sangat vital. Sebagai generasi penerus tonggak kepemimpinan bangsa, generasi muda diminta turut terlibat aktif dalam kampanye-kampanye perdamaian.

Direktur Eksekutif AIDA, Riri Khariroh, mengatakan, peran generasi muda bisa diwujudkan dalam gerakan cerdas bermedia sosial (medsos). Ia menilai, derasnya arus teknologi dan informasi mutakhir mengakibatkan ujaran kebencian banyak bermunculan di medsos. Karena itu, generasi muda diharapkan bisa memfilter pesan-pesan negatif dan mampu membedakan informasi yang valid dan yang hoaks.

Baca juga Dialog Mantan Napiter dengan Siswa SMKN 3 Surakarta

“Kami menganggap peran dan sumbangsih generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa sangat penting untuk terus diperkuat, khususnya nilai-nilai perdamaian dan antikekerasan. Utamanya di tengah zaman globalisasi, arus informasi begitu deras lewat internet dan medsos,” ujar Riri saat memberikan sambutan dalam Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang digelar AIDA di SMKN 3 Surakarta, dua pekan lalu.

Kegiatan tersebut merupakan penutup dari rangkaian safari perdamaian virtual AIDA di berbagai sekolah di Surakarta, Jawa Tengah. Di hadapan puluhan siswa-siswi yang hadir secara daring, Riri menegaskan bahwa perdamaian tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan generasi muda.

Baca juga Dialog Siswa SMAN 1 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Selama ini AIDA mengampanyekan perdamaian melalui rekonsiliasi dan kisah kehidupan mantan pelaku terorisme dan korbannya. Kedua belah pihak merupakan pihak yang paling representatif dalam berbicara perdamaian. Sebab, pelaku adalah cermin nyata adanya terorisme, sementara korban adalah bukti dari dampak buruk aksi-aksi kekerasan. “Merekalah messenger of peace, penyampai pesan perdamaian,” kata Riri.

Ia mengingatkan bahwa kekerasan di Indonesia masih menjadi persoalan bersama dan sulit diselesaikan. Dalam tahun-tahun terakhir kekerasan masih terus terjadi, bahkan dilakukan oleh pelaku yang tergolong muda. “Tentunya hal seperti ini tidak bisa terus dibiarkan, dan kita mesti bahu-membahu bekerja bersama untuk menyemai nilai-nilai perdamaian di kalangan anak muda,” ucapnya.

Baca juga Siswa SMAN 1 Surakarta Belajar Ketangguhan dari Penyintas Bom

Ia kemudian mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan perdamaian di lingkungan masing-masing, baik di sekolah maupun masyarakat luas. Mengingat ancaman kekerasan terus menyasar generasi muda, maka kontribusi pemuda juga sangat penting untuk menjadi benteng pertahanan dari ancaman paham dan gerakan ekstrem. “Kita semua tidak ingin lingkungan kita dimasuki oleh ideologi kekerasan,” tuturnya.

Riri meyakini, bila generasi muda mampu menjadi generasi tangguh, maka pelbagai ancaman apa pun, termasuk paham ekstrem tidak akan mudah memengaruhi. “Jika generasi muda mempunyai daya tahan yang baik, ketangguhan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan mental, maka ajakan apa pun, pengaruh negatif, saya yakin tidak akan terpengaruh dan tetap berada dalam jalan perdamaian,” ujarnya.

Baca juga Pesan Perdamaian Pelajar Surakarta (Bag. 1)

Akhiran, dia berharap kisah mantan pelaku dan korbannya bisa menjadi pembelajaran untuk memupuk ketangguhan generasi muda. “Melalui kisah hidup perjuangan dari mantan pelaku dan korban, kami berharap generasi muda bisa mengambil inspirasi dan pembelajaran yang bisa digunakan sebagai daya tahan dari adanya propaganda dan ajakan-ajakan kebencian, kekerasan, khususnya di media sosial,” katanya memungkasi. [AH]

Baca juga Pesan Perdamaian Pelajar Surakarta (Bag. 2- Terakhir)

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...