HomeBeritaSiswa SMAN 1 Surakarta...

Siswa SMAN 1 Surakarta Belajar Ketangguhan dari Penyintas Bom

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 55 orang siswa SMAN 1 Surakarta mengikuti Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang digelar AIDA, dua pekan lalu. Kegiatan ini menghadirkan Ramdhani, penyintas Bom Kuningan 2004, sebagai salah satu narasumber. Dalam kesempatan ini, Ramdhani memberikan inspirasi ketangguhannya sebagai penyintas terorisme.

Saat terjadi ledakan bom, Ramdhani sedang bekerja sebagai house keeping di salah satu kantor yang letaknya persis di samping Gedung Kedutaan Besar Australia, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Sekitar pukul 10 pagi, ia tengah membersihkan kaca di lantai 4, namun tiba-tiba ledakan dahsyat terjadi. “Tubuh saya terlempar beberapa meter akibat ledakan bom, lalu tak sadarkan diri, dan pingsan,” kata Ramdhani.

Baca juga Pesan Perdamaian Pelajar Surakarta (Bag. 1)

Serpihan kaca menancap di beberapa bagian tubuhnya. Tak kurang dari 18 jahitan harus ia terima. Dampak dari ledakan itu ia mengalami gegar otak ringan dan mengalami masalah di pembuluh darahnya sehingga mengakibatkan nyeri pada bagian otak. “Hingga sekarang, saya masih harus mengonsumsi obat dan vitamin serta kontrol ke dokter,” ujarnya.

Meski dampak cedera hingga kini masih ia rasakan, ia mencoba untuk terus bangkit. Ramdhani bersyukur banyak bantuan yang ia dapatkan dari berbagai pihak. Sembari terisak, ia juga mengungkapkan kegembiraannya karena anaknya bisa mengenyam pendidikan tinggi. “Sejak menjadi korban bom, saya sudah tidak bisa bekerja, tapi ada yang membantu anak-anak saya untuk kuliah. Anak pertama saya sudah lulus kuliah, dan yang kedua sedang skripsi,” katanya menambahkan.

Baca juga Pesan Perdamaian Pelajar Surakarta (Bag. 2- Terakhir)

Setelah mendengar kisah Ramdhani, beberapa siswa menyampaikan pembelajaran yang mereka dapatkan. Siswa kelas XI mengatakan bahwa musibah yang diterima Ramdhani terbukti malah membuatnya menjadi sosok yang lebih kuat. “Setiap peristiwa selalu ada hikmahnya. Mungkin  Tuhan memberikan kode melalui peristiwa tersebut. Kita juga harus sadar jika ada orang lain tertimpa musibah, kita harus bersedia menolongnya,” kata Siswa tersebut.

Pembelajaran lain juga disampaikan oleh siswi kelas XI. “Kita harus bersyukur atas apa pun yang dimiliki. Terus semangat menjalani hidup kita meskipun banyak rintangan yang menghadang. Di depan pasti ada jalan terang,” katanya. [LADW]

Baca juga Hikmah dari Kehidupan Penyintas dan Pelaku Terorisme

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Beratnya Menyatukan Umat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengaku mempraktikan persatuan antar umat Islam (ukhuwah baina al-muslimin) lebih sulit daripada ukhuwah baina al-mutadayyin (persaudaraan antarumat beragama). “Menyatukan umat Islam ini susah sekali. Di internal umat Islam memang banyak sekali masalah. Jadi menyatukan di...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...