HomeBeritaKepala SMAN 1 Kroya...

Kepala SMAN 1 Kroya Indramayu Ingatkan Persatuan Indonesia

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menggelar kegiatan “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN 1 Kroya, Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar AIDA dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian di kalangan pelajar. Lebih dari 50 siswa memadati ruangan tempat berlangsungnya kegiatan.

Kepala SMAN 1 Kroya, Tati Rosmawati, dalam sambutannya menceritakan tentang keberagaman Indonesia. Negeri ini kaya akan sumber daya, adat istiadat, tradisi, dan kepercayaan. Keberagaman itu membuat Indonesia terlihat indah. Untuk menyatukan perbedaan itulah, Indonesia membutuhkan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi tetap satu jua).

Baca juga Menyemai Perdamaian di Kalangan Pelajar Indramayu

Meskipun begitu, keindahan Indonesia berpotensi dirusak oleh sejumlah tantangan. “Negara Indonesia yang indah ini menjadi incaran pihak luar, lewat narkoba, lewat organisasi terlarang, lewat aliran-aliran terlarang, yang sering kita temukan di sekitar kita,” tutur Tati.

Oleh karena itulah, Tati meminta anak-anak didiknya untuk menguatkan filter diri, agar tidak mudah terjerumus ke dalam pengaruh-pengaruh yang buruk. “Caranya seperti apa? Yaitu dengan menjadi generasi yang pintar. Kalian harus terbuka menguasai semua ilmu agar tidak mudah dipengaruhi,” kata Tati.

Baca juga Menjaga Perdamaian di Lingkungan Sekolah

Tati juga mengingatkan siswa-siswinya agar hati-hati dan waspada dalam mencari pertemanan. Di masa-masa remaja, seseorang lebih rentan dipengaruhi, karena masih dalam tahap mencari jati diri. Tati meminta mereka agar berani mengatakan tidak, ketika diajak melakukan tindakan-tindakan yang merusak.

Tati mengapresiasi kedatangan AIDA dalam membagikan kisah-kisah ketangguhan. “Ini harus disyukuri anak-anak, karena tidak semua sekolah mendapat kesempatan yang sama, dan tidak semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama. Maka ikutilah kegiatan ini dengan tertib dan seksama,” ucapnya.

Baca juga Geliat Perdamaian dari Pelajar Cirebon

Sementara Program Manager AIDA, Akhwani Subkhi, mengungkapkan, para pemuda dewasa ini rentan terpengaruh oleh ajakan kelompok ekstrem. Dari pengalamannya, ia melihat banyak kasus di mana sejumlah pemuda direkrut untuk menjadi anggota jaringan teror hingga melakukan kekerasan. Menurut Akhwani, kalau hal tersebut tidak diantisipasi, maka akan lebih banyak lagi pemuda yang terpengaruh.

Menurut dia, kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan generasi tangguh di kalangan pemuda. “Kita akan belajar dari testimoni orang-orang yang pernah bergabung ke dalam kelompok ekstrem. Apa yang membuat mereka terjerumus dan apa yang kemudian membuat mereka keluar. Kita juga akan belajar dari kisah para korban terkait dampak yang mereka alami karena aksi kekerasan,” tutur Akhwani memungkasi sambutannya. [FAH]

Baca juga Makna Damai di Mata Pelajar Cirebon

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan...

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...

Penyesalan Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut. “Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar...

Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin

Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil...