HomeInspirasiAspirasi DamaiSupport System Melewati Derita...

Support System Melewati Derita (Bag. 2)

Aliansi Indonesia Damai- Support system dikenal juga dengan istilah social support. Menurut seorang psikolog bernama Gilbert Gottlieb, social support yang diterima seseorang bisa berupa saran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengannya. Bisa berupa kehadiran fisik dan hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkah lakunya.

Ada kecenderungan orang yang mendapatkan social support, secara emosional merasa lega karena diperhatikan, mendapatkan saran atau kesan yang menyenangkan pada dirinya. Mengapa lingkaran sosial dapat mempengaruhi perilaku kita?

Baca juga Support System Melewati Derita (Bag. 1)

Gottlieb menyatakan bahwa perilaku seseorang tidak memiliki arah yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam hematnya, perilaku seseorang adalah efek pengalaman yang terfasilitasi, memotivasi, dan dipertahankan bahkan dikembangkan. Artinya bahwa perilaku seseorang adalah hasil adaptasi dari perilaku yang kita rasakan, amati, dan tirukan dari lingkungan sosial.

Pendapat ini didukung oleh sebuah teori yang dikenal dengan field theory. Teori ini menyebutkan bahwa perilaku seseorang merupakan hasil dari interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga perilaku individu hanyalah hasil dari penyerapan informasi terhadap apa yang kita perhatikan dari lingkungan dan dukungan yang diberikan oleh sekitar.

Baca juga Mengasihi Diri bukan Mengasihani Diri (Bagian 1)

Menurut Serge Moscovici dan Marissa Zavalloni dalam artikelnya di Journal of Personality and Social Psychology, seseorang akan menunjukkan sikapnya dengan lebih terbuka jika menemukan pembenaran pada orang lain yang juga memiliki sikap sama. Artinya jika orang lain memikirkan hal yang sama dengan kita, maka kita merasa mendapatkan pembenaran, dan akan lebih yakin dengan apa yang kita pikirkan.

Secara psikologis, hal itu menambah keyakinan satu sama lain untuk merealisasikan keinginannya. Maka tidak heran bila kita melihat para penyintas terorisme yang tidak saling kenal sebelumnya, namun karena kesamaan nasib sebagai korban bom terorisme sering berkumpul dan saling menguatkan. Mereka ingin bisa bangkit bersama. Belum lagi ada motivasi dari support system yang lain seperti keluarga, pasangan, dan sahabat.

Baca juga Mengasihi Diri bukan Mengasihani Diri (Bagian 2)

Seseorang yang sedang dalam kesulitan akan memiliki perasaan aman karena mendapatkan dukungan. Ia juga akan bertindak lebih efektif dalam menghadapi masalah. Bahkan support system merupakan salah satu fungsi dari ikatan sosial yang mampu memberikan kepuasan secara emosional dalam kehidupan. Ketika seseorang didukung oleh lingkungan, maka segalanya akan terasa menjadi lebih mudah.

Baca juga Mengasihi Diri bukan Mengasihani Diri (Bagian 3)

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Urgensi Pendidikan Perdamaian

Oleh: Muhammad Saiful HaqLulusan Fakultas Psikologi Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Salah satu...

Menyemai Empati untuk Mengekalkan Perdamaian

Empati merupakan salah satu unsur penting dalam membangun perdamaian dan harmoni...

Trauma dan Potensi Kekerasan yang Meluas

Oleh: Muhammad Saiful Haq,Master Psikologi dari UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Salah satu...

Argumentasi Agama Perdamaian

Islam merupakan salah satu agama dengan jumlah pemeluk  terbesar di dunia....

Meningkatkan Kompetensi Petugas Lapas Membina WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Pagi yang cerah di barat tugu Yogyakarta. Sebanyak 25 petugas pemasyarakatan dari sejumlah UPT Lembaga Pemasyarakatan (lapas) di pulau Jawa mengikuti Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme bagi Petugas Pemasyarakatan yang diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan...

Misi Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 September 2026 Para pendiri Indonesia sungguh bijaksana dan visioner. Mereka merumuskan misi yang harus dilakukan sebagai kewajiban konstitusional pemerintahan Republik Indonesia untuk terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Satu di...

Ulama Dahulu Bijak Mendakwahkan Islam

Aliansi Indonesia Damai- Para ulama terdahulu bersikap bijak dalam menyebarkan atau mendakwahkan ajaran Islam. Mereka mampu mengambil jalan tengah dan bijak terhadap kondisi masyarakat saat itu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama...

Berjihad untuk Hidup di Jalan Allah

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali mengajak umat Islam untuk berjihad tidak dengan melakukan aksi terorisme atau bom bunuh diri. “Gamal al-Banna menyatakan jihad hari ini bukan untuk mati di jalan Allah tapi untuk hidup...

22 Tahun yang Penuh Berkah

Oleh Nanda Olivia Daniel, Penyintas Bom Kuningan 9 September 2004. Sejak menjadi korban bom begitu banyak berkah yang sudah Allah kasih buat saya dan keluarga saya. Mulai dari bantuan pengobatan dari Kedutaan Besar Australia, ini yang paling nyata manfaatnya yang bisa saya rasakan langsung. Dan kemudian menyusul...

Literasi Relasi Melawan Radikalisasi Digital

Oleh Andik Wahyun Muqoyyidin, Akademisi dan Peneliti Pendidikan Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul ’Ulum Jombang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 September 2026 Radikalisasi digital tidak selalu datang dengan amarah. Hal itu bisa bermula dari perhatian: seseorang rajin menyapa, bersedia mendengarkan keluhan, menawarkan bantuan, lalu...

Doa Bersama untuk Korban Bom Kuningan

Aliansi Indonesia Damai- Forum Kuningan, komunitas korban aki terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, 9 September 2004, mengajak masyarakat Indonesia meluangkan waktu sejenak dan memanjatkan doa sesuai keyakinan dan kepercayaannya untuk mendoakan para korban. Ajakan doa bersama untuk mengenang tragedi 22 tahun lalu yang menimpa saudara-saudara kita terkena...

Korban Terorisme Menguatkan Kesadaran

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku di antara yang membantu menguatkan dirinya untuk meninggalkan paham dan jalan kekerasan adalah pertemuannya dengan korban aksi terorisme saat menjalani hukuman penjara. Dalam pertemuan yang difasilitasi AIDA tersebut, Arif mendengarkan secara langsung dampak dan bahaya aksi...

Menemukan Titik Balik di Penjara

Aliansi Indonesia Damai- Mantan petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Arif Siswanto mengaku saat menjalani hukuman penjara menemukan titik balik untuk kembali ke jalan perdamaian. Menurut dia, di dalam penjara dirinya mendapatkan satu waktu untuk lebih luas dan panjang untuk memikirkan ulang apa yang selama ini dijalani dan diperjuangkannya. “Pengalaman...

Buku SNI dan Politik Sejarah bagi Bangsa yang Majemuk

Oleh Mudhofir Abdullah, Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 September 2026 Pada akhir Agustus lalu, pemerintah meluncurkan lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Kelimanya bagian dari seri yang dirancang 10-11 jilid yang dikerjakan oleh 123...

Terorisme Tidak Menegakkan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Kita ingin menegakkan sebuah kehidupan Islam tapi dalam waktu yang sama juga kita mengorbankan orang-orang Muslim sendiri. Kita ingin pengawalan Islam yang lebih puritan tetapi ternyata membawa satu benturan demi benturan yang menimbulkan banyak korban jiwa. “Semua itu menjadi satu persoalan yang mengganggu nurani kami,”...

Guru Indonesia Profesi yang Teropresi

Oleh Mohammad Rifky, Guru Sosiologi, Anggota P2G (Perhimpunan Pendidikan dan Guru) Kota Semarang, Jawa Tengah. Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 September 2026 Teropresi mungkin kata yang jarang didengar oleh masyarakat dan lebih sering ditemukan pada bahasan sosiologi. Secara sosiologi, opresi adalah suatu kondisi tertindas atau...