HomeBeritaGetok Tular Menyebarkan Perdamaian

Getok Tular Menyebarkan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Kepala SMA Diponegoro Tumpang Malang, Djasmani, mendorong pelajar untuk aktif ambil bagian dalam membangun perdamaian di Tanah Air. Ia meminta para siswa untuk tidak ragu berbagi wawasan perdamaian kepada sesama generasi muda secara getok tular.

Djasmani menyampaikan nasihat tersebut saat membuka kegiatan Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh yang diselenggarakan AIDA di sekolah yang dipimpinnya, Jumat (3/2/2023). Kegiatan diikuti 80 siswa-siswi SMA Diponegoro Tumpang Malang dari lintas kelas.

Baca juga Kisah Penyintas di Mata Pelajar Malang

Ia menjelaskan, sebenarnya jumlah siswa di sekolah tersebut lebih dari 500 orang, namun lantaran berbagai keterbatasan tidak semuanya dapat diikutkan dalam Diskusi Interaktif. “Harapannya, anak-anak yang di ruangan ini nanti bisa getok tular. Karena keterbatasan waktu dan tempat, tentunya anak-anak adalah jadi mediator, yang bisa getok tular ikut mengembangkan wawasan Indonesia tangguh ini,” katanya.

Djasmani menilai, Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh memberikan banyak maslahat bagi anak-anak didiknya, khususnya di bagian penguatan karakter. Para peserta dalam kegiatan ini diharapkan mampu menyerap ketangguhan dari sosok-sosok inspiratif yang dihadirkan kisahnya dalam kegiatan, yakni korban aksi terorisme serta mantan pelaku terorisme yang telah bertobat.

Baca juga Suara Damai Pelajar Malang

“Saya salut dan terima kasih kepada tim AIDA yang telah memilih SMA Diponegoro Tumpang, untuk memberikan pengembangan, pendampingan, dan pendidikan karakter anak-anak kami. Menjadi tangguh ini sangat penting karena ini bagian dari karakter bangsa, karena NKRI itu harga mati,” ujarnya.

Dari pembelajaran yang didapatkan dalam Diskusi Interaktif, ia mendorong para peserta untuk menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekannya yang tidak sempat hadir. Dengan metode tersebut, nilai ketangguhan dan semangat perdamaian yang dikandung dalam kegiatan dapat tersebar secara berantai kepada kalangan pelajar, tidak hanya di SMA Diponegoro Tumpang tetapi juga sekolah-sekolah lain.

Djasmani menyakini, bila pesan perdamaian tersebut secara berantai tersebar luas atau menjadi viral, maka ketangguhan generasi muda terhadap propaganda kekerasan dapat diharapkan. “Sehingga dari segala aspek bisa mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ucapnya mantap. [MLM-AKH]

Baca juga Memupuk Ketangguhan Generasi Muda

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...

Penyesalan Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menyesal dahulu pernah bergabung dalam jaringan kelompok teroris. Andai waktu bisa diputar kembali, ia tak ingin menjadi bagian jaringan tersebut. “Saya kadang suka berpikir seandainya waktu bisa diputar...

Mendakwahkan Islam Rahmatan lil Alamin

Aliansi Indonesia Damai- Eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah, Iswanto mengaku dirinya sekarang menjadi duta perdamaian yang mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat termasuk anak didiknya di pesantren. Ia menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Saya menyampaikan kepada rekan-rekan yang dulu bahwa Islam itu rahmatan lil...

Menjaga Relevansi Program Studi lewat Transformasi

Oleh Alim Setiawan Slamet, Rektor IPB University Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Mei 2026 Setiap tahun perguruan tinggi Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana. Namun, banyak di antaranya kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai. Wacana penataan program studi yang dilontarkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)...

Mengajak Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Iswanto, eks kombatan konflik Ambon, Maluku dan Poso, Sulawesi Tengah mengaku ia bersama rekan-rekannya di komunitas Yayasan Lingkar Perdamaian aktif merangkul dan mengajak mereka yang masih berpemikiran ekstrem untuk kembali ke jalan perdamaian. “Saya berusaha supaya mereka tidak melakukan aksi kekerasan lagi, bahkan yang masih...

Tantangan Mantan Amir JAD Kembali ke Jalan Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengaku menerima banyak tantangan saat hijrah dari pemikiran ekstrem ke pemikiran moderat (wasathiyah) dan kembali ke jalan perdamaian. “Dahulu kami terjerumus ke pemikiran radikal, terus kembali atau berubah pemikirannya,...

Takfir Harus Berdasarkan Dalil Alquran

Aliansi Indonesia Damai- Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery, mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, mengaku dirinya pernah keliru dalam menetapkan vonis kafir (takfir) kepada orang atau kelompok lain yang memiliki pemahaman kegamaan berseberangan dengan dirinya maupun kelompoknya. Menurut dia, kelompok Jamaah Ansharud...

Memaknai Ulang Hari Kartini: Kesetaraan adalah Rasa Aman

Oleh Dina Diana, Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 20 April 2026 Setiap tahun kita merayakan Hari Kartini dengan semangat emansipasi, pendidikan, dan kemajuan perempuan. Di hari itu kita mengenang keberanian Ibu Kartini dalam mengekspresikan idenya tentang dunia yang lebih adil untuk...

Bersyukur Diberi Kesempatan Kedua

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan kedua oleh Allah Swt. Meski tubuhnya terluka akibat terkena ledakan bom terorisme namun ia masih bisa selamat dan sembuh. Rasa bersyukur itu juga yang mendorongnya untuk bangkit dari keterpurukan akibat aksi...