HomeBeritaMenjaga Sekolah dari Perilaku...

Menjaga Sekolah dari Perilaku Nirdamai

Aliansi Indonesia Damai- AIDA bersafari mengampanyekan perdamaian kepada generasi pelajar di Kabupaten Indramayu sepekan lalu. Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di sana, AIDA menggelar acara “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh.” Kegiatan bertujuan untuk menguatkan karakter ketangguhan pelajar dalam rangka membangun jiwa damai kalangan muda Indonesia.

Salah satu sekolah yang berkesempatan menjadi tuan rumah Diskusi Interaktif adalah SMAN 1 Kandanghaur. Sebanyak 85 siswa lintas kelas dari sekolah tersebut berpartisipasi secara aktif dari awal hingga akhir acara.

Baca juga Pribadi Tangguh Menolak Tawuran

Kepala SMAN 1 Kandanghaur, H. Rastani, dalam sambutannya mengatakan, kondisi generasi muda bangsa saat ini tidak baik-baik saja. Di satu sisi sebagian pemuda aktif bersemangat untuk berkarya dan menimba ilmu. Namun di sisi lain, sangat disayangkan masih sangat banyak anak muda yang tak hanya tidak menghasilkan atau belajar pengetahuan baru, bahkan terjerembab ke jurang kemerosotan moral.

“Kalau kondisi ini tidak diantisipasi, tidak dicegah, tidak dilakukan perbaikan, maka nanti akan semakin parah, semakin kronis, dan yang mengalami kondisi-kondisi itu adalah kalian yang muda-muda ini,” ujarnya di Indramayu, Rabu (2/8/2023).

Baca juga “Hanya Orang Tangguh yang Akan Sukses di Masa Depan”

Dari itu, Rastani mengaku tak bosan-bosan mengingatkan dalam setiap kesempatan upacara bendera bahwa seluruh warga SMAN 1 Kandanghaur adalah satu keluarga besar. Sekolah harus dijaga aspek kedamaian, kesejahteraan, ketenangan, dan keamanannya agar proses belajar-mengajar berlangsung baik. Baik siswa, guru, karyawan di sekolah harus saling menghormati, menghargai, dan menyayangi sebagai keluarga besar.

“Tidak boleh ada praktik-praktik yang nanti berdampak pada ketidakdamaian kalian berada di sini,” kata dia.

Baca juga Damai dari Juntinyuat

Selebihnya, Rastani meminta para anak didiknya untuk menggali sebanyak-banyaknya pembelajaran dari keikutsertaan mereka dalam Diskusi Interaktif. “Indonesia ini nanti pada waktunya akan diserahkan kepada kalian sebagai generasi penerus. Ketika kitanya sudah siap dengan kondisi itu, mudah-mudahan ketika kalian mengambil tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini, kondisinya akan semakin baik dan semakin baik,” ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung para siswa menyimak penuturan kisah dua pihak, yaitu korban aksi terorisme dan mantan pelaku terorisme yang telah bertobat. Pengalaman hidup keduanya mengandung pembelajaran tentang ketangguhan yang luar biasa. Para korban adalah gambaran dari sosok pejuang penakluk tantangan yang pantang berputus asa dari segala cobaan. Mereka mampu mengubah tangis air mata menjadi semangat hidup yang penuh optimisme berkat ketangguhan dalam berjuang.

Baca juga Kepala SMKN 1 Arahan Indramayu: Perdamaian Awal Kebahagiaan

Sementara itu, para mantan pelaku terorisme disebut merupakan sosok pejuang tangguh pula lantaran mereka mampu terlepas dari belenggu pemikiran nirdamai yang pernah tertanam di otak mereka. Menemukan kesadaran untuk mentas dari kelompok kekerasan bagi mereka sangat tidak mudah. Namun, berkat kegigihan serta dorongan pertobatan dalam diri yang menguat, menggiring mereka untuk meninggalkan dunia kekerasan, bahkan kini bergerak menyuarakan perdamaian. [MLM]

Baca juga Waka Kesiswaan SMKN 1 Krangkeng: Untuk Kedamaian, Hindari 3M!

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....

Tak Ada Kemajuan Tanpa Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Negara yang tidak maju peradaban dan ekonominya karena kedamaian tidak terwujud di negara tersebut. Negara yang tak tercipta kedamaian maka ekonominya pun hancur. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMA Tahfidz Al Izzah Samarinda,...

Guru Bergerak

Oleh Iman Zanatul Haeri, Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 17 Mei 2026 Saat ini seluruh masyarakat di Indonesia menyadari bahwa para guru terus mengalami masa-masa sulit. Martabatnya dipertaruhkan oleh ancaman penahanan tanpa toleransi kesalahan, dihina oleh gaji tidak seberapa...

Luka yang Melepaskan: 8 Tahun Berdiri karena Rahmat-Nya

Tuhan tidak menghapus lukaku, tetapi Ia membuat luka itu tidak lagi menguasai aku 13 Mei 2018-13 Mei 2026, delapan tahun peristiwa iman itu telah berlalu begitu cepat. Begitu banyak pemaknaan yang aku dapatkan dari peristiwa itu hingga saat ini, mulai dari apa itu arti keluarga sesungguhnya, arti kerendahan...

Pengalaman Menjadi Duta Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Kurnia Widodo mengaku senang bisa mengampanyekan perdamaian kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam jaringan terorisme seperti pengalaman dirinya di masa lalu. “Saya merasa plong (lega) saat menjadi duta perdamaian karena dahulu saya merasa banyak salah. Dengan menjadi duta perdamaian saya seperti membayar...

Menangani Pelajar yang Terpapar Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme Kurnia Widodo mengingatkan para pelajar untuk mewaspadai ideologi ekstremisme. Menurut dia, ada fakta pelajar yang baru lulus SMA menjadi pelaku pengeboman dan penyerangan pendeta di Gereja Katolik St. Yoseph Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Agustus 2016 silam. “Pelajar yang terpapar ideologi...

Pelajar Diingatkan Mewaspadai Ekstremisme

Aliansi Indonesia Damai- Mantan Amir Jamaah Ansharud Daulah (JAD), kelompok pendukung ISIS di Indonesia, Iskandar Natsir alias Alexander Rumatery mengingatkan para pelajar atau generasi muda untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dengan pemikiran ekstremisme. Menurut dia, ideologi ekstremisme bisa menyebar atau mempengaruhi siapa saja. “Hati-hati ya kalian. Pemikiran ekstremisme...

Pendidikan untuk Merawat Hak Hidup

Oleh Ernest Pugiye, Penulis adalah Guru pada SMAN 1 Dogiyai Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 09 Mei 2026. Pendidikan adalah ruang paling dasar untuk manusia belajar menghargai kehidupan. Pendidikan menjadi jalan kemanusiaan yang menuntun manusia untuk menjaga martabat dan hak hidup sesama. Dalam konteks Papua,...