HomeBeritaMadrasah Ramah Anak

Madrasah Ramah Anak

Aliansi Indonesia Damai- “Kalau kita berbicara tentang damai, ini ‘kan urusannya dengan kekerasan, dengan bullying, dan segala apa pun. Di tahun 2018 kami terpilih sebagai madrasah ramah anak. Sehingga (kegiatan) ini cocok sekali.”

Pernyataan ini disampaikan oleh Perwakilan MAN 1 Bandung, Atep Hasan Zuhairi, saat menyampaikan sambutan dalam “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” yang digelar AIDA di sekolah tersebut, pertengahan Agustus 2023 lalu.

Baca juga Kepala MA As-Salam Baleendah: Orang Tangguh Tak Masuk Geng Negatif

Atep menyampaikan bahwa MAN 1 Bandung terpilih sebagai percontohan sekolah ramah anak (SRA) dari sekian banyak sekolah di Kabupaten Bandung. Berdasarkan buku Panduan Sekolah Ramah Anak yang diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun (2015), pembentukan dan pengembangan SRA didasarkan pada 5 prinsip, yaitu; 1) Nondiskriminasi; 2) Kepentingan terbaik bagi anak; 3) Hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; 4) Penghormatan terhadap pandangan anak; dan 5) Pengelolaan yang baik.

Dalam kesempatan kali ini, para peserta mendapatkan materi tentang ketangguhan dari kisah korban dan mantan pelaku terorisme. Dari sisi korban, para peserta menyimak kisah bagaimana dampak aksi kekerasan terorisme pada korban dan bagaimana para korban mampu bangkit dan berdamai dengan luka yang mereka terima.

Baca juga Kepala SMAN 1 Baleendah: Jadilah Seperti Santan Kelapa

Sementara dari sisi mantan pelaku, para peserta mempelajari bagaimana awal mula para pelaku bisa terjerumus ke dalam jaringan teror, proses perubahan hingga pertobatan, dan rekonsiliasi dengan para korban.

Kegiatan ini dihadiri oleh 85 peserta yang berasal perwakilan pengurus kelas dan organisasi intra sekolah. Atep berpesan kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan seksama. Pasalnya mereka adalah peserta terpilih yang nantinya akan meneruskan pesan perdamaian AIDA kepada teman-temannya. “Makanya kami berharap ananda sekalian nanti menjadi motivator atau fasilitator dalam rangka perdamaian di Indonesia,” kata Atep.

Baca juga Kunci Menjadi Pribadi Damai ala Kepala SMKN 3 Baleendah

Setelah mengikuti kegiatan, sejumlah peserta memberikan testimoninya. Salah seorang peserta mengaku mengalami perubahan pemahaman setelah mengikuti kegiatan AIDA, tepatnya setelah mendengar kisah mantan pelaku.

“Yang awalnya dalam beragama, mungkin saya masih labil, saya sekarang menjadi lebih berhati-hati setelah mendengarkan kisah-kisah dari pelaku terorisme dan korban. Dari salahnya pemikiran-pemikiran mengenai jihad, saya menjadi lebih berhati-hati. Pokoknya akan terus membuat Islam dalam diri saya menjadi kuat dan tidak salah pergaulan,” tegas siswa tersebut.

Baca juga Kepala SMKN 2 Baleendah: Tangguh Itu Petarung

Siswa lain mengaku merasa beruntung telah mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Ia meyakini bahwa ilmu yang didapat dari kegiatan dapat berguna bagi dirinya dalam menjalani kehidupan beragama dan bersosialisasi dengan masyarakat.

“Saya berharap Tim AIDA dapat menjadi pendorong atau pendobrak bagi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diperbolehkan secara agama dan (oleh) negara,” ujarnya. [FAH]

Baca juga Terorisme Penuh Mudarat

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...