HomeBeritaIkatlah Ilmu dengan Pena

Ikatlah Ilmu dengan Pena

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian AIDA bertajuk “Diskusi Interaktif: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” menyapa pelajar SMA Bina Negara Baleendah, Bandung, beberapa waktu lalu. Terhitung 85 siswa di sekolah tersebut berpartisipasi aktif dalam kegiatan.

Wakil Kepala SMA Bina Negara Baleendah, Tetep Kusmiadi, menekankan para anak didiknya untuk menyerap pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan. “Seorang ahli hikmah mengatakan, ikatlah ilmu dengan pena atau tulisan, karena apa? Karena manusia mah daya ingatnya terbatas. Nah, media untuk mengingatnya adalah tulisan,” ujarnya di Bandung, Rabu (13/9/2023).

Baca juga Belajar Tak Terbatas di Kelas

Saat memberikan wejangan kepada anak didiknya, Tetep mengutip satu riwayat hadis Rasulullah Muhammad Saw., yang berbunyi qayyidul ‘ilma bil kitab. Yang artinya, “ikatlah atau jagalah ilmu dengan tulisan!”

Di samping itu, nasihat bijak serupa pernah disampaikan oleh seorang ulama kenamaan, yaitu Imam Al-Syafi’i. Kata-kata bijak beliau berbunyi, “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah pengikatnya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Adalah kebodohan bila engkau memburu kijang, kemudian kau tinggalkan terlepas begitu saja.”

Baca juga Siswa SMA BPPI Baleendah: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan

Tetep mengingatkan bahwa sepanjang kegiatan bakal disampaikan pengetahuan mendalam mengenai kiat-kiat menghadapi permasalahan hidup agar para siswa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh. Secara khusus, para peserta kegiatan menyimak penuturan kisah sejumlah penyintas dan mantan pelaku terorisme yang telah berekonsiliasi.

Pengalaman penyintas melampaui penderitaan akibat aksi teror bom diharapkan bisa menginspirasi para siswa agar menumbuhkan semangat tahan banting dalam kehidupan yang serba penuh ujian. Pun demikian perjalanan hidup para mantan pelaku ekstremisme kekerasan. Kesaksian mereka berguna untuk meningkatkan kesadaran para peserta agar senantiasa mengasah nalar kritis saat menerima informasi yang bertebaran di masyarakat, khususnya di dunia daring.

Baca juga Madrasah Ramah Anak

“Semoga dengan adanya seminar ini bisa menambah wawasan kalian, bagaimana sih menjadi generasi yang tangguh. Seperti yang kita ketahui anak-anak seusia kalian lagi rentan-rentannya. Rentan labil. Jadi harus punya prinsip dan pendirian,” katanya. [NR, MLM]

Baca juga Kepala MA As-Salam Baleendah: Orang Tangguh Tak Masuk Geng Negatif

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila...

Konten Tawuran: Ketika Kekerasan Remaja Dijual

Oleh Mochammad Wahyu Ghani, Peneliti Pusat Riset Kependudukan BRIN Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 04 Oktober 2026 Di sebuah ruangan LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), dua remaja berbincang santai dengan kami para peneliti sosial BRIN yang sedang ingin menangkap permasalahan kenakalan remaja di era digital. Sebut...

Ikhlas dan Sabar Kunci Menghadapi Cobaan

Aliansi Indonesia Damai- “Saya sempat marah kepada Allah. Ya Allah kalau saya banyak dosa, masih ada-orang orang yang dosanya lebih banyak daripada saya”. Demikian ungkapan kemarahan yang pernah dialami Mulyono saat terdampak ledakan bom terorisme yang menghancurkan rahang dan melukai tubuhnya. Saat itu, 9 September 2004, bom...

Ulama Penjaga Harmoni Bangsa

Indonesia merupakan bangsa yang berdiri di atas fondasi kemajemukan. Dengan ribuan suku, bahasa, dan beragam agama, menjaga persatuan di negeri ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat bahwa dalam setiap fase kritis perjalanan bangsa (perjuangan revolusi fisik 1945-1950, berbagai pemberontakan di daerah, konflik Ambon, Poso, Sampit, Ketapang, dan...

Menjadi Bangsa Juara

Keberhasilan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas) menjuarai FIFA ASEAN CUP menghadirkan aneka macam rasa yang sulit digambarkan; senang, bangga, salut, bahkan sebagian orang sampai menangis. Hal ini terjadi karena Indonesia selama ini seakan sudah “dilupakan” oleh sejarah. Jangankan juara, sekadar bermimpi juara pun seakan mustahil. Persis di...

Pancasila Selaras dengan Syariat Islam

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian umat Islam Indonesia yang mengira Pancasila bertentangan dengan syariat Islam. Padahal Pancasila jauh dari kemungkinan takhaluf as-syariah Islamiyah. Demikian ditegaskan Ketua Bidang Kerukunan Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith Ghazali dalam Halaqah Alim Ulama “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang diselenggarakan Aliansi Indonesia...

Islam Jadi Mayoritas atas Kontribusi Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Islam di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia meski Islam tidak lahir di negeri ini. Islam menjadi mayoritas di Indonesia atas kontribusi besar para ulama terdahulu. Demikian dinyatakan Ketua Bidang Kerukunan dan pimpinan Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia Pusat, Abdul Moqsith...

Ormas Islam Jadi Benteng Utama Perdamaian di Indonesia

Aliansi Indonesia Dami - Pakar gerakan Islam, Khamami Zada menekankan pentingnya peran ormas Islam arus utama seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Alwashliyah dalam menjaga perdamaian di tengah dinamisnya lanskap ideologi global dan domestik. Hal tersebut disampaikan Khamami Zada saat menjadi narasumber Pelatihan Pembangunan Perdamaian di...

Ulama Membina Gen Z Kobarkan Jihad Digital

Aliansi Indonesia Damai– Ulama harus bergerak cepat mengambil peran strategis untuk membina generasi Z (Gen Z) agar mampu mengobarkan “jihad digital” untuk menyebarkan kedamaian. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis saat menyampaikan keynote speech Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan...

Jihad Modern Menjaga Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis mengingatkan ulama untuk meluruskan makna jihad yang sering kali disalahartikan oleh narasi radikal di internet. Menurut dia, esensi jihad bagi Gen Z saat ini adalah jihad membela Islam dan negara dalam bingkai kedamaian....

Pentingnya Peran Ulama di Ruang Digital Gen Z

Aliansi Indonesia Damai- “Di era digital saat ini, para ulama dituntut untuk melakukan dakwah online guna membekali anak-anak kita, generasi Z dan milenial, demi meneguhkan kembali dakwah Islam Wasathiyah.” Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. M. Cholil Nafis, saat menjadi pembicara kunci...

AIDA Gelar Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Medan

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menyelenggarakan Pelatihan Pembangunan Perdamaian di Kalangan Tokoh Agama di Kota Medan, Sumatera Utara pada 16-17 September 2026. Pelatihan digelar sebagai tindak lanjut dari Halaqah Alim Ulama: “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” yang telah diselenggarakan di Medan pada 12 Agustus 2026 lalu. Pelatihan dimaksudkan...

Tantangan Arus Informasi Global bagi Petugas Pemasyarakatan

Aliansi Indonesia Damai- Sosiolog Universitas Indonesia Imam B. Prasodjo mengingatkan petugas pemasyarakatan terhadap tantangan arus informasi di era digital. Menurut dia, saat ini masyarakat berada dalam pusaran interaksi global dimana gelombang informasi melimpah ruah hanya dalam genggaman tangan. Imam mengatakan dampak dari banjir informasi global sangat nyata terhadap...