HomeBeritaPenghargaan Kepada Siswa Pecinta...

Penghargaan Kepada Siswa Pecinta Perdamaian

Pemerintah menganugerahkan penghargaan istimewa kepada 10 siswa SMA Negeri 6 Bandung yang berkontribusi menjaga keamanan dan kedamaian lingkungan.Selasa (28/2/2017), Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikannya saat apel pagi di SMAN 6, Jalan Pasir Kaliki Kota Bandung, Jawa Barat.Penghargaan berupa penyematan jaket rescuetersebut diberikan atas keberanian kesepuluh siswa yang mengejar serta berusaha melawan seorang pelaku aksi terorisme di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung sehari sebelumnya.

“Kejadian percobaan peledakan bom ini mengganggu keamanan yang meresahkan warga, tetapi diluar dugaan ada sekelompok anak-anak sekolah di Bandung yang luar biasa dengan keberaniannya mencoba melumpuhkan teroris yang mencoba mengganggu keamanan di Kota Bandung,” kata Emil, sapaan akrab Wali Kota Bandung, di SMAN 6 seperti dilansir Pikiran Rakyat 28 Februari 2017.

Saat kejadian, siswa SMAN 6 sedang berolahraga di Taman Pandawa. Perhatian mereka teralihkan setelah mendengar ledakan keras di satu sudut taman tersebut. Lupy Muhammadtulloh, salah satu siswa SMAN 6, mengatakan sesaat setelah ledakan terlihat sesosok pria yang tergeletak. Dia mengaku sempat akan mendekati sumber ledakan untuk menolong orang itu.

Setelah pria itu berdiri, mengacungkan senjata tajam dan terlihat agak berlari menuju sebuah motor, muncul kecurigaan di pikirannya.Lupy dan sembilan rekannya spontan mengejar pria berjaket hitam yang tampak hendak melarikan diri itu. “Saat ada warga yang berteriak teroris, kami spontan mengejarnya,” ujarnya.

Belakangan, pria tersebut diusut bernama Yayat Cahdiat (41) dan dinyatakan positif oleh pihak kepolisian sebagai pelaku bom rakitan dengan kemasan panci masak di Taman Pandawa Bandung. Setelah meledakkan bom panci, pelaku melarikan diri dari kejaran warga dan siswa menuju ke kantor Kelurahan Arjuna yang berjarak sekira 150 meter dari Taman Pandawa.

Sampai di kantor kelurahan, pelaku mengancam orang-orang yang berusaha mengejarnya. Sembari menghunus belati dia menantang kelahi siswa yang mengejarnya. “Dia bilang, sini kalau berani duel sama saya,” kata Lupy meniru pelaku. Lupy sempat menyarankan kepada pelaku agar menyerahkan diri dan menyimpan senjatanya bila ingin berkelahi namun pria itu menolak. Tantangan dari teroris tersebut ditanggapi oleh M. Safi’i Nurhikmah, salah satu kawan Lupy di SMAN 6, dengan menantang balik. “Sini kalau berani,” kata Safi’i seperti dilaporkan Kompas 28 Februari 2017.

Saat di kelurahan, Lupy dan Safi’i berusaha mengingatkan para pegawai yang bekerja di sana bahwa ada situasi bahaya yang mengancam keamanan. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan para pegawai kelurahan agar tidak menjadi korban.

Kurang dari dua jam pihak kepolisian berhasil melumpuhkan pelaku teror untuk memulihkan kembali kedamaian di Kota Bandung. Pemerintah dan warga Bandung patut berbangga karena para pelajar di kota tersebut memiliki kesadaran yang tinggi untuk melestarikan kedamaian dan berani melawan kekerasan.

“Keamanan bukan hanya tugas kepolisian, namun itu tugas kita semua sebagai masyarakat. Jika semuanya dapat bekerja sama akan terwujud sebuah kondisi yang aman dan tenteram.Dan, kepada masyarkat Kota Bandung, tidak boleh takut terhadap ancaman apapun. Semua pekerjaan kita, kegiatan kita, peradaban kita, tidak boleh dikalahkan oleh rasa takut,” kata Emil saat menyampaikan amanat apel pagi di SMAN 6 Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, selain mengapresiasi para siswa, Ridwan Kamil juga memberikan penghargaan kepada SMAN 6 sebagai SMA Teladan di Kota Bandung.Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi pihak sekolah yang mendidik semua muridnya dalam menjaga keamanan sekitar.

Pengalaman Lupy, Safi’i dan siswa-siswa SMAN 6 Bandung adalah potret keberanian generasi muda bangsa menjaga kedamaian di Indonesia. Demi mencegah pelaku terorisme melakukan aksi yang lebih liar dan membahayakan masyarakat, Lupy dan Safi’i memberanikan diri mengambil risiko yang berpotensi mengancam keselamatan mereka.

“Saya kesal. Bagaimana kalau bom itu mengenai teman-teman saya,” kata Safi’i. (AM) [SWD]

 

sumber: viva, pikiran rakyat, liputan6, kompas, tribun

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Mencari Damai di Era Perang

Dunia sedang tidak baik-baik saja. Perang di Ukraina sudah empat tahun berkecamuk, mengorbankan 60.000 warga sipil berdasarkan data kantor komisaris tinggi PBB untuk urusan hak asasi manusia. Gaza telah lama rata dengan tanah, membinasakan sedikitnya 72.000 jiwa dan melukai 170 ribu lainnya, menurut data otoritas kesehatan di...

Memaafkan Itu Menyembuhkan dan Lebih Baik

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom terorisme Kedutaan Besar Australia Jakarta, Sudirman Talib mengaku tidak menyimpan dendam dan tak ingin membalas kekerasan dengan kekerasan kepada pelaku/mantan pelaku terorisme meski ia kehilangan penglihatan mata kirinya dan beberapa bagian tubuhnya terluka parah terkena ledakan bom terorisme, 09 September 2004 silam....

Melawan Trauma untuk Masa Depan Lebih Baik

Aliansi Indonesia Damai- Trauma yang dialami korban bom terorisme begitu berat dan berlangsung lama. Bahkan, hingga sekarang traumanya masih dirasakan meski peristiwanya sudah dua dekade berlalu. Begitulah yang dirasakan salah satu korban bom terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, Sudirman Talib. Sudirman mengaku traumanya susah hilang akibat...

Memilih Memaafkan daripada Membalas Dendam

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku memilih sikap untuk memaafkan pelaku/mantan pelaku terorisme daripada membalas dendam kepada mereka. Meski beberapa bagian tubuhnya terluka terkena ledakan bom di sebuah kedai kopi di Jalan Thamrin Jakarta Pusat, yang dilakukan jaringan terorisme pada 14...

Misi Perdamaian PBB Berhasil jika Dunia Berinvestasi di Dalamnya

Oleh Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Operasi Perdamaian Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 Juni 2026 Di masa ketika konflik semakin sering meluas melintasi batas negara, Am-Dafock—sebuah kota perbatasan terpencil yang dibangun di atas tanah rawa, berjarak dua jam dari Birao...

Keluarga Jadi Pendorong Utama Pertobatan

Aliansi Indonesia Damai- Bagi Choirul Ihwan, mantan pelaku terorisme, kasih sayang keluarga khususnya ibu menjadi titik awal kesadarannya untuk melepaskan diri dari jerat terorisme dan menanggalkan kekerasan serta bertobat kembali ke jalan perdamaian. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia bisa sembuh dari ekstremisme berkat perhatian dan kasih sayang keluarganya. “Kalau...

Membumikan Kembali Pancasila dalam Undang-Undang

Oleh Jimmy Zeravianus Usfunan, Dosen Hukum Tata Negara serta Ketua Pusat Studi Pancasila dan Kenegaraan, FH Universitas Udayana Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 Juni 2026 Sudah 81 tahun Pancasila diperkenalkan Sukarno dalam pidato 1 Juni 1945 sebagai respons atas pertanyaan, ”Apa dasar negara Indonesia jika...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....