HomeBeritaDuka Mendalam bagi Korban...

Duka Mendalam bagi Korban Teror Samarinda

Seperti biasanya pagi menjelang siang itu IO (2), TH (3), AKS (2) dan AATS (4) bermain di halaman rumah ibadah sembari menunggu orang tua mereka melakukan persembahyangan. Tak disangka masa bermain mereka kemarin diganggu oleh aksi teror tak berperikemanusiaan.

Setelah terjadi ledakan keempatnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Keempat balita dilaporkan mengalami luka bakar serius di sekujur badan.

Berita mengejutkan datang keesokan harinya. Korban IO dinyatakan meninggal dunia di RSUD AW Sjahranie Samarinda pada Senin (14/11) dini hari akibat luka bakar 75 persen serta mengalami infeksi saluran pernapasan. Balita berjenis kelamin perempuan itu sempat bertahan selama 18 jam. Pihak RS AW Sjahranie telah mengupayakan penanganan secara maksimal namun nyawa balita mungil itu tidak tertolong.

Korban atas nama TH saat ini masih dalam perawatan intensif di ICU RS Abdoel Moeis Samarinda karena mengalami luka bakar hingga 60 persen. Dua balita lainnya, AKS dan AATS dirawat di rumah sakit yang sama dan kondisinya lebih baik.

Direktur RSUD AW Syahranie, dr Rachim Dinata, mengatakan para korban mengalami luka bakar yang cukup parah. “Selain itu paru-paru mereka juga mengalami gangguan karena menghirup asap maupun zat saat terjadi ledakan,” ujarnya, Senin (14/11).

Pihaknya telah membentuk tim untuk menangani korban dengan mengerahkan sumber daya optimal, di antaranya dokter spesialis bedah plastik, dokter umum, anastesi, ahli anak dan perawatan intensif.

Terkait pembiayaan pengobatan medis korban, pemerintah telah membuat jaminan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, selaku representasi pemerintah mengatakan hal itu saat mengunjungi korban di RSUD AW Syahranie. “Semua biaya ditanggung pemerintah, dan rumah sakit akan tangani ini full team,” kata Menteri.

Selain korban jiwa, sejumlah kendaraan yang diparkir di rumah ibadah tersebut juga mengalami kerusakan.

Insiden Bom Samarinda seketika menjadi perhatian nasional saat serangan teror itu terjadi tak lama setelah stabilitas nasional diguncang dengan adanya kasus ketegangan keagamaan baru-baru ini di ibu kota Jakarta.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah memerintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian, untuk menginvestigasi serangan teror dan menyeret pelaku ke pengadilan.

“Saya telah membuat intruksi kepada Kapolri untuk menegakkan hukum secara tegas dan menginvestigasi pelakunya secara menyeluruh,” kata Presiden, Minggu (13/11).

Peristiwa ini semakin menyadarkan masyarakat betapa terorisme terus mengancam keselamatan manusia, siapa pun, di mana pun dan kapan pun. Tak satupun yang bisa menyangka bahwa 4 balita tidak berdosa yang tengah asyik bermain dengan teman sebayanya tiba-tiba harus menanggung kesakitan yang begitu mengerikan hingga kehilangan nyawa. (Jakarta Post/Tribun)[SWD]

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Sepenuh Hati Menyejahterakan Guru

Oleh Nunuk Suryani, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 14 April 2026 Era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serius menempatkan kesejahteraan guru menjadi salah satu prioritas utama. Kemudian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjabarkannya lewat visi ”Guru Hebat,...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...