HomeBeritaSiswa SMAN 4 Blitar...

Siswa SMAN 4 Blitar Siap Jadi Aktor Perdamaian

Aliansi Indonesia Damai – Kampanye perdamaian bertajuk Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” mengundang antusiasme siswa-siswi SMAN 4 Blitar, Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada pertengahan November 2019 itu bertujuan menumbuhkan karakter ketangguhan siswa. Hadir sebagai inspirator adalah penyintas dan mantan pelaku terorisme.

Hidup Christian Salomo seketika berubah semenjak terkena ledakan Bom Kuningan pada tahun 2004. Ia mengalami luka serius pada rahang dan kaki. Bahkan, kakinya sempat akan diamputasi akibat tingkat kerusakannya yang cukup serius. Perasaan Christian menjadi campur aduk. Sedih, marah, dan benci berkumpul menjadi satu. Pada suatu waktu, ia bahkan sempat memiliki anggapan yang negatif terhadap umat Islam.

Baca juga Siswa SMKN 1 Blitar: Karena Perdamaian Itu Lebih Baik

Namun berkat dukungan dan perhatian dari kerabatnya yang beragama Islam, Christian pun tersadarkan bahwa anggapannya itu ternyata keliru. Ia mulai kembali menata semangat untuk bangkit tatkala menyaksikan ternyata ada korban lain yang nasibnya lebih buruk. Perlahan, Christian mulai ikhlas menerima musibah yang menimpanya. Ia kemudian memilih untuk memaafkan pelaku.

Sementara itu, kisah mantan pelaku, Kurnia Widodo tak kalah menginspirasi. Dulunya, ia berkecimpung dalam dunia kekerasan. Dalam benaknya, tindak kekerasan tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkaran. Setelah bertahun-tahun, akhirnya Kurnia mulai tersadarkan dan hijrah dari kekerasan menuju perdamaian.

Baca juga Titik Balik Mantan Pelaku ke Jalan Damai

Para siswa yang hadir dalam kesempatan tersebut tampak fokus mendengarkan kisah para narasumber. Beberapa dari peserta mengaku mendapatkan pembelajaran yang berharga. Dari kisah Christian, salah seorang siswa mengaku mendapat pembelajaran tentang kebangkitan dari musibah dan anjuran memaafkan.

“Ketika kita jatuh dan terkena musibah, di situ lah Pak Christian mengajarkan untuk berusaha bangkit lagi. Ketika sulit memaafkan orang yang sudah menyakiti, Pak Christian bisa memaafkan dan bisa memilah mana orang yang baik, dan mana orang yang jahat,” tegas siswa tersebut.

Sementara siswa yang lain memberikan komentar terkait kisah Kurnia Widodo. “Pembelajaran dari Pak Kurnia, saya terinspirasi ketika melihat semangatnya untuk menjadi orang baik. Semangat beliau untuk berhijrah sangat luar biasa.  Saya (jadi) semangat untuk (ikut) berubah dari keburukan menjadi kebaikan,” tegas siswa tersebut.  Kegiatan Dialog Interaktif ini juga memberikan dorongan kepada salah seorang siswa lainnya untuk ikut aktif mengampanyekan perdamaian. “Ke depannya, saya ingin mencoba menjadi salah satu aktor damai, menjadi salah satu generasi muda yang memperkuat persaudaraan,” pungkasnya. [FAH]

Baca juga Tiga Pesan Damai Mantan Ekstremis untuk Generasi Muda

Most Popular

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas)...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam...

Menghargai Toleransi

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Maret 2026 Toleransi bukan menyamakan yang berbeda dan atau membedakan hal yang sama. Toleransi ialah menerima kenyataan di dalam hidup bahwa perbedaan itu adalah sebuah keniscayaan. Kelompok liberal cenderung berlebihan untuk memaksakan persamaan...

Petugas Lapas Harus Mampu Deteksi Dini WBP Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Sebagai “dokter” yang baik, petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) harus mampu melakukan deteksi dini terhadap perilaku dan paham keagamaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme. Demikian dinyatakan mantan pelaku terorisme Ali Fauzi Manzi saat menjadi narasumber Pelatihan Penguatan Perspektif Korban Terorisme Bagi Pembimbing Kemasyarakatan Balai...

Bisikan Hati*

Puisi ini pernah diterbitkan Newsletter SUARA PERDAMAIAN edisi VII Januari 2016 Oktober… Bagiku adalah bulan penuh cerita Derita, duka, dan air mata Cintaku, harapanku… Hangus terbakar api angkara Lenyap terkubur abu nestapa Kini kudatang di pusaramu Kupandang indah ukiran namamu Kupanjatkan doa untukmu Dan segenap bayangmu pun datang menghampiriku Ingin aku mendekapmu di pelukku Meski tak kuasa tanganku...

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bukan dengan Pengeboman

Aliansi Indonesia Damai- Ada sebagian masyarakat atau kelompok yang keliru dalam memahami dan mempraktikan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka mengkategorikan amar ma’ruf nahi munkar dalam ushuluddin dan hukumnya fardhu ain. “Amar ma’ruf nahi munkar dibelokkan dengan kekerasan, bahkan sampai pengeboman. Padahal hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardhu...

Penataan Ruang Digital untuk Generasi Masa Depan

Oleh Ikhsan Darmawan, Ketua Klaster Riset Teknologi dan Politik, Departemen Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 27 Maret 2026 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025, atau biasa disebut dengan PP Tunas, akan mulai diterapkan mulai 28 Maret 2026. Kementerian Komdigi juga telah...

Harmoni antara Agama dan Pancasila

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 18 Maret 2026 Agama dan Pancasila ibarat dua sejoli yang saling menguatkan satu sama lain. Agama dan Pancasila harus sama-sama memberikan pencerahan terhadap segenap warga bangsa tanpa kecuali. Agama dan Pancasila tidak bisa diperhadap-hadapkan satu sama lain....

Idul Fitri, Kohesi Sosial dan Masalah Kenegaraan

Oleh Saratri Wilonoyudho, Guru Besar Universitas Negeri Semarang Artikel ini diterbitkan di Kompas.id pada 20 Maret 2026 Idul Fitri menjadi momen saling memaafkan karena esensinya adalah kembali kepada kesucian setelah Ramadhan. Islam menekankan bahwa setelah sebulan berpuasa dengan menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, seorang Muslim diharapkan lahir kembali...

Lebih Tangguh dengan Pengalaman Ramadan

Umat Islam di seluruh dunia kembali merayakan Idul Fitri, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 H. Selama sebulan penuh, kaum muslimin melakukan sahur, puasa, buka puasa (iftar), tarawih, dan pengajian/majelis ilmu. Umat Islam meyakini bahwa dengan melaksanakan berbagai ibadah tersebut, mereka akan mendapatkan ampunan, rahmat dan kemenangan...

Idul Fitri, Nyepi, dan Kerukunan Umat Beragama

Oleh M Zainuddin, Guru Besar Sosiologi Agama Program Pascasarjana UIN Maliki Malang, Chairman of Yasmine Institute Artikel ini diterbitkan Kompas.id pada 19 Maret 2026 Pada hari Kamis, 19 Maret 2026, umat Hindu memperingati Hari Suci Nyepi dan pada hari yang (mungkin) bersamaan umat Islam juga akan merayakan Idul Fitri....

Ciri-ciri Umum Kelompok Radikal

Oleh Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia Artikel ini dipublikasikan di Kompas.id pada 15 Maret 2026 Salah satu yang sering mengganggu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah munculnya apa yang sering disebut sebagai kelompok radikal. Kelompok ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap momen untuk menampilkan tujuan-tujuan ideologisnya, misalnya dengan...

Santri Diajak Menebarkan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Arqom Klaten Ismail Siddiqie mengajak santri-santrinya untuk menebarkan kedamaian dimana pun. Menurut dia, jika tercipta kedamaian maka aktivitas pengajian, sekolah, ibadah, bekerja, dan kehidupan sosial dalam kondisi aman dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan Ismail saat mengisi Pengajian Perdamaian bertajuk Menyerap ‘Ibroh...

Iqra’ Literasi Kritis untuk Memahami Situasi Bangsa

Oleh Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina Artikel ini telah diterbitkan di Kompas.id pada 07 Maret 2026 Iqra’ adalah kata pertama yang turun dalam wahyu kepada diri Nabi Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. Perintah membaca ini termaktub dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 dan kemudian menjadi fondasi...