HomeInspirasiAspirasi DamaiMeneladani Ketangguhan Korban dan...

Meneladani Ketangguhan Korban dan Mantan Pelaku

Semoga kegiatan ini tidak sampai di sini saja. Semoga lahir juga generasi damai di kalangan pelajar agar sesama pelajar bisa saling memotivasi karena generasi muda sekarang sedang mengalami krisis moral.

Suasana kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di MA Al-Fatah Ambon, Maluku, Rabu (24/8/2016). Dok. AIDA

 

Pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2016, tim Aliansi Indonesia Damai (AIDA) datang ke sekolah kami, Madrasah Aliyah Al-Fatah Ambon, menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh”.

Banyak hal yang saya dan teman-teman dapatkan dari pembelajaran ini, terutama kita diajarkan untuk cinta akan kedamaian. Bermacam games yang kami dapatkan pun kami rasakan sangat bermanfaat. Tujuan dari games tersebut untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kekompakan dalam tim.

Kami mendapatkan materi langsung dari orang yang pernah menjadi korban aksi bom dan orang yang pernah menjadi pelaku tindak kekerasan. Banyak sekali motivasi dan wawasan yang mereka berikan kepada kami agar bisa menjadi generasi yang tangguh.

Salah satu pemateri adalah Pak Iswanto. Beliau dulunya pernah tergabung dalam jaringan ekstremis. Beliau berbagi pengalamannya kepada kami semua mulai dari awal bergabung dengan kelompok kekerasan hingga keluar dari komunitas itu.

Pak Iswanto menyatakan tergabung dalam komunitas ekstrem itu dikarenakan doktrin dan kurangnya pemahaman beliau mengenai jihad. Saat masih di kelompok ekstrem ia sering menyalahartikan jihad sebagai suatu cara untuk mendapatkan pahala dengan menyerang orang-orang yang tidak sepehaman, dan ia meyakini hal itu dianjurkan dalam Alquran.

Setelah beberapa waktu, beliau menyadari adanya kekeliruan dalam doktrin kelompoknya. Dia pun memutuskan untuk keluar dari komunitas tersebut dengan memilih jalan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui jalur pendidikan lah pemahaman dan pemikirannya mulai terbuka. Sejak inilah beliau memutuskan untuk benar-benar meninggalkan jaringan ekstremis.

Teladan yang bisa kita contoh dari Pak iswanto adalah mau mengakui kesalahan yang telah dilakukan, serta mau berubah ke arah yang lebih baik lagi. Saya dan teman-teman sangat salut dengan sikap beliau, walaupun pada awalnya terjebak dalam lingkaran hitam tetapi beliau mampu keluar dari keadaan tersebut.

Saat bicara di sekolah kami Pak Iswanto berpesan kepada kita semua pelajar Indonesia, “Carilah guru yang betul-betul memahami tentang ajaran agama, dan carilah teman yang mengajak kepada kebaikan, bukan mengajak untuk berbuat keburukan.”

Saya pribadi sangat mengagumi Pak Iswanto karena beliau merupakan sosok yang benar-benar patut diteladani, dalam hal ini sifat-sifat positif yang dia tularkan kepada kami, yaitu berani untuk mengakui kesalahan dan menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran. Luar biasa sekali, Pak Iswanto! Semoga yang telah Bapak lakukan untuk memotivasi kami semua pelajar di Ambon, dan di seluruh penjuru Tanah Air, bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Selain orang yang pernah berada di kelompok ekstrem, ada juga istri korban terorisme dari peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriott Jakarta pada tahun 2003 yang menyampaikan pesan perdamaian kepada kami. Beliau adalah Ibu Mahanani. Semangatnya luar biasa dalam menjalani hidup walaupun tanpa sang suami tercinta, dan beliau mampu membesarkan dua orang putra dengan baik. Kasih sayang Ibu Nani adalah kasih sayang seorang ayah dan sekaligus ibu bagi kedua putranya.

Ibu Nani mampu bangkit dari keterpurukan karena adanya dorongan dan motivasi dari keluarga dan dari kedua putranya itu. Beliau merupakan wanita yang sangat luar biasa, dan merupakan contoh untuk semua perempuaan yang ada di Indonesia, bahkan di dunia karena mampu bangkit dari kesedihan setelah kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya. Dia juga yakin bahwa semua rencana Allah adalah rencana yang terbaik.

Saya dan teman-teman memberikan apresiasi yang begitu dalam kepada Ibu Nani. Teruslah menjadi motivator untuk kita semua! Berikanlah yang terbaik untuk kita semua! Kasih Ibu Nani sepanjang masa. “Your love and affection will never been forgotten. We all love you, Ibu Nani”.

Banyak sekali hal bermanfaat yang saya dan teman-teman dapatkan dari kegiatan “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” ini. Sebelum mengikuti kegiatan ini, kami berpikir bahwa berteman dengan orang yang bukan seagama merupakan hal yang tidak baik, namun hal ini salah. Pada kegiatan ini kami diajarkan bagaimana bisa berteman dengan orang yang bukan seagama dan menjaga kerukunan dan perdamain sesama umat manusia.

Semoga kegiatan ini tidak sampai di sini saja. Semoga lahir juga generasi damai di kalangan pelajar agar sesama pelajar bisa saling memotivasi karena generasi muda sekarang sedang mengalami krisis moral. Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang bernilai positif seperti ini akan membantu untuk memperbaiki krisis moral tersebut. Saya dan teman-teman mengucapkan banyak terima kasih kepada tim AIDA yang sudah mau berbagai pengalaman dengan kami semua. Sungguh semua apa yang kami dapatkan dari “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” sangat berharga dan tak ternilai harganya, karena sangat luar biasa sekali narasumber yang di hadirkan.

Akhir kata yang bisa saya sampaikan, bahwa perilaku seseorang tidak diukur dari agama dan status sosialnya melainkan dari kepribadiaan individu. Agama tidak memiliki kesalahan dan tidak pantas untuk disalahkan. Yang salah adalah orang-orang yang telah melenceng dari ajaran agama. Oleh karena itu, sebagai pelajar marilah kita memperdalam ilmu agama agar nantinya tidak salah langkah dan salah jalan. Ini perlu karena krisis moral adalah masalah yang paling fundamental yang selalu menjadi perbincangan di semua kalangan. Saya ingin mengajak teman-temanku semua generasi muda Indonesia, kita sebagai agent of change harus bisa memerangi krisis moral bangsa. Ganti budaya kekinian dengan budaya membaca dan menulis karena dengan membaca kita dapat membuka jendela dunia dan dengan menulis kita dapat memotivasi dan memberi pengetahuaan kepada banyak orang. Insya Allah semua yang kita lakukan selalu bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Dialog Siswa SMAN 5 Surakarta dengan Mantan Ekstremis

Aliansi Indonesia Damai- AIDA melaksanakan Dialog Interaktif Virtual “Belajar Bersama Menjadi...

Generasi Muda Berkarakter Damai

Aliansi Indonesia Damai- Memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda bisa menjadi...

Dialog Siswa SMK Bhinneka Karya Surakarta dengan Mantan Napiter

Aliansi Indonesia Damai- Generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa harus...

Wawasan Perdamaian Sejak Dini

Aliansi Indonesia Damai- Kampanye perdamaian penting dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan, terutama...

Mencari Damai di Era Perang

Dunia sedang tidak baik-baik saja. Perang di Ukraina sudah empat tahun berkecamuk, mengorbankan 60.000 warga sipil berdasarkan data kantor komisaris tinggi PBB untuk urusan hak asasi manusia. Gaza telah lama rata dengan tanah, membinasakan sedikitnya 72.000 jiwa dan melukai 170 ribu lainnya, menurut data otoritas kesehatan di...

Memaafkan Itu Menyembuhkan dan Lebih Baik

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom terorisme Kedutaan Besar Australia Jakarta, Sudirman Talib mengaku tidak menyimpan dendam dan tak ingin membalas kekerasan dengan kekerasan kepada pelaku/mantan pelaku terorisme meski ia kehilangan penglihatan mata kirinya dan beberapa bagian tubuhnya terluka parah terkena ledakan bom terorisme, 09 September 2004 silam....

Melawan Trauma untuk Masa Depan Lebih Baik

Aliansi Indonesia Damai- Trauma yang dialami korban bom terorisme begitu berat dan berlangsung lama. Bahkan, hingga sekarang traumanya masih dirasakan meski peristiwanya sudah dua dekade berlalu. Begitulah yang dirasakan salah satu korban bom terorisme di Kedutaan Besar Australia Jakarta, Sudirman Talib. Sudirman mengaku traumanya susah hilang akibat...

Memilih Memaafkan daripada Membalas Dendam

Aliansi Indonesia Damai- Andi Dina Noviana, penyintas bom terorisme Thamrin 2016, mengaku memilih sikap untuk memaafkan pelaku/mantan pelaku terorisme daripada membalas dendam kepada mereka. Meski beberapa bagian tubuhnya terluka terkena ledakan bom di sebuah kedai kopi di Jalan Thamrin Jakarta Pusat, yang dilakukan jaringan terorisme pada 14...

Misi Perdamaian PBB Berhasil jika Dunia Berinvestasi di Dalamnya

Oleh Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Operasi Perdamaian Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 07 Juni 2026 Di masa ketika konflik semakin sering meluas melintasi batas negara, Am-Dafock—sebuah kota perbatasan terpencil yang dibangun di atas tanah rawa, berjarak dua jam dari Birao...

Keluarga Jadi Pendorong Utama Pertobatan

Aliansi Indonesia Damai- Bagi Choirul Ihwan, mantan pelaku terorisme, kasih sayang keluarga khususnya ibu menjadi titik awal kesadarannya untuk melepaskan diri dari jerat terorisme dan menanggalkan kekerasan serta bertobat kembali ke jalan perdamaian. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia bisa sembuh dari ekstremisme berkat perhatian dan kasih sayang keluarganya. “Kalau...

Membumikan Kembali Pancasila dalam Undang-Undang

Oleh Jimmy Zeravianus Usfunan, Dosen Hukum Tata Negara serta Ketua Pusat Studi Pancasila dan Kenegaraan, FH Universitas Udayana Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 01 Juni 2026 Sudah 81 tahun Pancasila diperkenalkan Sukarno dalam pidato 1 Juni 1945 sebagai respons atas pertanyaan, ”Apa dasar negara Indonesia jika...

Jangan Pernah Bermimpi untuk Dipenjara

Aliansi Indonesia Damai- Pelajar atau generasi muda diharapkan tidak pernah bercita-cita untuk mendekam dibalik jeruji besi. Sebab kehidupan menjalani hukuman di dalam penjara sangat tidak ideal dan tidak mengenakan. Harapan tersebut disampaikan mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan dalam kegiatan Dialog Interaktif “Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh” di SMAN...

Renungan Idul Adha: Ikhlas sebagai Puncak Pengabdian

Oleh Rumadi Ahmad, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ketua PBNU, dan Staf Ahli Menteri HAM RI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 25 Mei 2026 Idul Adha sebagai salah satu hari raya umat Islam merupakan momentum penting yang kehadirannya membawa pesan spiritual. Idul...

Pengalaman Pertama Kali Bertemu Mantan Pelaku Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Penyintas bom Kampung Melayu 2017, Nugroho Agung Laksono mengaku takut dan kesal saat pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme dalam kegiatan yang difasilitasi AlDA. Bahkan, ia juga mengaku menjaga jarak dengan mantan pelaku. “Saya pertama kali bertemu mantan pelaku terorisme itu ada rasa takut. Ada...

Sengkarut Dunia Pendidikan

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang dipublikasikan pada 20 Mei 2026 Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan...

Takut dan Takjub Ketika Bertemu Korban

Aliansi Indonesia Damai- Mantan pelaku terorisme, Choirul Ihwan mengaku takut dan takjub saat dirinya bertemu dengan korban terorisme yang difasilitasi oleh AIDA. Menurut dia, ketakutannya sebagai hal yang wajar karena ia merasa bersalah sebagai bagian dari jaringan terorisme yang melakukan pengeboman dan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka....