HomeBeritaHarapan Guru Pandeglang pada...

Harapan Guru Pandeglang pada Generasi Remaja

Aliansi Indonesia Damai- AIDA menggelar kampanye damai dalam bentuk dialog interaktif di beberapa sekolah di Kabupaten Pandeglang, Banten, beberapa waktu lampau. Sejumlah kepala sekolah mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya perdamaian.

Salah satu harapan itu muncul dari kepala SMAN 1 Pandeglang. Ia berharap murid-muridnya dapat menjadi individu yang mempunyai sifat kasih sayang dan menolak segala bentuk kekerasan. Sifat kasih sayang, saling menghargai, dan menghormati adalah cikal bakal terciptanya kedamaian.

Baca juga Gema Perdamaian dari SMK Sunan Ampel Malang

“Saya sangat terharu kedatangan bapak dan ibu korban terorisme. Kisah Anda bangkit dan terus bersemangat, tentunya akan menjadi pembelajaran yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan tersampaikan dengan baik sehingga ada pendalaman dalam hati siswa akan pentingnya sifat kasih sayang dan menolak ujaran kekerasan,” ujarnya ketika memberikan sambutan.

Harapan juga muncul dari kepala SMKN 6 Pandeglang. Saat membuka kegiatan, ia mengatakan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Orang tua harus menjadi fondasi pendidikan yang kuat bagi anak-anaknya. Setelah itu masyarakat dan pemerintah melanjutkannya dalam lembaga formal pendidikan. Ia menilai AIDA sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap pendidikan karakter generasi muda.

Baca juga Pelajar Klaten Belajar dari Mantan Pelaku Terorisme

Dalam hematnya, pada dasarnya setiap orang mencintai kebaikan dan perdamaian. Apabila akhirnya menjadi manusia yang tidak baik, tentu hal itu tergantung bagaimana proses pendidikan. Banyak faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan pendidikan. Di antaranya adalah kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan kecanggihan teknologi, generasi muda dapat bebas mengakses informasi apa pun hanya dari genggaman tangannya. Maka penggunaan teknologi juga harus dengan langkah-langkah yang bijak. “Bagi yang tidak bisa memfilter informasi, ia akan tersesat dan salah kaprah. Sehingga karakter yang berkembang dalam dirinya bukan karakter positif, tapi justru akan berdampak buruk atau negatif,” ucapnya.

Baca juga Menitipkan Perdamaian pada Generasi Muda Poso

Sementara Kepala SMK Dwi Putra Bangsa berharap agar para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut bisa menyampaikan pembelajaran berharga yang mereka dapatkan kepada sesama siswa lain dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka. “Apa yang sudah Anda dapatkan, Anda harus bisa menyampaikannya ke masyarakat. Orang kalau memiliki karakter damai akan nyaman di mana pun berada,” demikian harapannya.

Dalam kegiatan tersebut AIDA menghadirkan sejumlah narasumber yang terdiri dari mantan pelaku terorisme dan korbannya. Mereka berbagi kisah tentang pengalaman hidup masing-masing hingga menjadi bagian dari tim perdamaian AIDA. Dari sisi mantan pelaku, mereka berbagi kisah ihwal pertobatannya keluar dari kelompok kekerasan. Sementara dari sisi korban, mereka bercerita pengalaman pahit menjadi korban terorisme dan perjuangannya bangkit dari keterpurukan. [FL]

Baca juga Berbagi Kisah Perdamaian Kepada Guru Pandeglang

Most Popular

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More from Author

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS,...

Jasa Besar Pesantren dan Ulama

Aliansi Indonesia Damai- Pondok pesantren dan ulama memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu jasa besar pesantren dan ulama yaitu resolusi jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari untuk mewajibkan umat Islam untuk membela kemerdekaan Indonesia. “Ketika ada tentara sekutu yang ingin kembali ke Indonesia, padahal...

Mensyukuri Kemerdekaan dan Kedamaian

Aliansi Indonesia Damai- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said mengajak umat Muslim Indonesia untuk mensyukuri kemerdekaan Indonesia. Menurut dia rasa syukur yang paling penting adalah kehidupan di negeri ini yang tenang dan damai. “Coba kita bandingkan dengan di Timur Tengah, ada tidak kedamaian, ada tidak...

Jihad Fisabilillah Bukan dengan Terorisme

Aliansi Indonesia Damai- Umat Islam harus selalu siap untuk berjihad fisabilillah (berjuang atau mengerahkan segala kemampuan secara bersungguh-sungguh di jalan Allah Swt), tetapi bukan dengan terorisme. Berjihad fisabilillah dilakukan dengan menjalankan perintah Allah Swt. Demikian dinyatakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak dalam pembukaan...

Bahasa, Nadi Kemerdekaan

Oleh Ahmad Khoironi Arianto, Widyabasa di Kemendikdasmen, alumnus Doktoral Linguistik UNS, Ketua Bidang Komunikasi Publik MPKS PP Muhammadiyah Artikel ini berasal dari Mediaindonesia.com yang terbit pada 26 Agustus 2026 Hari merdeka, Nusa dan bangsa, Hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka… LAGU Hari Merdeka ciptaan Husein Mutahar ini secara lantang masuk dan keluar di...

Umat Islam Harus Bersatu

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak menyerukan umat Islam untuk bersatu menjadi ummatan wahidah, umat yang satu. Menurut dia, umat Islam harus bersatu dalam pemikiran maupun akidah. Dalam Islam ada hukum yang sifatnya wajib, ada yang sunnah, ada juga yang...

Umat Islam Diajak Memperkuat Persaudaraan

Aliansi Indonesia Damai- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Maratua Simanjuntak mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan. Menurut dia, saat ini persaudaraan di kalangan umat Islam sangat dibutuhkan. “Mari kita memperkuat persaudaraan dan persatuan. Umat Islam harus bersatu. Jika kita perhatikan sekarang persaudaraan itu dibutuhkan dan...

Mewaspadai Harapan Indonesia Emas 2045

Oleh Dewi Lusiana, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Artikel berasal dari Kompas.id yang terbit pada 19 Agustus 2026 Sebagaimana biasa, di tengah perayaan dan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, pembicaraan tentang Indonesia Emas 2045 kembali santer terdengar. Dalam sejumlah kesempatan, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan media...

AIDA Gelar Halaqah Alim Ulama di Medan

Aliansi Indonesia Damai- Sebanyak 117 tokoh agama dari kalangan pesantren, muballigh, dewan kemakmuran masjid, pengurus ormas Islam dan akademisi kampus Islam di Kota Medan, Sumatera Utara dan sekitarnya mengikuti Halaqah Alim Ulama bertajuk “Menguatkan Ukhuwah Melalui Pendekatan ‘Ibroh” Rabu (12/08/2026). Halaqah diselenggarakan Aliansi Indonesia Damai (AIDA)...

Merdeka dengan Jiwa Besar

Oleh Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 18 Agustus 2026 Setelah delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka dari penjajahan, pertanyaan esensial masih menghantui kesadaran eksistensial: apakah bangsa ini telah sungguh-sungguh merdeka? Pertanyaan itu mengemuka bukan untuk mengecilkan makna Proklamasi, melainkan untuk menghormatinya....

Otak Sehat, Negara Kuat

Oleh Badrul Munir, Dosen dan Dokter Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Bawijaya/RS Saiful Anwar Malang Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 13 Agustus 2026 Di bulan Agustus ini, negara kita akan memasuki hari ulang tahun ke-81. Tidak terasa kita sudah 81 tahun menjadi negara merdeka. Bila dilihat...

Republik yang Belum Selesai

Oleh Darwin Darmawan, Sekretaris Umum PGI Artikel ini berasal dari Kompas.id yang terbit pada 12 Agustus 2026 Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga memilih bentuk negara yang akan menjadi rumah bersama: Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bukan kerajaan. Bukan kesultanan. Melainkan republik. Kata...

Kisah Perjuangan Penyintas (Bag. 2), Mata Palsu dan Kebangkitannya

Setahun usai kembali bekerja, Sudirman merasa telah bangkit dari keterpurukan. Dia juga merasa ujian hidupnya sudah selesai. Rupanya, setahun pasca kejadian kelam tersebut, dia mengeluhkan sakit yang luar biasa di mata kirinya. Rasa itu disertai pembengkakan dan air mata yang terus mengalir. Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan....